
Selepas kepergian ibunya, Danish masih mematung seraya menatap mobil yang ditumpangi oleh ibunya tersebut. Dia berdo'a di dalam hatinya, semoga ibunya baik-baik saja dan bisa menyelesaikan masalahnya.
Walaupun wanita itu selalu saja bersikap jahat kepada dirinya, tetapi dia yakin jika kali ini ibunya benar-benar sudah bertaubat dan akan memulai hidup dengan sebenar-benarnya.
Cara wanita itu dalam memperlakukan dirinya juga begitu berbeda, apalagi saat Debora menatap dirinya. Tatapan wanita itu terlihat begitu tulus, bahkan baru kali ini Danish bisa merasakan kasih sayang dan perhatian ibunya lagi setelah sekian lamanya.
Berbeda dengan Daniela, wanita itu langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia memakai baju yang sejak pagi dia inginkan, baju seksi dengan warna merah cabe.
Setelah memakai baju tersebut, Daniela mematut dirinya di depan cermin. Dia poles wajahnya dengan make up yang cukup tebal, lalu dia poles bibirnya dengan gincu berwarna merah menyala.
Rambutnya yang berwarna hitam pekat dia urai, lalu dia memakai bando berwarna merah yang nampak seperti tanduk Rusa.
"Cantik! Pujinya pada dirinya sendiri ketika menatap wajahnya dari pantulan cermin.
Danish yang baru saja membuka pintu kamar utama dibuat terkejut saat melihat wajah istrinya, Daniela sangat cantik tapi wanita hamil itu berdandan dengan sangat menor.
Wanita itu lebih mirip seperti wanita yang akan manggung Lenong Bocah, tetapi tubuhnya terlihat begitu seksi dengan balutan gaun kurang bahan yang dia pakai.
"Sayang! Kamu beli lipstik itu di mana? Kok ngejreng bener?" tanya Danish.
Pria itu merasa tidak suka ketika melihat bibir istrinya berwarna merah terang, istrinya seperti habis meminum sirup darah dan warnanya terlihat begitu menyeramkan di mata Danish.
"Sama ibu-ibu lewat depan rumah tadi siang, katanya lipstik merek Sawadah. Lagi promo, cuma gocap." Daniela menjawab pertanyaan dari suaminya seraya memonyongkan bibirnya.
Danish sampai mengerjapkan matanya melihat tingkah dari istrinya, jika saja saat ini istrinya tidak memakai lipstik berwarna merah terang seperti itu, sudah dapat dipastikan jika dia akan menyesap bibir itu dengan begitu rakus.
__ADS_1
Sayangnya, bibir itu kini terlihat mengerikan dengan warna merah terang seperti itu. Hal itu membuat Danish merasa ragu untuk mendekati istrinya.
Namun, tanpa Danish duga justru Daniela yang menghampiri Danish. Lalu, wanita itu mengusap dada suaminya dengan gerakan sensual, dia seolah sedang berusaha untuk merayu suaminya sendiri.
Bahkan, wanita itu membuka kancing kemeja yang Danish pakai. Danish sampai berpikir jika wanita yang ada di hadapannya itu bukanlah istrinya. Atau mungkin, itu memang benar istrinya. Namun, wanita itu sedang kemasukan sosok makhluk halus penghuni rumah tersebut.
"Gimana, Yang? Udah seksi atau belum? Biasanya cowok itu suka cewek yang seksi dan juga dandanan yang menor kayak gini, kamu suka nggak?" tanya Daniela.
Daniela bahkan mengusap dadanya sendiri, dada yang terlihat begitu padat dan juga berisi. Benda yang menjadi favorit Danish saat ini, benda kenyal yang selalu membuat dia betah berlama-lama bermain dengan dada istrinya.
"Ya ampun! Kamu tuh seksian ngga pake gincu, bibir kamu merahnya alami." Danish memeluk istrinya, lalu mengecup pipi istrinya beberapa kali.
Daniela sedikit tersinggung dengan apa yang diucapkan oleh suaminya, tetapi dia juga merasa senang. Karena itu artinya dia tidak perlu ribet untuk berdandan dalam setiap harinya.
Dia tidak perlu memakai baju kurang bahan yang terasa kurang nyaman saat dia pakai, dia bisa menjadi dirinya sendiri.
Terlebih lagi suaminya adalah orang yang kaya, seorang CEO di dalam perusahaannya sendiri. Pria kaya dengan sejuta pesonanya, pria yang banyak diincar banyak wanita zaman sekarang ini.
Danish juga terlihat begitu tampan, terkadang hal itu membuat dirinya insecure saat berdiri di samping suaminya tersebut. Maka dari itu, dia ingin merubah penampilannya.
Dia bahkan berencana akan merubah cara berdandannya agar Danish betah berlama-lama saat menatap wajahnya, agar prianya tidak menolehkan wajahnya ke arah wanita lain. Lebih tepatnya, dia takut jika Danish akan berselingkuh.
"Jadi, kamu itu nggak suka kalau ngelihat aku gayanya kayak gini?" tanya Daniela kurang setuju setelah mendengar jawaban dari suaminya.
Danish mengambil tisu basah, lalu dia mengusap wajah istrinya dengan tisu basah tersebut. Danish juga mengusap bibir Daniela dengan tisu basah tersebut, wajah Daniela kini terlihat lebih alami seperti biasanya.
__ADS_1
"Ya, aku lebih suka kamu yang tampil apa adanya. Kamu boleh melakukan perawatan tubuh, mengencangkan muka, membentuk body kamu agar makin seksi. Tetapi, aku tidak begitu suka dengan wanita yang bermake-up berlebihan."
Daniela benar-benar merasa bersyukur karena suaminya ternyata merupakan pria yang menyukai wanita tampil apa adanya, padahal ia ingin tampil seperti itu hanya karena takut jika suaminya itu lebih menyukai wanita yang sedang berdandan dan berpakaian baju seksi
"Jadi kamu tidak tertarik kalau ngelihat cewek pakai baju seksi seperti ini?" tanya Daniela seraya menaikkan kakinya ke atas meja lalu mengusap pahanya sampai ke pangkalnya.
"Aku lebih suka melihat perempuan memakai baju yang sopan dan juga tertutup, tapi kalau di atas ranjang aku lebih suka melihat istriku yang polos tanpa sehelai benang pun," ucap Danish seraya berusaha untuk menurunkan baju yang dipakai oleh Istrinya.
Daniela tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Danish, lalu dia menahan tangan suaminya yang mulai nakal dan mulai menyentuh area sensitifnya.
"Jangan macam-macam ah! Aku mau nyiapin baju kamu dan baju aku untuk menghadiri acara pernikahan Dave dan juga Dea," jelas Daniela.
Mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, Danish langsung melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Ternyata waktu baru menunjukkan pukul 4 sore.
"Masih ada waktu, Yang." Danish langsung menggendong tubuh istrinya dan merebahkannya di atas tempat tidur.
"Mas!" jerit Daniela karena Danish menarik baju kurang bahan itu sampai sobek dan melemparkannya secara asal.
Padahal, baju itu dia beli dengan harga yang lumayan mahal. Tidak sayangkah dengan uang yang sudah dikeluarkan, pikir Daniela.
"Bajunya jadi rusak!" pekik Daniela.
"Tidak apa-apa, aku lebih suka jika melihat kamu memakai baju tertutup jika di hadapan banyak orang. Terlebih lagi jika kamu memakai hijab, pasti kamu akan terlihat sangat cantik."
Danish mengungkapkan keinginannya, dia ingin melihat kemolekan tubuh istrinya sendiri saja. Orang lain tidak boleh ada yang melihat bentuk tubuh istrinya yang sangat indah itu.
__ADS_1
"Tapi aku belum siap pake baju tertutup kaya gitu, akhlak aku belum mendukung," ucap Daniela seraya memalingkan wajahnya.
"Kapan pun kamu siap, aku tidak keberatan." Danish langsung menyatukan bibir mereka setelah mengatakan keinginannya.