Semalam Denganmu

Semalam Denganmu
Meminta Maaf


__ADS_3

Danish berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, karena dia ingin bertemu terlebih dahulu dengan ibunya sebelum pergi ke luar negeri.


Walau bagaimanapun juga dia menyayangi ibunya, dia ingin bertemu dan mensupport ibunya agar tidak bersedih dan tidak dirudung kecewa yang amat dalam.


Danish bahkan meminta David untuk kembali ke kantor pusat, karena dia benar-benar kerepotan. Terlebih lagi Dave akan menikah, pasti pria itu tidak akan bisa langsung bekerja.


"Terima kasih karena kamu sudah mau direpotkan, aku menyerahkan semua pekerjaan kepadamu. Aku harus pergi," ucap Danish ketika dia melihat David yang datang dan masuk ke dalam ruang kerjanya.


David langsung menghela napas berat mendengar apa yang dikatakan oleh atasannya tersebut, karena ternyata dia dipindah tugaskan kembali ke sana hanya untuk menanggung banyak pekerjaan yang tidak bisa dia lakukan.


"Sama-sama, Tuan," jawab David lesu.


Danish langsung bedecih ketika melihat wajah David yang tidak bersemangat, pria itu langsung menepuk-nepuk pundak asisten pribadinya itu dan berkata.


"Jangan cemberut seperti itu, aku akan memberikan uang bonus kepadamu."


David berusaha untuk tersenyum dengan hangat ke arah Danish, karena kali Ini masalahnya bukan tentang uang. Namun, pria itu sudah ada janji temu dengan sang kekasih.


Akan tetapi, dia harus membatalkan pertemuan tersebut karena harus bekerja sampai larut malam. Tidak mungkin rasanya pekerjaan yang menumpuk di atas meja Danish akan kelar dalam waktu sebentar saja.


"Saya tidak cemberut, saya hanya lelah, Tuan." David membungkuk hormat karena Danish mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruangannya.


Mendengar nada bicara David yang terkesan lain di telinga Danish, pria itu melelehkan wajahnya ke arah asisten pribadinya tersebut.


"Aku tahu pasti kamu sangat lelah, oiya. Aku dengar kamu sudah memiliki kekasih, kamu boleh mengajak dia ke sini untuk memberikan semangat untuk kamu. Tapi, ingat. Jangan melakukan hal yang belum boleh dilakukan," ucap Danish.


Tentu saja ucapan yang keluar dari mulut Danish membuat David mengembangkan senyumnya, dia tidak menyangka jika atasannya itu akan lebih pengertian setelah menikah.


Padahal, dulu mana pernah memperbolehkan orang asing menginjakkan kakinya di perusahaan miliknya. Namun, David merasa jika atasannya itu berubah lebih manis dan lebih perhatian setelah menikah dengan Daniela.

__ADS_1


"Terima kasih, Tuan." David mengembangkan senyum manisnya.


Dia begitu senang mendengar apa yang dikatakan oleh Danish, karena itu artinya dia masih bisa bertemu dengan kekasih hatinya walaupun dalam keadaan lembur malam ini.


Padahal, dia sudah sangat takut jika kekasihnya akan merajuk kepada dirinya. Karena acara makan malam romantis yang sudah mereka rencanakan hancur berantakan.


"Ya ampun, ternyata masalahnya bukan kelelahan. Tapi ingin segera bertemu dengan pujaan hatinya," ucap Danish seraya mencebikkan bibirnya.


Dalam hati Danish tertawa melihat senyum lebar di bibir David, karena jika sudah berhubungan dengan wanita yang dicintai, lelaki gagah dan sangar pun akan berubah menjadi romantis dan penuh cinta saat berhadapan dengan wanitanya.


Lelaki segagah dan seberkuasa apa pun, tetap saja dia akan tunduk kepada wanita yang dia cintai dan dia puja. Bahkan, mereka akan menyembah dan meratukan wanitanya.


Setelah menyerahkan pekerjaannya kepada David, Danish langsung pulang ke kediaman sederhananya. Karena dia ingin segera bertemu dengan ibunya.


"Mom!" panggil Danish ketika dia masuk ke dalam rumahnya.


Danish celingukan mencari keberadaan ibunya, karena dia tidak mendapatkan sahutan dari ibunya tersebut. Namun, tidak lama kemudian dia mendengar tawa dari Daniela dan juga ibunya berasal dari dapur.


Danish dengan cepat melangkahkan kakinya menuju dapur, saat dia tiba di dapur, Danish melihat istrinya dan juga ibunya sedang membungkus sambel goreng ati dan juga kentang Mustofa.


Ya, kedua makanan tersebut adalah makanan favorit ibunya. Ibunya yang terlihat galak dan judes itu, dulunya merupakan wanita baik dan juga sederhana.


Namun, setelah terbiasa hidup penuh dengan gelimangan harta, dia seolah ketakutan jika dirinya nantinya harus hidup dalam kemiskinan.


"Mom!" panggil Danish.


Danish menghampiri Debora, tanpa ragu dia langsung memeluk wanita itu. Wanita yang sudah menghadirkan dirinya ke dunia ini, wanita yang sudah mengabaikannya beberapa tahun ini.


"Yes, Boy. Maaf jika Mom harus pergi, Mom janji tidak akan lama. Kalau urusan Mom sudah selesai, Mom akan pulang dan akan membantu Daniela menjaga anak kalian."

__ADS_1


Debora mengatakan hal itu seraya menitikan air matanya, selama ini dia benar-benar merasa bersalah karena sudah mengabaikan putarnya. Karena pada kenyataannya hanya putranya yang begitu menyayangi dirinya.


Bahkan, setelah beberapa hari tinggal bersama dengan Danish dan juga Daniela, dia sangat sadar jika sepasang suami istri itulah yang begitu tulus menyayangi dirinya.


"Hem! Pergilah, Mom. Selesaikan dengan cepat urusan perceraian Mom dengan si bule sialan itu, setelah itu cepatlah pulang ke rumah." Danish ikut menangis karena merasakan tubuh ibunya yang bergetar di dalam pelukannya.


Debora tidak bisa mengatakan apa pun lagi, dia hanya menganggukkan kepalanya di dalam pelukan putranya. Dia menumpahkan kesedihannya, menumpahkan kekesalannya dan menumpahkan rasa bersalahnya di dalam pelukan putranya tersebut.


"Maafkan, Mom. Mom salah, Mon--"


Danish langsung ngomong kasih ucapan dari orang tuanya, karena dia tidak ingin lagi mengingat-ingat kesulitan yang dulu pernah dilalui oleh dirinya ketika ibunya lebih memilih pria lain daripada dirinya.


"Shuuut! Yang lalu jangan diungkit lagi, pergilah dan lakukan yang terbaik. Aku dan Daniela akan menunggu," ucap Danish.


Setelah cukup lama memeluk putranya, setelah merasa begitu tenang. Debora meraih pelukannya, kemudian dia menggenggam tangan Daniela dan juga Danish, lalu menyatukannya.


"Jangan bertengkar selama Mom tidak ada, jaga calon cucu Mom dengan baik."


Daniela dan juga Danish kompak menganggukan kepala mereka, karena tentu saja mereka akan berusaha menjaga calon buah hati mereka.


"Ya, Mom,'' jawab Danish dan juga Daniela bersamaan.


Setelah terjadi obrolan singkat antara Debora dan juga Danish, akhirnya Debora langsung membawa barang bawaannya menuju mobil. Karena dia akan segera pergi ke Bandara.


Awalnya, Danish dan juga Daniela akan mengantarkan Debora menuju Bandara. Namun, wanita itu berkata tidak ingin diantarkan karena takut akan susah untuk pergi.


"Hati-hati, Mom." Danish dan juga Daniela melambaikan tangannya ketika pak sopir mulai melajukan mobilnya Untuk mengantarkan Debora ke Bandara.


Debora membalas lambaian tangan anak dan juga menantunya, lalu dia menaikkan kaca mobilnya karena tidak kuasa menahan tangisnya.

__ADS_1


Debora langsung menangis sesenggukan meratapi nasibnya, dia yang memperjuangkan pria selingkuhannya, tetapi dia juga harus menerima jika dirinya selalu saja diselingkuhi selama menikah dengan suaminya saat ini.


"Maafkan, Mom, Sayang. Seharusnya Mom tidak boleh egois," ucap Debora penuh sesal.


__ADS_2