
Bahkan, dia rela meninggalkan Daniela demi memilih wanita yang dia anggap lebih baik dari kekasihnya. Dave merasa hatinya hancur lebur, tubuhnya seakan terbakar hangus dan kini dia hanya menjadi serpihan abu.
"Jadi, selama ini kamu tidak mencintai aku?" tanya Dave.
Dave benar-benar syok mendengar apa yang dikatakan oleh Darra, dia tidak menyangka jika Darra ternyata tidak mencintai dirinya. Padahal selama ini dia menaruh hati pada wanita itu, dia rela membagi hatinya untuk Daniela dan juga Darra.
Karena kenikmatan yang diberikan oleh Darra secara bertubi-tubi, hal itu membuat Dave buta. Dia tidak pernah menyelidiki dari mana Darra berasal.
"Cinta?" tanya Darra dengan raut wajah sengit.
Tanpa malu Darra mendekati Dave dengan tubuh polosnya, dia bahkan menunjuk-nunjuk dada Dave dengan telunjuk tangannya. Tubuhnya begitu mengkilap dengan keringat, karena pergumulan panasnya dengan om Burhan.
Rambutnya basah dan berantakan karena om Burhan menariknya bak sedang menaiki seekor kuda, bokongnya bahkan memerah karena mendapatkan tamparan dari tangan besar pria tua itu.
Biasanya Dave akan merasa senang melihat Darra berpenampilan seperti itu, tetapi saat ini justru dia merasa jijik. Terlebih lagi saat melihat percintaan panas yang dilakukan oleh Darra dan juga om Burhan, rasanya dia ingin muntah saat itu juga.
"Maksudnya, kamu tidak pernah mencintai aku?" tanya Dave ingin memastikan.
Sungguh saat ini dia belum merasa percaya dengan apa yang dia lihat, dia masih berharap jika ini semua hanyalah mimpi belaka.
"Maaf, Dave. Bercinta di atas tempat tidur adalah pekerjaanku, aku tidak pernah melibatkan hatiku saat bercinta dengan siapa pun. Semuanya aku lakukan demi uang, kecuali dengan kamu. Untuk kepuasanku, karena bercinta dengan kamu, aku tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Hanya kenikmatan saja yang selalu aku rasa," jelas Darra.
Jederr!
Seakan ada petir yang menyambar, dia lebih membela Darra daripada Daniela. Namun, ternyata dia hanya membela seonggok sampah yang tidak berharga.
"Jadi, kita---"
Dave tidak bisa meneruskan ucapannya, dia hanya menatap wajah Darra dengan raut bingung. Dia bingung harus mengatakan apa, yang dia rasakan saat ini tubuhnya sangat lemas tidak bertenaga.
__ADS_1
Darra tersenyum penuh arti ke arah Dave, dia bahkan mengusap dada Dave sampai ke perutnya. Dia juga mengusap milik pria itu yang selalu memuaskan dirinya, milik Dave yang tengah tertidur dengan pulas.
"Kita hanya partner di atas ranjang, jika kamu mau meneruskan hubungan kita, aku mau. Tapi, tidak ada ikatan pernikahan di antara kita. Hanya saling memuaskan saja," jelas Darra.
Dave tidak bisa mengatakan apa pun lagi, dia hanya terdiam seraya menatap nanar ke arah Darra dan juga om Burhan secara bergantian.
Om Burhan yang mulai merasa kesal karena Darra berbicara dengan Dave begitu lama langsung melemparkan bantal ke arah Darra, pria itu tersenyum nakal lalu berkata.
"Om belum keluar, Sayang. Cepatlah naik, Om malas gerak gara-gara pria muda itu. Atau mungkin dia mau ikut gabung? Bolehlah kita main bertiga," ucap Om Burhan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh om Burhan, Darra langsung menghampiri pria paruh baya itu. Lalu, dia naik ke atas tubuh om Burhan seraya mengurut batang berotot milik pria tua itu.
Dave hanya bisa menatap tidak percaya ke arah kedua insan berbeda jenis kelamin itu, bahkan dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Darra sih mau aja, Om. Ngga tau tuh sama dia-nya," ucap Darra seraya menggoyangkan pinggul memamerkan belahan inti tubuhnya kepada Dave yang berada di belakangnya.
Dave semakin syok dengan apa yang dia dengar dan dia lihat, dia baru tersadar jika kelakuan darah benar-benar mencerminkan pekerjaannya sebagai wanita malam.
Bokong bulat itu nampak memerah karena ulah pria tua itu, tetapi Darra tidak merasa kesakitan. Justru dia semakin merasa jika hasratnya terpancing karena ulah pria tua itu.
"Akh!" jerit Darra seraya menggigit bibir bawahnya.
Biasanya jika Dave melihat Darra berkelakuan seperti itu, Dave akan langsung terangsang dan ingin menghentak inti tubuh Darra dengan cepat.
Namun, setelah mengetahui profesi Darra, Dave merasa jijik. Dengan cepat dia keluar dari apartemen milik Darra, dia sudah tidak sudi lagi melihat apa yang sedang dilakukan oleh Darra bersama dengan om Burhan.
Mereka terlihat begitu asik memadu kasih, Darra kembali memompa tubuhnya di atas tubuh pria paruh baya itu. Sedangkan om Burhan nampak meremat kedua dada besar milik Darra dengan kencang, sesekali dia akan menampar dua bongkahan dada Darra yang begitu mirip buah pepaya itu.
Dave memutuskan untuk segera pergi dari sana, dia sudah tidak kuat berlama-lama lagi. Dia takut jika dirinya akan pingsan karena tidak kuat melihat kelakuan dari keduanya.
__ADS_1
"Sialan! Brengsek! Kamu bodoh, Dave. Kamu bodoh! Bisa-bisanya selama ini kamu berhubungan dengan wanita semacam itu," kesal Dave seraya melajukan mobilnya menuju kostnya.
Selama perjalanan menuju kost, tak henti-hentinya pria itu mengumpat. Dia merasa benar-benar dipermainkan oleh wanita seperti Darra, dia merasa benar-benar bodoh karena tidak bisa menilai Darra dari cara wanita itu berpenampilan.
Dave benar-benar merasa menjadi manusia yang super bodoh, karena tidak bisa melihat sorot mata dari Darra. Sorot mata yang mengajarkan aura penuh napsu saat berada di dekatnya.
Tanpa Dave tahu, tentu saja wanita itu mempunyai banyak pesona. Dia bahkan memakai susuk pemikat pada dagu, dada dan juga bokongnya.
Tentu saja hal itu dia lakukan agar bisa menggaet pria-pria kaya, dia bekerja menjajakan tubuhnya tidak sia-sia. Dia bisa mendapatkan banyak uang, dia bisa mendapatkan banyak fasilitas mewah dari setiap servis yang sudah dia berikan.
Walaupun dia harus melayani banyak pria tua, tetapi itu tidak masalah bagi Darra. Uang adalah yang terpenting bagi dirinya, jika sudah memiliki uang yang banyak, dia akan mudah membeli apa pun yang dia inginkan.
Untuk urusan Dave, dia memang begitu menyukai pria yang sudah memiliki kekasih itu. Namun, Darra sama sekali tidak berniat serius untuk menikah dengan pria itu.
Dia menjadikan Dave sebagai pemuasnya, bercinta dengan Dave menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi dirinya. Dia tidak perlu mengeluarkan uang, dia juga tidak mendapatkan uang dari Dave.
Namun, dia mendapatkan kepuasan yang luar biasa dari pria itu. Terlebih lagi saat dia tahu jika Dave ternyata adalah pria yang memiliki gairah seksualitas yang tinggi, itu benar-benar menguntungkan bagi Darra.
"Sial! Dasar wanita jambang!" kesal Dave seraya menjambak rambutnya dengan kasar.
Dia merasa kecewa yang luar biasa, dia merasakan sakit hati yang luar biasa. Dia bahkan merasa jika dirinya benar-benar seorang pria yang sangat bodoh, dia rela mengorbankan Daniela hanya untuk wanita jambang seperti Darra.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah aku harus kembali pada Daniela? Apakah aku harus menikahinya?" tanya Dave dengan bimbang.
Dave mondar-mandir tidak jelas di dalam kamar kostnya, tidak lama kemudian dia membuka lemari pakaiannya. Dia mengambil kartu tabungannya, lalu dia melihat nominal angka yang tertera di dalam kartu tabungan tersebut.
"Lebih baik aku segera menemui Daniela, aku lebih baik bertanggung jawab atas janin yang ada di dalam kandungannya. Aku tidak mau hanya dijadikan sebagai pemuas hasrat oleh Darra," ucap Dave.
Tersungging sebuah senyuman di bibir Dave ketika melihat nominal angka yang tertera pada buku tabungannya, 2 tahun bekerja pada perusahaan besar walaupun sebagai karyawan biasa, ternyata bisa menghasilkan uang yang lumayan besar.
__ADS_1
Dave sangat yakin dengan uang yang dia punya, dia bisa langsung menikahi Daniela. Dia yakin jika Daniela pasti akan menerima lamarannya, tidak ada alasan untuk menolak. Terlebih lagi Daniela kini sedang mengandung anaknya, itulah yang terbersit di dalam pikiran Dave.
"Tunggu aku, Sayang. Aku akan segera datang untuk menikahi kamu," ujar Dave dengan senyum yang mengembang di bibirnya.