
"Tadi malam aku habis olah raga, sangat cape dan juga lelah. Sepertinya aku butuh makan banyak, agar tenagaku cepat pulih. Lagi pula, nanti malam kita akan menikah. Memangnya kamu tidak mau itu lagi?" tanya Dea seraya menaik turunkan alisnya.
"Ya ampun!" ucap Dave seraya mengelus dadanya, dia tidak menyangka jika Dea akan mengatakan hal itu.
Dea langsung tertawa melihat reaksi dari calon suaminya tersebut, dia memang sengaja menggoda Dave. Entah kenapa dia menyukainya. Pada akhirnya Dave memesan 3 porsi makanan, satu porsi untuk dirinya dan dua porsi untuk Dea.
Tidak perlu lama menunggu, karena sepuluh menit kemudian makanan yang dipesan oleh Dave sudah terhidang di atas meja.
"Makanlah yang banyak, jangan sampai kamu beneran pingsan." Dave tersenyum lalu mengacak rambut Dea dengan lembut.
Ah! Dea benar-benar merasa bahagia mendapatkan perlakuan seperti itu dari calon suaminya, Dave dirasa sangat perhatian dan memanjakan dirinya.
Selama ini dia begitu kekurangan kasih sayang dari ayahnya, tetapi baru beberapa saat saja dia bersama dengan Dave, dia bisa merasakan kasih sayang seorang pria yang dia yakini bisa memberikan kasih sayang secara utuh kepada keturunannya nanti.
"Iya, calon suamiku," jawab Dea.
Setelah mengatakan hal itu, Dea dengan cepat melahap makanan yang sudah dipesan oleh Dave. Dia sama sekali tidak menjaga image-nya, dia makan dengan begitu lahap.
"Ya ampun, pelan-pelan makannya. Sampai belepotan kaya gini," ucap Dave seraya mengusap ujung bibir Dea dengan ibu jarinya.
Dea kembali tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu dari Dave, dia merasa beruntung mendapatkan calon suami seperti Dave.
"Habisnya enak," jawab Dea seraya kembali melanjutkan acara makan siangnya.
Dave hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Dea, tidak lama kemudian Dave juga melahap makanannya dengan santai. Karena dia ingin menikmati setiap suapan yang masuk ke dalam mulutnya.
"Enak! Ini sangat enak," ucap Dea dengan senang.
Dea terus saja melahap makanannya, sesekali Dave akan membersihkan makanan dari ujung bibir atau dagu Dea. Namun, walaupun tingkah Dea seperti itu, Dave sama sekali tidak merasa jijik. Justru Dave merasa sangat suka dengan sikap Dea yang tidak jaim seperti itu.
"Jangan ngeliatin aku kaya gitu terus, kamu juga harus makan. Nanti kamu lemes," ucap Dea seraya menatap Dave yang terus saja memperhatikan dia makan.
__ADS_1
"Ah! Iya," jawab Dave.
Dave mulai melahap makanan yang sejak tadi tidak dia sentuh, tetapi baru saja makanan tersebut mendarat sempurna di dalam mulutnya, dia malah tersedak.
Hal itu terjadi bukan karena makanan tersebut terasa begitu padas, tetapi dia melihat seorang wanita cantik dengan baju yang begitu seksi menghampiri dirinya.
Dave dengan cepat meminum air putih untuk meredakan rasa panas di tenggorokan, Dea juga dengan sigap langsung mengelap bibir Dave dengan tisu.
Tanpa malu perempuan itu l langsung duduk tepat di samping Dave, dia langsung mengusap-usap pundak Dave dengan gerakan sensual.
"Hai, Dave. Apa kabar? Sepertinya keadaan kamu sangat baik, kamu terlihat lebih tampan dari terakhir kita bertemu." Wanita itu tersenyum seraya menggigit bibir bawahnya, tangan kanannya bahkan terlihat terulur untuk mengelus paha Dave.
Dave yang merasa tidak nyaman langsung menepis tangan wanita itu, selain merasa tidak nyaman Dave melakukan hal itu karena ingin menjaga perasaan Dea.
"Hentikan, Darra. Hubungan kita sudah berakhir, jangan pernah menyapa aku lagi jika kita bertemu di mana pun!" seru Dave.
Ya! Wanita yang menghampiri Dave tidak lain tidak bukan adalah Darra, wanita yang pernah menjadi selingkuhannya di saat dia berhubungan dengan Daniela.
Darra menjajakan tubuhnya seperti menu makanan enak yang tersedia di sebuah Resto, pemesannya bahkan bisa menikmati makanan tersebut di sebuah ruang private.
"Oh! Sudah berakhir ya? Aku kira kita masih bisa berhubungan, aku lagi free. Kalau kamu mau, kita bisa main di apartemen aku." Darra menawarkan dirinya secara cuma-cuma, dia tidak meminta bayaran kepada Dave seperti biasanya.
Darra merasa jika inti tubuhnya berdenyut seakan ingin dimasuki saat dirinya melihat mantan partner di atas ranjangnya, dia ingin kembali merasakan kejantanan pria itu.
Sudah cukup lama mereka tidak pernah bertemu, sudah cukup lama mereka tidak pernah bergulat dengan penuh hasrat di atas tempat tidur.
"Tidak perlu, karena hubungan kita sudah benar-benar berakhir. Jangan pernah berusaha untuk merayuku lagi," ucap Dave seraya menatap mata Darra dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Belagu sekali, dulu saja kamu selalu memintaku untuk selalu bercinta dengan kamu. Sekarang saja, karena sudah dapat mangsa yang baru kamu---''"
Darra tidak meneruskan ucapannya, dia langsung menolehkan wajahnya ke arah Dea yang sedang menatap Dave dan juga Darra secara bergantian.
__ADS_1
Terus terang saja dia begitu bingung dengan apa yang sebenarnya sedang dibicarakan oleh Darra dan juga Dave, maka dari itu dia hanya menyimak tanpa berbicara apa pun.
Darra nampak memindai penampilan dari Dea, wanita itu terkesan begitu jorok. Karena Dea memang makan menggunakan tangan, bahkan Darra bisa melihat ada sisa sambal pada ujung bibir Dea.
Namun, ketika dia memperhatikan baju yang dipakai oleh Dea, Darra yakin jika baju itu adalah baju bermerek. Darra yakin jika wanita yang ada di hadapannya bukanlah wanita sembarangan.
Hebat sekali, pikirnya. Karena Dave mampu menggaet anak orang kaya setelah melepaskan dirinya, ada rasa tidak rela yang menyeruak ke dalam hati Darra.
"Kamu mangsa barunya, Dave?" tanya Darra seraya memandang remeh ke arah Dea.
Dea sempat mengerikan dahinya setelah mendengar pertanyaan dari Darra, dia langsung memindai penampilan wanita itu.
Baju yang terlihat kurang bahan, dandanan yang begitu menor. Perhiasan yang begitu menonjol, membuat dia berpikir jika wanita yang ada di hadapannya bukanlah wanita baik-baik.
Terlebih lagi ketika dia melihat Dave yang seakan tidak suka dengan kehadiran dari Darra, hal itu memperkuat Dea jika wanita itu adalah wanita pengganggu.
Walaupun pada kenyataannya Dea belum begitu mengenal Dave, tetapi dia yakin jika pria yang akan menjadi suaminya sebentar lagi itu, bersungguh-sungguh untuk membina rumah tangga dengan dirinya.
"Maaf, Nona Cantik. Perkenalkan, aku adalah calon istri Dave. Bukan mangsanya seperti apa yang anda katakan," ucap Dea seraya menjabat tangan Darra.
"Argh!" pekik Darra ketika dia merasakan tangannya panas karena terkena sambal dari tangan Dea.
"Maaf, maaf. Aku lupa kalau aku habis makan sambal," ucap Dea dengan pura-pura menyesal.
"Dasar wanita kurang ajar!" kesal Darra seraya bangun dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Setelah melihat kepergian Darra, Dea langsung menatap wajah Dave dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan. Tidak lama kemudian, Dea berkata.
"Aku ingin mendengarkan penjelasan dari mulut kamu secepatnya," ucap Dea.
Setelah mengatakan hal itu, Dea langsung mencuci tangannya di salah satu wastafel yang ada di Resto tersebut. Lalu, dia langsung keluar dari Resto tersebut dan masuk ke dalam mobil Dave.
__ADS_1
"Apa dia marah?" tanya Dave dengan gusar.