Semalam Denganmu

Semalam Denganmu
Patah hati


__ADS_3

"Ya Tuhan! Jangan-jangan pria itu mau meminta bayaran, aku tidak punya uang banyak. Aduh! Bagaimana ini?" keluh Daniela seraya berjalan dengan cepat menuju kamarnya.


Daniela benar-benar sangat takut jika pria itu akan meminta bayaran karena sudah tidur dengannya, padahal uang tabungannya tidak banyak.


Jika dia memberikan uang tabungannya kepada pria itu, Daniela yakin jika tabungannya pasti akan habis terkuras.


Padahal, awalnya memang dia sengaja mengumpulkan uang. Agar nanti setelah dia menikah dengan Dave, dia bisa membantu pria itu untuk membeli rumah untuk tempat tinggal mereka.


"Nona! Tunggu sebentar, aku ingin bicara!" teriak pria tadi.


Daniela semakin panik, dia langsung berlari agar pria itu tidak bisa berbicara dengan dirinya. Dia benar-benar panik karena takut jika pria itu akan meminta uang bayaran.


Pria itu juga tidak mau kalah, dengan cepat dia mengejar Daniela agar tidak kehilangan sosok wanita yang beberapa hari ini dia cari.


Saat dia terbangun dari tidurnya, dia merasa kaget kala terbangun dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


Terlebih lagi pada saat dia melihat ada bercak darah di atas tempat tidur yang sudah kosong, dia bahkan sangat syok kala melihat baju wanita yang sudah robek dan teronggok dengan mengenaskan di atas lantai.


Memang benar malam itu dia mabuk karena kesal dengan sang ibu yang lagi-lagi berusaha untuk menjodohkan dirinya dengan wanita yang tidak dia kenal, makanya dia meluapkan kesalnya dengan minum sampai mabuk.


Dengan seperti itu dia berharap akan melupakan segalanya, dia ingin melupakan tuntutan ibunya yang selalu saja meminta menantu.


Padahal, usianya baru saja menginjak dua puluh lima tahun. Akan tetapi, dia seakan diperlakukan seperti bujang lapuk oleh ibunya. Hal itu membuat dia sangat kesal.


Sialnya, justru hal itu malah membuat dirinya meniduri seorang wanita yang tidak dia kenal. Parahnya lagi, dia sama sekali tidak mengingat apa yang sudah dia lakukan.


Akan tetapi, dia sangat yakin jika dirinya sudah meniduri seorang perempuan yang masih perawan. Terbukti dari bercak darah yang tertinggal di atas sprei. Ada juga darah bercampur cairan kental yang mengering pada miliknya.


Awalnya saat dia melihat Daniela yang duduk sendirian di atas saung, dia merasa tidak yakin jika wanita itu adalah wanita yang dia tiduri. Karena saat melihat rekaman CCTV, wajah Daniela terlihat begitu kusut dan tidak terlalu jelas.


Akan tetapi, setelah melihat gelagat aneh dari Daniela. Bahkan, saat Daniela sudah berbicara tidak sedangkan dia belum menyelesaikan ucapannya, dia benar-benar yakin jika Daniela adalah wanita yang dia tiduri.


Dengan cepat pria itu mengejar Daniela dan menghalangi langkah wanita itu, bahkan dia langsung mencekal pergelangan tangan Daniela.


"Nona! Tunggu, jika anda memang bukan wanita di malam itu. Aku mohon jangan bersikap seperti orang yang mau aku perkosa," ucap pria itu tegas.


Sengaja dia berkata seperti itu agar Daniela berhenti berlari dari dirinya, tunggu dia hanya ingin bertanya bukan ingin melakukan hal yang tidak-tidak.


Daniela menatap wajah pria itu dengan takut, wajah lelaki yang berada di hadapannya memang begitu tampan. Sayangnya, pria itu terlihat tegas dengan raut wajahnya yang tidak ada senyumnya sama sekali.

__ADS_1


"Maafkan aku, Tuan. Maaf, kalau tingkah aku sudah membuat anda tidak nyaman." Daniela mengatakan hal itu dengan tubuh yang bergetar hebat.


Daniela bisa merasakan hangatnya sentuhan tangan pria itu, hal itu benar-benar mengingatkannya pada malam di mana dia kehilangan keperawanannya.


Menyadari tubuh Daniela yang bergetar dengan hebat, pria itu menjadi kasihan dibuatnya. Dia langsung melepaskan cekalan tangannya.


"Maaf kalau aku bersikap terlalu kasar, habisnya kamu itu tingkahnya aneh. Padahal Aku hanya ingin bertanya, tetapi kamu malah kabur duluan." Pria itu berbicara dengan nada yang sudah diturunkan.


Untuk saat ini dia akan mengalah, tetapi lain kali dia akan mencari tahu tentang siapa Daniela. Jika benar Daniela adalah wanita yang pernah dia tiduri, dia bersumpah tidak akan melepaskan Daniela.


Terlebih lagi saat mereka melakukannya, dia tidak memakai pengaman. Bisa saja di dalam rahim Daniela ada benihnya yang sedang berkembang, pikirnya.


"Tidak apa-apa, aku pamit." Daniela langsung masuk ke dalam kamar penginapannya.


Pria itu hanya bisa menghela napas berat melihat kepergian Daniela, walaupun pada kenyataannya dia masih ingin tahu tentang wanita yang baru saja berlalu dari hadapannya.


"Sepertinya aku harus mencari tahu siapa wanita itu, aku yakin kalau wanita itu adalah wanita yang pernah aku tiduri." Pria itu segera pergi dari sana, dia takut Daniela akan keluar lagi dari kamarnya dan merasa tidak nyaman saat melihat dirinya.


Namun, walaupun seperti itu. Pria itu berjanji akan mencari tahu tentang identitas Daniela. Karena pria itu sangat yakin jika penglihatannya tidak salah.


Keesokan harinya.


"Ya Tuhan, kenapa aku sial sekali dari kemarin?" tanya Daniela dengan lirih.


Saat tiba di kostan, Daniela langsung tertidur dengan pulas. Karena saat di penginapan dia benar-benar tidak bisa tidur, dia takut jika pria yang tidur bersama dengannya akan datang dan meminta bayaran kepada dirinya.


Pukul satu siang dia bangun dan segera bersiap untuk bekerja, tentunya sebelum itu dia mengecek ponselnya terlebih dahulu.


Daniela tersenyum getir ketika mendapati ponselnya yang begitu sepi, tidak ada satu pesan pun yang dikirimkan oleh Dave untuk dirinya.


Padahal, biasanya pria itu akan mengirimkan pesan sampai dia sendiri merasa bosan untuk membalas pesan dari kekasihnya itu.


"Sudahlah Daniela! Jangan pernah memikirkan Dave lagi, anggaplah hubungan kalian sudah berakhir. Pria seperti Dave tidak pantas untuk dipertahankan," ucap Daniela seraya mengusap air matanya.


Satu minggu telah berlalu, setiap hari pekerjaan Daniela hanya bekerja di Resto. Jika ada waktu luang dia akan menangis, lalu berakhir dengan tidur karena tubuhnya begitu lelah.


Bahkan, tubuhnya kini semakin kurus. Karena wanita itu terlalu banyak pikiran. Belum lagi rasa sakit hati yang dia derita, membuat dirinya seakan tidak bersemangat untuk menjalani hari-harinya.


Seharusnya Daniela menemui Dave dan memutuskan hubungan dengan pria itu secara langsung, tetapi karena rasa kecewanya yang teramat besar, Daniela memutuskan untuk tidak menemui Dave sama sekali.

__ADS_1


Pria itu merupakan lelaki pertama yang begitu peduli kepada dirinya, Dave adalah sosok pria yang memberikan perhatian lebih di saat dirinya benar-benar terpuruk kala kehilangan kedua orang tuanya.


Maka dari itu Daniela memutuskan untuk tidak bertemu dengan Dave, dia takut hatinya melemah kembali. Dia takut malah tidak bisa mengucapkan kata putus ketika berhadapan dengan Dave


"Ya Tuhan, kenapa nasibku sial terus?" tanya Daniela seraya menatap pipinya yang semakin tirus dari pantulan kaca.


Karena tubuhnya merasa lelah, bahkan hati dan juga pikiran yang ikut melemah. Daniela memutuskan untuk tidur saja, karena memang waktu juga sudah hampir tengah malam.


Namun, baru saja dia hendak memejamkan matanya. Dia mendengar ada suara berisik dari arah depan kostannya, Daniela menghela napas berat, kemudian dia kembali bangun dan segera keluar dari kamar kostnya.


Walaupun matanya terasa berat dan ingin segera terpejam, tetapi dia merasa sangat penasaran dengan apa yang terjadi di luar sana. Dia mengikat rambutnya secara asal dan keluar dari dalam kamarnya.


"Happy Birthday, Sayangku yang cantiknya ngga ketulungan," ucap Dave seraya membawa kue ulang tahun dengan lilin angka 21 di atasnya.


Daniela berdiri mematung mendapatkan kejutan seperti itu dari Dave, sungguh dia bingung harus mengatakan apa dan berlaku seperti apa.


Kejutan ini memang dia rasa sangat manis, tetapi hatinya kini sedang teriris oleh luka yang ditorehkan pria tampan di hadapannya.


Selama satu minggu ini Daniela begitu sibuk meratapi kesedihannya, selama satu minggu ini Daniela menikmati masa patah hatinya.


Dia sampai tidak ingat jika malam ini adalah malam ulang tahunnya, yang dia ingat dan dia rasa hanyalah sakit yang luar biasa dengan apa yang sudah Dave lakukan terhadap dirinya.


Di sana bahkan bukan hanya ada Dave, tetapi ada beberapa teman kost dari Dave yang datang. Ada yang membawa bunga, ada yang membawa cokelat dan bahkan ada yang membawa makanan kesukaan dari Daniela.


"Sayang, kok malah diam saja? Maaf kalau selama satu minggu ini aku tidak memberikan kamu kabar, hal itu aku lakukan karena ingin memberikan kejutan untuk kamu," ucap Dave seraya menghampiri Daniela.


Daniela bergeming, wanita itu terlihat begitu bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Hanya matanya yang terlihat bergerak untuk menatap Dave dan juga teman-temannya yang datang secara bergantian.


"Sepertinya cewek elu syok banget deh dikasih kejutan, makanya dia hanya diam saja." Salah satu teman Dave berkata seraya menyenggol lengan Dave.


Awalnya Dave juga beranggapan seperti itu, tetapi ketika dia melihat Daniela menangis, perasaan Dave menjadi berubah.


Entah kenapa dia merasa jika kekasihnya bukan menangis karena bahagia, sorot matanya bahkan menyiratkan luka yang mendalam.


"Sayang kamu kenapa, hem?" tanya Dave dengan perasaan campur aduk.


Daniela menatap wajah pria di hadapannya dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan, Hal itu benar-benar membuat Dave ketakutan.


"Dave, aku---"

__ADS_1


__ADS_2