
Hari pertama menjadi suami istri benar-benar dihabiskan untuk bercinta oleh Daniela dan juga Danish, kedua insan rupawan yang baru meresmikan hubungan mereka mencari pasangan halal itu tiada hentinya dan tiada bosannya melakukan percintaan panas di atas tempat tidur.
Sebenarnya Danish ingin melakukan gaya baru di dalam bercinta, misalkan bercinta di atas sofa atau mungkin bercinta di atas meja.
Sayangnya, dia masih sangat ingat jika istrinya kini sedang mengandung buah hatinya. Maka dari itu Danish tidak berani macam-macam, yang terpenting sudah mendapatkan kenikmatan yang luar biasa itu sudah cukup baginya.
Mereka berhenti bercinta pada saat malam tiba, itu pun karena Daniela mengeluh lelah dan perut bagian bawahnya terasa keram.
Karena takut sesuatu hal yang tidak ia diinginkan terjadi, akhirnya Danish pun memutuskan untuk mengajak istrinya beristirahat.
Bahkan, Danish berencana untuk memeriksakan kondisi kehamilan Daniela esok harinya. Karena dia takut terjadi sesuatu hal terhadap calon buah hatinya, tentu saja Daniela setuju karena itu demi kepentingan calon buah hati mereka.
"Sekarang tidurlah, Sayang. Ini sudah sangat malam, besok kita akan ke Rumah Sakit," ucap Danish.
Pria itu terus saja memeluk istrinya dengan begitu erat dan begitu posesif, seperti Daniela akan pergi ke mana saja. Padahal, mereka hanya merebahkan diri di atas tempat tidur dengan tubuh polos mereka yang saling menempel.
"Iya, Mas," jawab Daniela seraya mengusakkan wajahnya pada dada suaminya.
Kedua insan yang sedang merasakan kebahagiaan yang luar biasa itu nampak saling memeluk setelah percintaan panas mereka berakhir, tidak ada lagi kata-kata yang keluar dari bibir mereka.
Berbeda dengan Dave, pria itu kini sedang bersedih. Ternyata pria itu pergi ke KUA untuk menyaksikan pernikahan Daniela dan juga Danish dari kejauhan, karena dia merasa penasaran.
Hatinya benar-benar perih mengetahui Daniela yang sudah menjadi milik pria lain, Dave bahkan tidak pergi bekerja. Seharian ini dia malah melamun di tepi Danau, Dave sudah seperti orang linglung.
Setelah malam menjelang, Dave memutuskan untuk pulang. Namun, sial bagi dirinya mobil miliknya ternyata mengalami bocor ban.
"Ya ampun, bagaimana aku bisa pulang jika bannya bocor seperti ini!?" keluh Dave.
Ingin rasanya Dave pulang naik taksi, tetapi Dave hanya orang biasa. Bukan orang kaya yang memiliki mobil mewah dan bisa meminta anak buahnya untuk memperbaiki mobil tersebut.
Dia takut mobilnya akan hilang jika ditinggal di sana, karena suasananya memang sangat sepi. Akhirnya Dave memutuskan untuk mengganti bannya sendiri, walaupun terasa berat dan juga penat.
Badan dan hatinya sudah lelah, dia ingin sekali beristirahat. Akan tetapi, karena ban mobilnya bocor, akhirnya dia memutuskan untuk mengganti ban mobilnya sendiri. Barulah setelah itu dia akan pulang dengan menggunakan mobilnya.
"Sial!" kesal Dave.
Setelah dia berhasil mengganti ban mobil miliknya, dia terlihat begitu lelah. Keringat mengucur di mana-mana, bahkan ada kotoran yang menempel di dahinya. Namun, dengan cepat dia membersihkannya.
"Sebaiknya aku cepat pulang, mandi dan beristirahat," ucap Dave dengan wajah lelahnya.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Dave membuka pintu mobilnya lalu dia duduk di balik kemudi. Di saat dia hendak memasukkan kunci mobilnya, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang masuk begitu saja ke dalam mobilnya.
Wanita itu terlihat mabuk, dia bahkan masuk ke dalam mobil Dave tanpa menggunakan sendal ataupun sepatu. Wanita itu benar-benar terlihat sangat kacau.
Wajahnya nampak kusut, baju yang dia pakai sangat seksi. Namun, rambutnya nampak acak-acakan. Dia seperti wanita yang sedang patah hati, pikir Dave.
"Hei! Jangan asal masuk-masuk aja, pergi sana! Ini bukan taksi," usir Dave.
Wanita itu nampak memandang wajah Dave dengan senyum konyol di bibirnya, dia bahkan menunjuk-nunjuk wajah Dave dengan jari telunjuknya. Hal itu membuat Dave merasa kesal luar biasa.
"Bagus dong kalau bukan taksi, aku ikut pulang ya, ke rumah kamu?" pinta wanita itu dengan raut wajah yang menyebalkan.
Dia merasa harinya benar-benar sial, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah kecewa karena menyaksikan pernikahan Daniela, kini dia harus bertemu dengan wanita gila.
"Ck! Tidak bisa seperti itu! Kamu cepatlah keluar, aku tidak ingin memberikan kamu tumpangan," kesal Dave.
Wanita itu terlihat begitu kesal mendapatkan kata usiran dari Dave, dia malah mendekatkan tubuhnya ke arah pria yang sedang patah hati itu.
"Ngga mau!" ucap wanita itu seraya menggelengkan kepalanya dengan bibir yang mengerucut.
Wanita itu bahkan tanpa ragu mendekati dan memeluknya dengan begitu erat, lalu dia mendongakkan kepalanya dan langsung memagut bibir Dave dengan begitu rakus.
"Ya ampun, kamu itu seorang perempuan. Kenapa kamu seperti lelaki hidung belang yang haus akan belaian!" kesal Dave seraya mendorong tubuh wanita itu sampai terpentok ke pintu mobil.
"Sakit bodoh!" teriak wanita itu dengan begitu kencang.
Dave begitu kaget mendengar teriakan dari wanita itu, dia bahkan sampai menutup telinganya karena wanita itu memiliki suara yang begitu cempreng.
"Kamu cepetan turun dari mobil aku, kalau nggak aku bakalan dorong kamu sampai jatuh tersungkur ke atas aspal!" ancam Dave.
Wanita mabuk itu tertawa, lalu dia menegakkan tubuhnya dan memukul-mukul dada Dave. Wanita itu seperti layaknya orang gila, Dave sampai merasa tidak tahan dibuatnya.
"Berhenti! Atau aku akan benar-benar bersikap kasar ke padamu," ucap Dave dengan tegas.
Wanita itu menghentikan pukulannya, lalu dia menatap Dave dengan tatapan konyolnya. Bahkan, dia menggigit bibir bawahnya seraya mengusap-usap dadanya yang tidak terlalu besar.
"Mau dong dikasarin, yang keras ya? Biar masuknya enak, hihihi," ucap wanita itu seraya cekikikan.
Suara cemprengnya membuat Dave tidak tahan, di malam yang indah tetapi kelabu ini, Dave merasakan bertemu dengan saingannya kuntilanak.
__ADS_1
Dave benar-benar frustasi mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu, dia tidak menyangka jika malam ini dia akan begitu sial.
"Berhenti tertawa, wanita bodoh!" teriak Dave.
Wanita itu menghentikan tawanya, lalu dia menatap Dave dengan tatapan tidak suka. Namun, tidak lama kemudian wanita itu merubah ekspresinya seperti wanita yang begitu nakal.
"Pria munafik, mau dikasih enak tidak?" tanya wanita itu dengan tatapan yang begitu menggoda.
Dave langsung membulatkan matanya dengan sempurna, bahkan bibinya terlihat menganga lebar mendengar pertanyaan dari wanita itu. Wanita di hadapannya benar-benar gila dan bisa membuatnya ikutan gila, pikir Dave.
"Ngga usah!" tolak Dave.
Wanita itu malah tertawa mendengar jawaban dari Dave, tanpa ragu dia bahkan langsung naik ke atas pangkuan Dave dan menggoyangkan pinggulnya dengan gerakan erotis.
"Akh! Gila, dasar wanita gila! turun, ngga?" teriak Dave.
Wanita itu tertawa dengan pinggulnya yang terus saja bergoyang, bahkan tangan wanita itu dengan nakalnya meremat kedua dada Dave dengan kedua tangan mungilnya.
"Masukin aja, aku tau kamu pengen. Soalnya punya kamu udah keras banget," ucap wanita itu.
Kembali Dave mendorong wanita itu dengan kasar, karena dia benar-benar tidak tahan dengan perlakuan wanita itu. Walaupun pada kenyataannya dia memang tergoda dan miliknya kini sudah berdiri dengan tegak.
Wanita itu memekik dengan berlebihan, padahal tubuhnya tidak terpentok apa pun. Namun, wanita itu seolah-olah begitu kesakitan.
Wanita itu nampak mengedarkan pandangannya, dia tersenyum ketika ada beberapa orang yang sedang berjalan ke arah di mana mobil Dave diparkirkan.
"Kamu tuh jahat! Akunya disakitin terus," keluh wanita itu dengan tangisan yang dibuat-buat.
Dave benar-benar merasa sial karena sudah bertemu dengan wanita yang tidak jelas seperti itu, baru kali ini dia bertemu dengan wanita yang benar-benar dia rasa gila.
"Ngomong apa sih kamu?" seru Dave dengan penuh kekesalan.
"Ah! Tolong! Aku mau--"
Dave langsung membekap mulut wanita itu dengan begitu kasar, karena wanita itu malah berteriak-teriak seperti orang yang sedang disakiti oleh dirinya.
Beberapa orang yang hendak lewat tadi langsung menghampiri mobil Dave, lalu mereka menggedor-gedor pintu mobil milik pria itu. Mau tidak mau Dave langsung menurunkan kaca mobilnya.
"Ada apa, ya?" tanya Dave
__ADS_1
"Justru kami yang harus bertanya, sedang apa kalian di dalam mobil? Kenapa tadi terdengar suara seorang wanita berteriak-teriak?" tanya salah satu dari mereka seraya melongokkan wajahnya ke a dalam mobil Dave.
"Eh? Anu itu---"