Semalam Denganmu

Semalam Denganmu
Obrolan Anak Dan Ibu


__ADS_3

Pekerjaan yang awalnya begitu menumpuk akhirnya bisa dikerjakan dengan cepat, tentu saja hal itu terjadi karena ada Dave yang membantu Danish dalam bekerja.


Pada pukul lima sore, Danish langsung mengajak Dave untuk pulang ke rumahnya. Awalnya Dave sempat menolak karena dia merasa tidak enak hati kepada Daniela, terlebih lagi dia sempat menyakiti dan menyia-nyiakan wanita itu.


Rasanya dia tidak berani bertemu dengan Daniela, dia juga merasa tidak enak jika nantinya harus berada di satu tempat yang sama bersama dengan mantan kekasihnya itu.


Karena saat bertemu tadi siang saja Daniela bersikap begitu jutek kepada dirinya, kita harus bertemu kembali dengan wanita itu, rasanya dia begitu enggan.


Namun, setelah Danish mengatakan jika dia perlu pulang dan mempersiapkan diri terlebih dahulu, akhirnya Dave setuju untuk pulang ke kediaman atasannya tersebut.


Terlebih lagi Danish berkata akan memberikan baju baru untuk pria itu, agar penampilan pria itu lebih menarik lagi. Tentu saja Dave setuju, karena baju yang diberikan oleh atasan itu pasti baju yang mahal.


"Yang, Mas pulang." Danish membuka pintu utama dan menyapa istrinya ketika masuk ke dalam rumah tersebut.


Daniela yang memang sudah menunggu suaminya ternyata tersenyum dengan lebar, dia merasa senang karena Danish bisa pulang saat sore hari tiba. Padahal pria itu berkata akan pulang telat, karena pekerjaan sangat banyak.


"Akhirnya kamu pulang juga, aku kangen." Daniela langsung menghampiri Danish dan memeluk pria itu.


Dia memeluk suaminya dengan raut bahagia di wajahnya, tetapi tidak lama kemudian dia nampak cemberut ketika melihat Dave berada di belakang suaminya.


"Untuk apa dia datang ke sini?" tanya Daniela dengan ketus.


Entah kenapa dia tidak menyukai Dave, padahal dulu dia begitu memuja pria itu. Bahkan, Daniela mencintai pria itu seperti orang bodoh. Sudah disakiti berkali-kali pun dia masih setia kepada pria itu, dia masih berharap jika pria itu akan berubah menjadi pria yang lebih baik.


"Dave mau melamar Dea, kita akan menjadi pengantar untuk calon suami dari Dea ini." Danish mengusap puncak kepala istrinya setelah dia menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh Dave.


Daniela semakin cemberut mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya, dia merasa jika jalan hidup dari mantan kekasihnya itu begitu lurus dan terlihat sangat baik.


Padahal, pria itu dulu begitu menyakiti dirinya. Bahkan, dengan teganya pria itu berselingkuh di belakangnya. Mencampakkan dirinya demi Darra, seharusnya pria itu mendapatkan ganjaran yang begitu perih


Karena biasanya seorang pendosa itu akan mendapatkan ganjaran yang sangat pedih, tetapi mengapa Dave malah mendapatkan seorang wanita yang dianggap baik dengan kasta yang tinggi, pikirnya.


"Kok cemberut?" tanya Danish.

__ADS_1


"Aku cuma merasa aneh aja, orang jahat kaya dia kok bisa mendapatkan kebaikan?" tanya Daniela dengan ketus.


"Sayang! Ngga boleh ngomong gitu, setiap orang yang mau berubah menjadi orang yang baik, pasti akan diberikan jalan yang baik juga oleh Tuhan." Danish langsung menuntun istrinya untuk masuk ke dalam kamar utama.


Tentunya sebelum dia pergi, Danish sempat menolehkan wajahnya ke arah Dave. Pria itu tersenyum dengan hangat lalu berkata.


"Masuklah ke dalam kamar tamu, mandi dan beristirahatlah sebentar. Nanti selepas salat maghrib kita akan langsung berangkat ke rumah Dea, untuk bajunya nanti akan ada pelayan yang mengatakan." Danish tersenyum hangat, berbeda dengan Dave yang terlihat tersenyum canggung.


Bagaimana dia bisa tersenyum dengan senang saat melihat mantan kekasihnya yang menatap dirinya dengan tajam, Dave benar-benar merasa tidak enak hati terhadap Daniela.


Karena walau bagaimanapun juga dia pernah menyakiti hati wanita itu, wanita yang sampai saat ini masih dia cintai. Namun, dia akan berusaha untuk melupakan wanita itu.


Dia akan memulai kehidupan barunya dengan Dea, wanita yang dia yakini baik dan bisa menyempurnakan kehidupannya di kehidupan yang akan datang.


"Iya, Tuan," jawab Dave.


Setelah mengatakan hal itu Dave langsung melangkahkan kakinya menuju kamar tamu, kamar yang sudah ditunjukkan oleh Danish.


Berbeda dengan Danish, pria itu tidak jadi membawa istrinya ke dalam kamar utama. Dia malah melangkahkan kakinya menuju kamar di mana ibunya berada, dia ingin berterima kasih karena sudah membuatkan makan siang untuk dirinya.


"Aku ingin berbicara sebentar dengan mom, boleh?" tanya Danish.


"Boleh, Mas. Boleh banget," ucap Daniela seraya tersenyum hangat.


Dia benar-benar mengharapkan suami dan juga mertuanya bisa berdamai, karena Daniela bisa melihat jika mertuanya begitu tulus ingin berbaikan dengan Danish.


Daniela dengan senang hati menemani suaminya untuk masuk ke dalam kamar Debora, tentu saja sebelum mereka masuk Danish mengetuk pintu terlebih dahulu. Setelah diizinkan untuk masuk, keduanya langsung masuk dan menghampiri Debora yang sedang duduk di atas sofa.


Pada saat tatapan mata mereka bertemu, Debora sempat mengalihkan tatapannya ke arah lain. Dia seolah sedang menyembunyikan sesuatu dari Danish, bahkan dia langsung menyembunyikan ponselnya.


Danish tersenyum kecut melihat tingkah dari ibunya, dia duduk di samping ibunya lalu menarik lembut tubuh tua itu ke dalam pelukannya.


''Jangan bersedih, aku tahu kalau sekretaris suami mom mengirimkan foto kebersamaan mereka. Ada aku dan juga Daniela, Mom nggak usah takut." Danish mengusap lembut punggung ibunya.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh Danish, Debora langsung melerai pelukannya. Kemudian, dia menatap wajah putranya dengan lekat.


"Kamu tahu kalau--"


Debora tidak berani meneruskan ucapannya, dia merasa malu terhadap putranya tersebut. Dia yang bersiku untuk meninggalkan Danish dan juga suaminya, tetapi ternyata pria yang dia bela merupakan pria brengsek yang bisanya menyakiti dirinya.


"Tentu saja, Mom. Selama ini aku selalu mengawasimu, walaupun aku kecewa tapi kamu tetap ibuku."


Debora tidak banyak berbicara lagi, dia kembali memeluk putranya dan menumpahkan kesedihannya di dalam pelukan putarannya tersebut.


"Menangislah, Mom. Biar beban terasa berkurang, besok kamu pulanglah ke rumah suami kamu. Ambil semua aset berharga milikmu, jangan mau hidup menderita dengan pria itu lagi. Hiduplah dengan aku, istriku dan calon buah hatiku," ujar Danish.


"Ya," jawab Debora. "Tapi, apa yang harus Mom lakukan?" tanya Debora.


Danish merasa sedih melihat keadaan ibunya saat ini, dia tahu jika ibunya saat ini sedang kebingungan. Dia tahu jika saat ini ibunya sedang dilanda dilema, antara harus melanjutkan rumah tangganya atau mengakhirinya.


"Berpisah dengan pria itu, lalu kamu ambil hak kamu dan pulanglah ke sini," jawab Danish.


Untuk sesaat Debora terdiam mendengar ucapan yang dikatakan oleh putranya, tetapi tidak lama kemudian dia menganggukkan kepalanya. Karena apa yang dikatakan oleh putranya adalah hal yang terbaik.


Dia bisa berpisah dengan pria itu, lalu dia bisa pulang dan berkumpul dengan anak menantu serta cucunya kelak. Pasti rasanya akan sangat bahagia berkumpul dengan anaknya sendiri, daripada harus bersatu dengan pria yang selalu menyakitinya tanpa henti.


"Ya," jawab Debora lagi.


Setelah terjadi obrolan singkat di antara keduanya, akhirnya Danish keluar dari dalam kamar tersebut bersama dengan istrinya.


Selepas kepergian putranya, dia mulai berpikir jika dirinya harus memberikan pelajaran terlebih dahulu sebelum bercerai dengan suaminya yang sekarang.


Dia harus memberikan pelajaran kepada suaminya, dia harus membelikan pelajaran kepada wanita yang sudah berani-beraninya merebut suaminya dari sampingnya.


Sebelum Danish datang, tanpa malu wanita yang berprofesi sebagai sekretaris suaminya itu mengirimkan fotonya bersama dengan suami Debora. Foto di mana mereka berdua sedang bercinta di dalam kantor, bahkan wanita itu mengirimkan video percintaan panas mereka saat di apartemen wanita itu.


Tentu saja Debora akan menyimpan video tersebut, hal itu bukan untuk menyakiti dirinya. Namun, video itu akan dia jadikan bukti untuk menggugat cerai ke pihak pengadilan.

__ADS_1


"Aku harus kuat! Aku tidak boleh lemah, sudah cukup kesalahan yang aku lakukan selama ini. Aku harus menyelesaikan semuanya dan kembali kepada putraku," ucap Debora dengan sedih karena dia sudah sadar jika apa yang dia lakukan selama ini adalah hal yang salah.


__ADS_2