Semalam Denganmu

Semalam Denganmu
Bagaimana Jika Aku?


__ADS_3

Dave merasa begitu sedih dan juga kecewa, karena ternyata Daniela mengandung janin dari pria lain. Padahal, dia sempat mengira jika janin yang rada di dalam kandungan Daniela adalah miliknya.


Dia bahkan sempat merasa syok saat tahu jika malam itu bukan dia yang tidur dengan Daniela, melainkan Danish.


Kini dia kebingungan harus melakukan apa, jika dia pergi untuk menemui Darra, rasanya dia sudah mual untuk bertemu dengan wanita itu kembali.


Wanita jambang yang terlihat begitu cantik dengan segala pesonanya, tetapi ternyata mampu membutakan matanya. Semenjak mengenal wanita itu, Dave seakan terbius oleh goyangan maut wanita itu.


Kini, setelah melihat sendiri apa yang dilakukan oleh Darra di depan matanya, Dave baru sadar jika Darra bukanlah wanita super baik yang mampu mengubah hidupnya ke arah lebih baik.


Jika sudah seperti ini, Dave rindu masa-masa di mana dia berdekatan dengan Daniela. Dave rindu wanita polos yang terkadang selebor tapi mampu membuat hatinya bahagia.


Ingin rasanya Dave pergi untuk menemui Daniela, tetapi sudah dapat dipastikan jika wanita itu tidak akan mau bertemu lagi dengan dirinya. Terlebih lagi ayah dari janin yang Daniela kandung adalah bos di mana tempat Dave bekerja.


Rasanya, untuk bersaing dengan Danish adalah hal yang tidak mungkin. Walaupun Dave mau menerima janin yang berada di dalam kandungan Daniela, belum tentu wanita itu mau menerima dirinya.


"Ah, Sial! Kenapa jadi serumit ini?" tanya Dave dengan frustasi.


Dave yang kebingungan memutuskan untuk pergi ke sebuah Danau yang ada di pinggiran kota, dia ingin menenangkan dirinya.


Saat tiba di sana, dia duduk termenung seraya melemparkan batu ke arah Danau. Tatapan matanya terlihat kosong, pikirannya menerawang jauh entah ke mana. Dave terlihat seperti orang linglung, kini dia tidak tahu harus melakukan apa.


Berbeda dengan Daniela dan juga Danish, kini keduanya sedang beradu mulut. Bukan bertengkar, melainkan mereka sedang berciuman dengan begitu panasnya.


Entah siapa yang memulainya, tetapi kini Daniela sedang berada di atas pangkuan Danish. Wanita itu mencumbui bibir Danish dengan begitu berhasrat, bahkan tangan kanannya terlihat menjambak rambut pria itu.


Tangan kirinya seolah tidak mau kalah, tangan itu mengusap rahang Danish sampai ke dada pria itu. Danish yang menyukainya tidak melarang apa yang dilakukan oleh Daniela, justru dia juga membalas apa yang sudah Daniela lakukan terhadap dirinya.


Tangan kanan Danish sibuk menahan punggung Daniela agar tidak jatuh dari pangkuannya, sedangkan tangan kiri Danish terlihat meremat kedua dada Daniela secara bergantian.


Dada Daniela memang dirasa. begitu menggoda, ukurannya bahkan dirasa. lebih besar dari sebelumnya. Hal itu membuat Danish semakin bersemangat untuk menjamah dada wanita itu.

__ADS_1


"Emph!" lenguh Daniela yang keenakan dengan apa yang dilakukan oleh Danish.


"Daniela, ayo kita menikah. Aku tidak akan tahan kalau begini terus? Atau, kamu mau kita melakukan ini tanpa hubungan yang jelas?" tanya Danish seraya mengusap inti tubuh Daniela yang masih terbungkus rapi dengan pelindungnya.


Daniela menutup matanya dengan kuat, dia bahkan menggigit bibir bawahnya karena rasa yang timbul dari sentuhan Danish.


"Aku sih mau nikah sama kamu, tapi... aku tidak mengenal keluarga kamu."


Danish memang merupakan pria yang baik, Daniela bisa merasakan hal itu. Namun, dia sama sekali belum mengenal keluarga dari pria itu. Dia takut jika keluarga Danish adalah keluarga yang jahat.


Dia sangat takut jika dia menikah dengan Danish, maka hidupnya akan sengsara. Akan ada mertua dan adik ipar yang jahat dan sudah menanti dirinya untuk disiksa.


"Kamu tuh pikirannya udah negatif aja," keluh Danish.


Daniela mengerucutkan bibirnya, rasanya sangat wajar jika dia berpikiran negatif. Karena Danish tidak pernah membahas tentang keluarganya.


Pria itu hanya mengajak Daniela untuk menikah, tetapi pria itu tidak pernah mengajak Daniela untuk pergi ke rumahnya.


Danish membenarkan dress yang Daniela pakai, karena dadanya sudah mulai terekspos. Dia takut tidak tahan dan akan menggauli Daniela, padahal wanita itu masih kurang sehat.


''Hem, aku tuh punya seorang ibu. Dia sudah menikah kembali karena ayahku sudah tiada, beberapa waktu yang lalu dia sempat pulang dan berusaha menjodohkan aku dengan wanita pilihannya. Tapi aku tidak mau," jelas Danish.


Danish tertawa dalam hatinya, karena perjodohan paksa yang dilakukan oleh ibunya dia malah tanpa sengaja tidur dengan Daniela. Wanita yang kini sedang mengandung benihnya.


"Jadi, kamu saat ini tinggal sendirian di rumah?" tanya Daniela.


Dia tidak menyangka jika orang sekaya Danish ditinggal menikah kembali oleh ibunya, itu artinya Danish tinggal sendirian. Pasti pria itu sering merasa kesepian, pikirnya.


"Tidak sendirian, ada banyak pelayan yang menemaniku," jawab Danish seraya terkekeh.


Daniela yang merasa gemas dengan jawaban dari Danish langsung memukul pundak pria itu, Danish malah terkekeh dibuatnya.

__ADS_1


"Haish! Maksudnya keluarga kamu," ketus Daniela.


Danish tertawa melihat reaksi dari Daniela, dia hanya bercanda dengan berkata seperti itu. Namun, sepertinya Daniela merasa kesal terhadap dirinya.


"Ngga ada, Sayang. Soalnya sekarang mom sedang di luar negeri, ikut papa tiriku," jawab Danish.


Danish memang sering merasa kesepian, dia juga sering merasa kecewa karena ibunya lebih memilih tinggal bersama dengan ayah tirinya.


Satu hal yang membuat dirinya lebih kecewa, setiap ibunya datang untuk menemui dirinya, wanita paruh baya itu selalu saja berusaha untuk menikahkan dirinya dengan wanita pilihannya.


"Kalau begitu kita nikahnya nanti saja setelah mom kamu pulang," usul Daniela.


Sebenernya Danish juga ingin sekali menikah dengan Daniela setelah meminta restu kepada ibunya, tetapi ibunya itu masih lama untuk pulang ke tanah air. Dia takut jika Daniela akan merasa malu, karena semakin hari perutnya akan semakin membesar.


"Dia itu pulangnya masih sangat lama, nanti yang ada perut kamu malah tambah besar. Aku takut kamu akan malu jika berinteraksi dengan orang lain, jadi... mari kita menikah," ajak Danish.


"Kamu yakin mau menikah dengan anak yatim seperti aku?" tanya Daniela.


"Yakin dong, apalagi di sini ada calon buah hati kita." Danish mengusap perut Daniela dengan begitu lembut.


Daniela tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu dari Danish, dia merasa suka dan juga nyaman.


"Tapi, bagaimana kalau ibu kamu tidak setuju jika kamu menikahi aku?" tanya Daniela khawatir.


"Harus setuju, dia harus setuju karena di sini ada calon cucunya." Danish berkata dengan yakin.


Hal itu membuat Daniela merasa yakin jika dirinya harus menikah dengan Danish, pria yang sudah menidurinya dan memberikan calon keturunan untuk dirinya.


Namun, jika mengingat dia belum mengenal Ibu dari Danish, tetap saja ada keraguan di dalam hatinya. Wanita yang sedang mengandung benih dari Danish itu kembali bertanya


"Bagaimana kalau setelah kita menikah Ibu kamu datang dan meminta kamu untuk menceraikan aku?" tanya Daniela.

__ADS_1


__ADS_2