
Selamat malam, Darra. Aku pulang dulu," ucap Daniela seraya memeluk Dave dengan posesif.
Hal itu sengaja Daniela lakukan untuk memanas-manasi Darra, karena hatinya terlanjur sakit ketika melihat Darra yang tiba-tiba datang di acara anniversary jadian mereka yang kedua.
Padahal, Daniela sudah berniat untuk memperbaiki hubungannya bersama dengan Dave. Akan tetapi, hatinya memanas kembali ketika melihat kedatangan dari wanita itu.
Terlebih lagi Darra berpenampilan dengan begitu berani, dia mempertontonkan lekukan tubuhnya dengan balutan dress yang begitu memeluk tubuhnya.
Daniela merasa jika Darra layaknya seperti seorang perempuan malam, jika melepaskan Dave untuk wanita seperti itu. Rasanya Daniela tidak rela, Dave adalah pria baik, menurutnya.
Setelah kepergian Daniela dan Dave, Darra menatap nyalang ke arah pintu Resto. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan begitu kencang. Bahkan, kuku jarinya sampai menancap pada telapak tangannya.
Rasa sakit di tangannya dia abaikan, karena rasa panas sudah menguasai hati dan pikirannya. Dia begitu kesal karena Dave terkesan lebih memilih Daniela daripada dirinya.
"Sialan! Dasar perempuan tidak tahu diri! Lihat saja Daniela, aku akan mendapatkan Dave dengan segera! Kamu pasti akan menangis darah karena dicampakkan oleh Dave," ucap Darra dengan emosi.
Setelah mengatakan hal itu, Darra langsung memakan habis pesanan dari Daniela. Dia baru saja pulang dari pekerjaannya, tentu saja perutnya terasa keroncongan.
Saat dia hendak melakukan makan malam, dia merasa kesal ketika melihat postingan dari Dave yang mengatakan akan mengajak kekasih hatinya untuk pergi ke Resto di mana tempat Daniela bekerja.
Tanpa banyak bicara, Darra langsung pergi ke Resto tempat di mana Dave dan juga Daniela merayakan anniversary mereka yang kedua.
Tentu saja tujuannya ingin mengacaukan apa yang sudah direncanakan oleh Daniela dan juga Dave, sayangnya Daniela seolah tidak terpengaruh oleh kedatangannya.
Di lain tempat.
Setelah Daniela masuk ke dalam mobil bersama dengan kekasihnya, dia langsung diam seribu bahasa. Daniela bahkan seakan begitu enggan untuk menatap Dave.
Dia terus saja memalingkan wajahnya ke arah jendela, dia masih marah tapi tidak bisa meluapkan emosinya. Dia tidak mau asal berbicara dan asal marah, dia berusaha menahan rasa sesak dalam hatinya.
"Sayang, sudah sampai. Dari tadi kamu hanya diam saja, kenapa?" tanya Dave dengan lembut.
Daniela yang sedang asyik dengan lamunannya langsung menolehkan wajahnya ke arah Dave, dia tersenyum hangat lalu berkata.
"Maaf, aku merasa tidak suka aja karena perempuan tadi itu begitu ganjen. Kamu tidak lihat penampilannya sudah seperti perempuan malam, apa kamu tidak mencium bajunya juga terasa sangat aneh? Bau tubuhnya seperti sudah bercampur dengan parfum laki-laki," ujar Daniela.
Sengaja Daniela mengeluarkan unek-uneknya karena dia merasa tidak suka dengan Darra, seharusnya Dave sadar jika Dara mau tidur dengan dia, itu artinya perempuan itu pun bisa tidur dengan pria mana pun.
Entah kenapa, Daniela merasa jika Darra bukanlah wanita yang baik. Wanita itu seperti mendekati Dave karena untuk pelampiasan saja, bukan karena cinta. Seperti dirinya yang begitu mencintai Dave.
__ADS_1
"Masa sih, Yang?" tanya Dave dengan kaget.
Dia tidak memperhatikan hal itu, yang dia tahu Dara itu perempuan cantik dan juga bisa memuaskan dirinya di atas ranjang.
Walaupun memang saat dia melakukannya dengan Darra, wanita itu sudah tidak perawan. Tidak ada jeritan kesakitan, hanya ada ******* kenikmatan ketika dia pertama bertemu dengan Darra di Puncak saat berlibur bersama dengan teman kerjanya.
Malam itu mereka memang baru saja bertemu, tetapi suasana yang dingin dengan obrolan yang pas, membuat mereka terhanyut dalam kenikmatan yang sampai saat ini masih mereka lakukan.
"He'em, apa kamu tidak menciumnya?" tanya Daniela.
Dave langsung mengibas-ngibaskan kedua telapak tangannya, tidak mungkin dia mengatakan hal yang akan membuat Daniela curiga.
Dia berusaha mengatakan jika dirinya tidak mengenal Darra, karena tidak ingin hubungannya dengan Daniela terancam putus.
"Eh? Buat apa aku mencium bau tubuhnya, kamu adalah kekasih aku. Jadi, yang pantas aku cium itu cuma kamu," ucap Dave seraya membuka sabuk pengamannya.
Lalu, dengan cepat Dave menyatukan bibirnya pada bibir kekasihnya. Bibir yang selalu menjadi candu untuknya, walaupun dia tidak bisa mencicipi tubuh Daniela.
Awalnya Daniela ingin menolak ciuman bibir dari kekasihnya itu, karena dia sedang tidak ingin melakukan hal itu. Dia masih kesal terhadap Dave, kekasihnya.
Akan tetapi, setelah tangan kanan kekasihnya mulai mengelus tengkuk lehernya, bahkan tangan kiri Dave mengelus lembut paha dari Daniela, perempuan yang sudah tidak gadis itu langsung membalas tautan bibir dari kekasihnya itu.
"Sudah malam, aku masuk dulu. Kamu pulang gih, terima kasih untuk malam ini. Jangan pergi ke mana-mana dan jangan ajak wanita lain ke kostan kamu," ujar Daniel setelah tautan bibir mereka terlepas.
Dave mengerjapkan matanya karena merasa kaget dengan apa yang diucapkan oleh Daniela, tetapi dia berusaha untuk bersikap setenang mungkin.
Dia tidak mau membuat Daniela curiga, dia tidak boleh menampakan kecemasannya. Karena takut jika Daniela tahu jika dirinya sudah berselingkuh dengan Darra.
"Eh? Mana ada aku kaya gitu, aku tuh paling setia. Kamu ngga usah takut, besok malam aku ke kostan kamu ya. Kita makan malam bareng," ajak Dave.
Dave akan membawa makanan kesukaan dari kekasihnya, dia akan memperbaiki hubungannya dengan Daniela. Dia sudah lelah berselingkuh dengan Darra.
Daniela hanya bisa menghela napas berat mendengar apa yang dikatakan oleh kekasihnya, karena dia begitu bingung harus bersikap apa.
"Iya, aku masuk dulu." Daniela membuka sabuk pengamannya lalu turun dari mobil Dave.
Daniela masuk ke dalam kamar kostnya dan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, dia memejamkan matanya untuk menahan amarah yang bergejolak di dalam dadanya.
Walau bagaimanapun juga dia adalah manusia biasa, dia memiliki emosi yang besar. Hanya saja, dia berusaha untuk menahan emosi tersebut.
__ADS_1
"Ayolah Daniela, kamu harus semangat. Kalahkan si ular derik itu, Dave kekasih kamu. Dia pria yang selalu ada untuk kamu dan selalu berusaha untuk membahagiakan kamu!" ucap Daniela menyemangati dirinya.
Setelah mengatakan hal itu, Daniela langsung bangun dan masuk ke dalam kamar mandi. Karena, dia ingin membersihkan tubuhnya.
Dia merasa lelah dengan apa yang sudah dia hadapi saat ini, dengan mengguyur tubuhnya menggunakan air dingin, dia merasa jika hidupnya akan terasa lebih baik.
"Semoga esok hari akan lebih baik, selepas pulang bekerja, aku akan menemui Dave. Sepertinya makan di luar akan terasa lebih baik," ucap Daniela sebelum terlelap dalam tidurnya.
Keesokan harinya.
Setelah Daniela bekerja seharian, dia memutuskan untuk pergi ke kantor tempat di mana Dave bekerja. Dia ingin mengajak pria itu untuk pergi bersama, dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Dave.
"Sudah rapi, sudah cantik dan sudah wangi," ucap Daniela seraya menatap wajahnya di depan cermin.
Teman Daniela yang melihat akan hal itu langsung menghampiri sahabatnya, dia berdehem beberapa kali lalu dia pun berkata.
"Cie yang mau ke tempat ayang, pengennya buru-buru ketemu aja. Buruan pergi, keburu jam 5 loh," goda Debi kepada Daniela.
Dave biasa pulang kerja pukul 5 sore, beruntung hari ini Daniela masuk shift pagi. Sehingga pukul 4 sore dia sudah boleh pulang, sebelum pergi tentu saja dia menyempatkan diri untuk mengganti baju.
Dia juga memakai parfum dan merapikan riasannya, dia tidak ingin terlihat jelek di mata kekasihnya.
"Apaan sih?" ucap Daniela tersipu.
Setelah mengatakan hal itu, Daniela langsung pergi ke tempat Dave bekerja. Dia sengaja memesan ojek online agar bisa cepat sampai.
"Terima kasih, Pak."
Daniela memberikan ongkos kepada Kang ojek lalu berjalan dengan cepat menuju halaman kantor tempat di mana Dave bekerja.
Daniela benar-benar sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya, dia ingin mengajak Dave makan di tempat favorit mereka
"Semoga saja Dave senang karena aku sudah menemuinya dan aku su--"
Ucapan Daniela terhenti ketika dia melihat Dave sedang tertawa dengan begitu riangnya bersama dengan seorang wanita yang sangat dia kenal.
Dave bahkan tanpa ragu merangkul pundak wanita itu, sedangkan wanita itu nampak memeluk pinggang Dave dengan posesif.
Padahal, di sana banyak teman-teman dari Dave yang sedang melihat interaksi di antara keduanya. Tidak takutkah pria itu jika dari salah satu temannya akan ada yang memberitahukannya kepada dirinya?
__ADS_1
Karena hubungan mereka yang sudah berjalan selama 2 tahun, teman-teman dari Dave bahkan sudah sangat hapal jika mereka adalah sepasang kekasih.
"Dave, kamu dan Darra kenapa bisa bersama?" tanya Daniela lirih dengan air mata yang sudah berurai di kedua pipinya.