
"Daniela!"
Daniela yang sedang memeluk Danish langsung melepaskan pelukannya, lalu dia menolehkan wajahnya ke arah suara yang memanggil namanya.
"Dave! Untuk apalagi kamu ke sini?" tanya Daniela dengan bingung. Karena pria itu datang dengan membawa sebuket bunga di tangan kanannya, sedangkan di tangan kirinya dia memegang kotak kecil berwarna merah hati.
"Aku--"
Dave tersenyum jangan sangat manis, walaupun hatinya merasa was-was dan juga deg-degan ketika dia bersitatap mata dengan Danish, tetapi dia tetap saja menghampiri Daniela.
Saat tiba di hadapan Daniela, Dave meluruhkan tubuhnya. Dia tersenyum dengan sangat manis seraya menatap wajah Daniela dengan penuh harap.
"Daniela, aku minta maaf atas segala kesalahan yang sudah aku lakukan selama ini. Aku mau melamar kamu untuk menjadi istriku, maukah kamu menikah denganku?" tanya Dave.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Dave, Daniela mengerjapkan matanya dengan tidak percaya. Dia bahkan menutup mulutnya dengan Kedua telapak tangannya.
Dulu, dia selalu berharap akan segera dilamar oleh Dave. Walaupun pria itu selalu berkata akan menabung terlebih dahulu, tetapi Daniela selalu berharap jika pria itu akan segera melamarnya walaupun tabungan mereka belum banyak.
Karena menurut Daniela, yang namanya rezeki itu bisa dicari bersama. Mereka bukan orang Korea yang harus menikah setelah hidup mapan, justru mereka hanyalah orang pribumi yang biasa menikah di saat susah dan sukses bersama.
Kini, dia akhirnya bisa dilamar oleh Dave. Namun, bukan rasa bahagia yang dirasakan oleh Daniela. Justru, Daniela merasa jika pria itu melamar dirinya karena sudah kecewa oleh Darra.
Dia merasa jika dirinya hanya dijadikan sebagai cadangan saja oleh pria itu, Daniela tidak merasa bahagia sama sekali. Justru dia merasa sangat miris, karena di saat dia akan menikah dengan Danish, justru Dave datang dengan keinginan yang sudah tidak lagi dia harapkan.
"Daniela, kenapa kamu diam saja? Menikahlah denganku, aku mohon jangan menikah dengan Pak Danish. Kamu belum mengenal dirinya seperti apa, kamu belum tentu bahagia jika menikah dengan dirinya. Jika kamu menikah denganku pasti kamu bahagia, karena kita sudah saling mengenal sejak lama," jelas Dave sedikit menghasut.
Daniela yang mendengar ucapan dari Dave, langsung menolehkan wajahnya ke arah Danish. Dia tatap wajah pria yang sudah membuat dirinya ingin berdekatan dengan pria itu karena pengaruh kehamilannya.
__ADS_1
Danish tersenyum dengan begitu manis ke arah Daniela, pria itu seolah berkata jika dia percaya dengan apa yang akan Daniela putuskan.
Danish yakin jika Daniela bukanlah wanita yang bodoh, dia tidak mungkin memilih pria lain untuk menjadi ayah dari calon buah hati mereka.
"Daniela, Sayang. Apakah kamu mau menikah denganku? Kenapa kamu diam saja?" tanya Dave.
Daniela menghela napas berat, sungguh dia tidak paham dengan pemikiran dari Dave. Kenapa dia malah datang melamar dirinya di saat yang tidak tepat, di saat dirinya sudah memutuskan untuk menikah dengan Danish.
Lagi pula, apakah Dave tidak sadar jika dia sudah mengecewakan Daniela secara berulang-ulang? Apakah Dave tidak sadar sudah membuat hatinya hancur berkeping-keping karena berselingkuh dengan Darra?
Satu hal lagi yang paling penting, apakah Dave tidak sadar jika dirinya memilih Danish karena ulahnya juga? Dia tidak akan memutuskan untuk ke Klub malam dan berakhir di ranjang yang sama dengan Danish, jika Dave tidak mengecewakan dirinya.
"Maaf, Dave. Aku tidak bisa menikah dengan kamu, aku sedang mengandung benih dari Pak Danish. Aku tidak mungkin menikah dengan pria lain," jawab Daniela.
Semburat kekecewaan terlihat begitu jelas di wajah pria itu, dia tidak menyangka jika Daniela akan menolak dirinya. Padahal, jika Daniela menikah dengan Danish, belum tentu dia akan bahagia.
Mungkin Dave berkata jika dia akan mencintai Daniela dan juga bayi yang berada di dalam kandungannya dengan sepenuh hati, tetapi pastinya Danish akan lebih mencintai bayi yang ada di dalam kandungannya, karena dia adalah pemilik benih itu.
"Maaf, Dave. Aku tidak bisa," jawab Daniela tegas.
Dave benar-benar begitu kecewa mendengar jawaban dari Daniela, dia tidak menyangka jika wanita yang sudah menjadi kekasihnya selama 2 tahun itu akan memilih pria asing.
"Kamu tega, Daniela. Karena kamu malah lebih memilih pria asing daripada memilih aku," keluh Dave.
Daniela tersenyum kecut mendengar apa yang dikatakan oleh Dave, Danish memang merupakan pria asing yang datang di dalam kehidupannya. Namun, dia begitu baik, perhatian, pengertian dan selalu berusaha untuk mengerti dirinya.
Berbeda dengan Dave, dia sudah sangat lama mengenal pria itu. Namun, dia merasa sebagai orang asing yang tidak mengetahui apa pun tentang Dave. Bahkan, dia tidak tahu jika Dave selalu membawa Darra ke dalam kostnya.
__ADS_1
Padahal, mereka sudah merencanakan akan tinggal di sana setelah menikah nanti. Lalu, Kenapa dengan mudahnya Dave membawa wanita lain ke dalam tempat yang akan menjadi bagian masa depan mereka nanti.
"Dia memang pria asing di dalam hidupku, tetapi... kamu lebih asing lagi Dave. Lima tahun kita saling mengenal sebagai sahabat, lalu kita memutuskan untuk berpacaran selama 2 tahun. Namun, kamu masih saja seperti pria asing yang tidak aku kenal."
Daniela merasa begitu sedih jika mengingat akan hal itu, Dave yang dianggap sebagai pria yang begitu dekat dengan dirinya, baik terhadapnya, ternyata mampu membuat hatinya terluka.
Tidak ada alasan bagi Daniela untuk tidak menikah dengan Danish, karena walaupun Danish merupakan pria asing dalam hidupnya, dia merasa nyaman saat berada di samping pria itu.
Bahkan, dia merasa jika Danish selalu berkata jujur. Tatapan matanya selalu menyiratkan ketulusan, Daniela lebih percaya kepada Danish.
Dave terdiam mendengar penuturan dari Daniela, pada kenyataan yang mereka memang sudah mengenal dalam waktu yang begitu lama.
Namun, dia tidak pernah jujur dengan Daniela tentang semuanya. Bahkan, di belakang Daniela dia sering berkencan dengan wanita lain. Namun, baru dengan Darra dia melakukan hal yang lebih dari biasanya.
"Jadi, kamu tidak mau menerima lamaran aku?" tanya Dave.
Pria egois dan juga keras kepala itu masih saja berusaha untuk menggoyahkan pemikiran Daniela, sayangnya itu tidak akan berhasil.
Karena Daniela sendiri memang sudah memantapkan hatinya untuk memilih Danish, pria yang sudah menidurinya malam itu. Pria yang sudah merenggut keperawanannya bukan karena paksaan.
Namun, dia sendiri yang merayu Danish dalam keadaan tidak sadar. Hal itu membuat dia mengandung benih dari pria itu.
"Maaf, aku sudah menerima lamaran Pak Danish." Daniela tersenyum kecut.
Danish yang sedari tadi diam saja merasa jengah dengan sikap Dave yang berusaha untuk memojokkan dirinya, pada akhirnya pria itu pun bersuara.
"Bangunlah, Dave. Jangan menghinakan dirimu, sebentar lagi kami akan menikah. Jadi, silakan kamu pergi. Atau, kamu mau menjadi saksi di pernikahan kami?" tanya Danish yang seakan memukul telak Dave.
__ADS_1
"Kalian--"