Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 10


__ADS_3

Pukul 4:30 pagi, Tia bangun ketika mendengar suara alarm dari atas nakas samping tempat tidur nya itu, ia sengaja mengatur alarm nya sepagi itu agar bisa melaksanakan kewajiban nya sebagai Hamba, dan agar bisa lebih cepat bersiap siap menuju butiknya.


~


"Selamat pagi Buk, Ayah," sapa Tia pada Rita dan Gunawan yang sudah lebih dulu berada di dapur untuk menikmati sarapan pagi mereka.


"Pagi Nak, kemarilah, ini Ibu masakkan makanan kesukaan mu," ucap Rita dan menunjukkan semangkok semur jengkol kesukaan Tia, Tia yang melihat pun langsung menghampiri dan melebarkan senyum nya.


"Terima kasih Buk, ini sungguh nikmat," puji nya ke arah Rita setelah mencicipi beberapa potong semur jengkol yang di buatkan untuk nya tadi. "Hmm dan memang setiap sesuatu yang Ibu masak selalu nikmat dan lezat," lanjutnya yang terus memuji kemampuan memasak Ibunya.


"Kalau begitu segeralah makan" balas Rita tersenyum puas melihat ke arah putrinya.


Setelah sarapan mereka menuju ruang keluarga untuk mengobrol dan sekedar melegakan perut sebelum melanjutkan aktifitas nya masing masing.


Saat selesai mengobrol beberapa menit akhirnya Gunawan perpamitan untuk bekerja, ia tidak mau terlambat karna ia sangat tahu bahwa mandor di tempat nya bekerja sebagai buruh bangunan yang sedang membangun proyek besar itu sangat tidak bisa mengampuni kesalahan para pekerja nya meskipun hanya sedikit terlambat.


"Hati hati di jalan Yah.!!" kata Tia sembari mencium punggung tangan Ayah nya, dan di balas anggukan serta ciuman di puncak kepala nya.


"Ayah hati hati saat bekerja juga, ini makan siang jangan lupa di makan," ucap Rita memperingati suaminya dan memberikan kotak makanan ber ukuran sedang yang langsung di sambut oleh Gunawan.


"Ayah sudah seperti anak kecil yang di beri bekal untuk bersekolah" sahut Gunawan tertawa sambil melirik kotak makanan yang ada di tangan nya, "baiklah Ayah pamit, Assalamu'alaikum." lanjutnya pada Rita dan Tia dan segera keluar menuju motornya. Tak berapa lama ia pun sudah keluar dari pekarangan rumah sederhana nya.


"Baiklah Buk Tia juga ingin berangkat ke Butik, masih banyak pekerjaan yang harus Tia selesaikan di sana," ucap Tia pada Rita dan langsung mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Berangkat lah,, hati hati di jalan, Ibu akan membereskan rumah dulu, tapi Ibu akan membawakan mu makan siang nanti," kata Rita memberitahu putrinya, dan mencium puncak kepala serta pipi Tia.


"Iya Buk, tapi jika Ibu merasa lelah ibu tidak usah memasak, Kita bisa beli makanan dari luar untuk makan siang nanti, Ibu memasak ketika sore saja untuk makan malam nya," ucap Tia memberi saran.


Rita hanya tersenyum dengan sedikit mengangguk mendengar ucapan putrinya, kemudian berjalan mengantar Tia hingga ke depan di mana motor nya terparkir


Tia langsung menaiki motor berwarna merah perpaduan hitam itu, yang ia beli dengan uang nya sendiri ketika bekerja di toko milik Pak Juanda. Ia melambaikan tangan ke arah Rita kemudian bergegas meninggalkan halaman rumah nya.


Rita menunggu sampai Tia benar benar menghilang dari pandangan nya dan kemudian kembali masuk ke dalam rumah untuk sekedar membersihkan sebelum menyusul Tia ke butik.


Setelah 15 menit dalam perjalanan, akhirnya Tia sampai ke butik nya, di sana sudah ada dua wanita sebaya nya dan itu adalah Ulan dan Fina, Tia sengaja mempekerjakan dua orang untuk membantunya nanti, dia juga sengaja memilih perempuan seusia nya agar bisa nyambung dan nyaman kalo mengobrol.


"Emm maaf sudah membuat kalian menunggu," ucap Tia pada dua gadis itu ketika sudah berada di antara mereka .


"Ya udah, ayo masuk" ajak nya dan langsung bergegas masuk ke dalam butik nya di ikuti Ulan juga Fina.


Setelah masuk kedalam dan memperlihatkan beberapa barang juga menunjukkan beberapa ruangan pada Ulan dan Fina, kemudian Tia kembali duduk di sofa dan ingin menjelaskan sedikit pekerjaan apa yang akan di kerjakan nantinya.


"Sini duduk dulu biar kita bisa bagi tugas, supaya nanti gak bingung mo kerja apa aja" ajak Tia dan dua wanita itu langsung menurut kemudian duduk di samping Tia.


"Jadi tugas kami apa aja ni Kak?" tanya Fina dan Ulan ikut mengangguk karna juga sudah penasaran dengan tugas nya.


"Jadi gini, sayakan juga melayani pemesanan online, jadi Ulan nanti bagian packing barang nya, trus kalo ada barang yang kurang atau kosong kamu catet terus di kasi ke saya biar kita nggak kekurangan barang.

__ADS_1


Dan untuk Fina kamu bisa melayani pembeli yang datang langsung ke butik atau pembeli offline gitu, kamu juga bisa bantu Ulan untuk cek barang kalo nggk lagi banyak pembeli, yah saling kerja sama gitu soal nya saya belum bisa mempekerjakan banyak orang karna kita belum tau situasi kedepan nya bagaimana" kata Tia menjelaskan dan terus tersenyum agar karyawan nya tidak merasa terbebani dan tetap merasa nyaman.


"Baik Kak kami mengerti" balas Ulan dan Fina bersamaan.


"Ya udah, sekarang kita beresin barang yang masih berantakan dulu, kalian juga bisa ambil kesempatan di sini supaya tau tempat barang yang nanti kalian butuhkan" sambung Tia pada kedua karyawan nya.


~


Setelah membersihkan dan menyusun barang di lantai utama mereka menuju lantai dua sekedar melihat dan membersihkan sedikit karna Tia juga sudah menyusun semua di lantai dua sebelum peresmian Butik nya.


"Oh jadi di sini khusus untuk pakaian anak anak kak?" tanya Fina ketika sudah melihat isi lantai dua yang banyak sekali pakaian anak anak di sana.


"Iya, tapi nanti saya akan menambahkan pakaian pria di sini, jadi lantai utama nanti kita gunakan untuk packing barang yang pesan online dan untuk pembeli offline juga, yah pokoknya kita atur sedikit demi sedikit aja," kata Tia menjelaskan dan di jawab anggukan oleh kedua wanita itu pertanda jika mereka mengerti.


Setelah selesai melihat dan menunjukkan tempat barang barang yang ada di lantai dua Ulan dan Fina kembali ke lantai utama, untuk mulai melancarkan pekerjaan mereka, sedangkan Tia tetap di lantai atas.


Tidak menunggu lama Tia yang sudah duduk di sofa yang tersedia di situ pun langsung menyalakan ponselnya dan kemudian mulai meng apload barang barang jualan nya ke semua sosial media nya termasuk ke akun yang sudah ia buat khusus untuk semua barang yang ada di butik miliknya.


"Akhirnya aku benar benar bisa merasakan bekerja seperti ini, bekerja dari ponsel dan bisa mengarahkan orang lain untuk sebuah pekerjaan" gumam Tia tersenyum, mengingat jika sebelumnya ia hanyalah seorang karyawan biasa yang rela bekerja apapun agar mendapat upah, dan sekarang ia sudah mempunyai usaha sendiri.


jangan Lupa vote , like dan coment😇


terima kasih banyak dan maaf jika masih banyak kekurangan😌💙🙏

__ADS_1


__ADS_2