Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 19


__ADS_3

Tidak lama kemudian, Tia dan kedua orang tua nya bergegas keluar setelah mendengar suara klakson mobil yang berbunyi di halaman rumah nya beberapa kali.


"Siapa yang datang?" tanya Gunawan bingung karna baru pertama kali molihat mobil itu.


"Apa mungkin dia yang Gita suruh untuk menjemput ku," ucap Tia dan kemudian mendekati mobil itu.


Andika yang melihat Tia berjalan mendekati mobil nya kemudian membuka pintu mobil itu dan berdiri di samping nya. Sedangkan Tia yang melihat kedatangan nya langsung menghentikan langkah nya dan mengucek ngucek mata nya.


"Apa yang aku lihat, kenapa Kakak Gita berada di sini, tidak mungkin dia yang Gita maksud kan" gumam nya dalam hati sambil terus menatap lekat lelaki itu.


Sedangkan Andika sudah berjalan menghampiri Rita dan Gunawan yang berada di belakang Tia, ia menyalami kedua orang tua Tia, dan memperkenalkan diri nya sebagai kakak dari Gita. Dan tentu saja orang tua Tia membalas nya dengan sangat sopan karna baru kali ini ia melihat secara langsung putra dari pemilik perusahaan ternama di kota nya.


Tia masih terus mematung di samping mobil mewah yang terparkir di halaman rumah nya. Ia masih belum yakin bahwa yang ia lihat adalah betul kakak dari sahabat nya. "Aku pasti sudah gila," ucap nya yang masih mengira bahwa ia hanya berhalusinasi.


"Tia apa yang kau lakukan di situ?" ucap Rita yang heran melihat anak nya mematung dan tidak bergerak, "Tia kau kenapa?" lanjut nya sedikit berteriak karna tidak ada pergerakan dari anak nya.


"Eh Ibu kenapa, ada apa?" ucap nya sedikit gugup dan berbalik melihat ke arah Ibu nya. Dan ia kembali melihat wajah lelaki itu, dan kali ini Tia yakin bahwa dia tidak sedang berhalusinasi.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Rita bingung sambil terus menatap anak nya yang terlihat sangat canggung.


"Em ... tidak Buk, aku baik-baik saja" sahut nya sambil memaksakan senyum.


"Kalau begitu kami berangkat dulu Tuan, Nyonya," pamit nya pada kedua orang tua Tia, karna jam yang sudah menunjukkan hampir pukul 9 pagi. "Yasudah kalian hati-hati" kata Gunawan sambil tersenyum menatap Andika yang juga tersenyum kearah nya.


"Ayo.." ajak nya pada Tia


"Em ... yaa, ayo," ucap Tia terbata-bata karna merasa begitu gugup berbicara dengan lelaki itu meskipun sebelum nya mereka sudah bertemu. "Aku pergi dulu Yah, Buk," ucap nya lagi dan mencium punggung tangan orang Tua nya bergantian, "hati-hati..." kata Rita dan Tia mengangguk kemudian berjalan mendekat ke arah Andika yang sudah membukakan pintu mobil untuk nya.


~

__ADS_1


"Terima Kasih," sahut nya tersenyum ke arah lelaki itu, kemudian ia masuk dan duduk di samping kursi kemudi. Setelah itu Andika langsung berjalan membuka pintu kemudi untuk nya. Ia kembali tersenyum ke arah Gunawan dan Rita sebelum betul betul meninggalkan kedua orang itu.


~


"Dia sangat sopan, Ayah tidak menyangka dia akan datang kemari hanya untuk menjemput putri kita" kata Gunawan yang terlihat sangat menyukai sifat yang begitu sopan dari Andika.


"Ibu juga tidak menyangka akan berjabat tangan dengan putra pengusaha yang sangat terkenal itu," ucap Rita yang juga tak menyangka bisa berkenalan dengan lelaki itu, bahkan ia juga baru mengetahui bahwa Gita memiliki seorang kakak yang sangat tampan dan gagah seperti Andika.


Setelah meninggalkan halaman rumah keluarga Gunawan, tidak ada yang berbicara di antara dua manusia yang kini sedang duduk dalam satu mobil yang sama. Andika hanya fokus menatap ke arah jalan, dan Tia fokus melihat ke arah luar jendela, ia masih tidak habis fikir pada sahabat nya karna menyuruh Andika untuk menjemput diri nya.


"Emm... Tuan, soal hari itu, aku minta maaf," ucap Tia setelah cukup lama berdiam dan memutuskan untuk minta maaf, dan melirik sebentar ke arah Andika. Dan Lelaki itu juga menatap nya kemudian kembali fokus ke depan.


"Tidak masalah" balas nya pada Tia. Dan perempuan itu hanya mengangguk pelan karna tidak tau akan mengucapkan apa.


"Apa kau juga kuliah di Universitas yang sama dengan Gita?" tanya Andika karna merasa tidak nyaman jika terus berdiam seperti itu. Dan ia berfikir tidak ada salah nya untuk bertanya.


"Tidak Tuan," balas nya singkat sambil tersenyum ke arah Andika.


Tia masih terus tersenyum sambil fokus menatap kedepan. "Aku tidak memiliki sekolah ataupun pendidikan yang tinggi seperti kalian," ucap nya dengan nada yang terdengar pilu tapi ia kemudian melebarkan senyum di wajah cantik nya.


"Maaf kan aku" balas Andika merasa tidak enak karna telah mengungkit masalah pribadi yang mungkin membuat hati perempuan itu sedikit terluka.


"Tidak ada yang salah dengan pertanyaan mu tuan" sahut nya menatap ke arah lelaki yang masih fokus mengemudi. Dan setelah itu sudah tidak ada suara dari mereka berdua, hanya suara kendaraan yang juga sedang berada di jalan yang sama.


~


Sedangkan di tempat lain Gita yang sudah bersiap siap dengan menggunakan Dres selutut berwarna pink salem di tambah heels dan tas yang senada dengan warna baju nya, dengan rambut yang ia biarkan terurai tapi tetap sangat rapi membuat penampilan nya begitu sempurna.


Ia kemudian berjalan menuruni anak tangga rumah nya sambil sesekali melihat ke arah jam yang berada di hape nya.

__ADS_1


"Apa mereka belum datang?" tanya nya pada diri sendiri. Kemudian melanjutkan langkah nya menuju ruangan yang sudah dihias sedemikian rupa hingga tampak sangat mewah.


"Ma, apa Andika belum datang?" tanya nya pada Isma yang sudah berada lebih dulu di ruangan itu.


"Belum sayang, Kakak mu belum juga datang," ucap Isma lemah karna takut jika putra sulung nya tidak akan datang.


"Tenang lah Ma, dia pasti masih dalam perjalanan" balas Gita menenangkan Mama nya. Dan wanita paruh baya itu hanya tersenyum sambil melihat jam yang sangat besar di salah satu dinding rumah nya.


~


"Ternyata rumah Tuan cukup jauh juga," ucap Tia pada Andika karna sudah hampir satu jam tapi mereka belum juga sampai.


"Berhentilah memanggilku Tuan. Namaku Andika, kau bisa memanggilku dengan sebutan itu," balas Andika karna merasa risih mendapat panggilan tuan dari sahabat adik nya.


"Ku rasa itu sangat tidak sopan" kata nya sambil tersenyum tapi tetap fokus melihat ke arah jalan.


"Aku yang meminta mu, jadi lakukan saja .."


"Akan ku coba.. " balas nya. "Apakah itu rumah mu?" lanjut nya setelah mereka memasuki pekarangan rumah mewah yang sangat luas dan sangat indah dengan kolam ikan dan berbagai jenis bunga di sekitar nya.


"Hmm.. " balas nya singkat


"Ayo turun," ajak nya setelah berhenti tepat di depan teras rumah nya dan mereka berdua turun dari mobil itu. Tia masih terus melihat ke arah sekelilingnya, ia merasa sedikit malu dengan keluarga Gita, karna di bandingkan diri nya yang jauh dari harta dan kekayaan.


~


"Tia.... " teriak Gita dan berlari menghampiri Tia yang masih berdiri dan menatap ke semua arah rumah mewah itu.


Jangan lupa Vote , like dan coment🤗

__ADS_1


terima Kasih banyak😇💙🙏


__ADS_2