
Setelah ketiga gadis itu ikut bergabung dengan semua orang yang ada di ruang pesta, tidak lama Andika dan Doni juga bergabung bersama Mereka. Dan mereka semua melihat kearah Iskandar yang sudah berada di hadapan nya kini.
Selain mengadakan pesta untuk menyambut kedatangan putranya kembali ke Indonesia, Iskandar juga mengadakan pesta ini untuk merayakan keberhasilan nya dalam bisnis dan usaha nya, ia baru saja berhasil mendapat kan kontrak dan kerjasama dari klien nya yang berada di Amerika, dan lusa ia sudah akan berangkat ke sana dan tinggal beberapa bulan sampai proyek nya selesai, jadi hari ini ia merayakan nya juga, sekalian memberitahukan kepada semua karyawan nya bahwa selama ia pergi Andika lah yang akan mengelolah perusahaan nya di Indonesia.
~
"Baiklah pertama saya ucapkan terima kasih untuk kalian semua yang berada di sini," kata Iskandar dengan menggunakan mikrofon yang berada di tangan nya.
"Dan saya sangat bangga dengan kerja keras kalian selama ini, yang sudah membantu untuk memajukan perusahaan, tanpa kalian semua perusahaan kami sekarang bukan lah apa-apa," sambungnya dan membuat semua orang di ruangan itu bertepuk tangan sambil tersenyum ke arah nya. "Dan perusahaan kita sudah menerima kontrak kerjasama di Amerika," lanjut nya lagi membuat ruangan itu semakin di penuhi suara sorakan yang terdengar begitu gembira, atas penyampaian Boss nya barusan.
"Maaf Tuan, tapi apa kah Anda sendiri yang akan turun tangan untuk mengelolah nya di sana atau memberikan tanggung jawab kepada Tuan Andika," tanya salah seorang karyawan.
"Tidak ... Andika akan tetap di sini bersama kalian," ucap nya membuat Andika bingung, karna ia berfikir bahwa papa nya akan menyuruhnya ke Amerika, dan melanjutkan S2 di sana sekaligus mengurus proyek nya.
"Andika kemari.!" Iskandar memanggilnya dan Andika langsung berjalan mendekati lelaki paruh baya itu. Semua mata tertuju padanya, apa lagi anak gadis dari klien Papa nya karna baru kali ini mereka melihat Andika karna semenjak SMA ia tak pernah mempublikasikan status keluarga nya, dan setelah itu ia kuliah di Jerman jadi ini kali pertanya Iskandar memperkenal dia di depan semua karyawan dan klien nya.
Sekali lagi semua bersorak kegirangan melihat sosok Andika tersenyum ke arah mereka. Andika langsung memeluk Papa nya saat sudah berada di hadapan lelaki itu. Orang yang menyaksikan itu merasa bangga atas kesuksesan keluarga Iskandar, dan di tambah lagi Putranya yang begitu tampan yang juga pasti akan memiliki kesuksesan seperti Papa nya.
"Jadi dia adalah putra sulung saya Andika Iskandar," ujar Iskandar dengan bangga menyebut nama putra nya dan menekan kan setiap kata-kata itu.
"Saya berharap kalian bisa bekerja sama dengan baik selama saya berada di Amerika," ucap nya membuat semua karyawan nya mengangguk pelan.
__ADS_1
Setelah memperkenalkan diri kepada semua nya Andika kembali bergabung bersama Doni. Dan semua orang terlihat sedang menikmati makanan nya sambil mengobrol, tidak lama Gita dan Tia menghampiri kedua pemuda itu. Tia seketika menjadi sangat pendiam berbeda jika dia hanya bersama dengan Gita, mungkin dia sedikit tidak nyaman berada di tengah-tengah keluarga yang kaya seperti ini.
Doni terus saja menceritakan pengalaman nya selama kuliah, Andika hanya terus mendengar dan mengamati ucapan sahabat nya itu, berbeda dengan Gita yang suka memotong dan meragukan ucapan Doni, dan itu membuat ia sering merasa jengkel dengan adik dari sahabatnya itu.
"Sudah berapa lama aku di sini?" tanya Doni dan membuat ketiga orang itu saling melempar pandangan dan mengangkat bahu nya tanda tidak mengerti. "Gita ... sedari tadi kau belum juga memperkenal kan teman mu padaku," sambung nya karna melihat mereka kebingungan
"Aku rasa kau tidak penting, tapi baiklah karna ini rumah ku jadi aku menghargaimu," ucap Gita santai, dan kemudian tersenyum ke arah Tia.
"Tia," tutur Tia yang langsung mengerti dan mengulurkan tangan nya pada Doni dan lelaki itu langsung menyambutnya.
"Doni, kau juga bisa memanggilku dengan sebutan lain asal itu membuat mu bahagia," ujar nya sambil terus menatap Tia, tapi perempuan itu malah langsung melepas tangan nya dari tangan Doni karna merasa tidak enak.
"Kau jangan coba coba merayu sahabatku Don," sahut Gita menatap tajam ke arah Doni
Sedangkan Tia tidak mempermasalahkan orang yang sedang membicarakan tentang nya, ia hanya sesekali tersenyum menanggapi pembahasan sahabat nya bersama Doni. Sedangkan Rosa masih terus berusaha mengajak Andikan berbicara meskipun lelaki itu terlihat tidak suka dengan kehadiran nya.
"Tia," sahut nya tiba-tiba membuat sipemilik nama langsung melihat kearah nya begitu pun dengan Gita, Doni terlebih lagi Rosa yang memang berada di samping nya.
"Apa kau punya ponsel?" tanya nya dan membuat Tia bingung seketika
"Punya," balas nya singkat sembari menunjukkan benda pipih miliknya kepada Andika. Dan lelaki itu langsung mendekat kearahnya dan mengambil benda pipih yang berada di tangan nya, entah apa yang Andika lakukan dengan benda kecil itu.
__ADS_1
"Hei ada apa, ini punyaku," kata Tia dan langsung meraih kembali benda pipih nya dari tangan Andika.
"Aku tidak akan mengambil nya," sahutnya santai
"Apa yang ingin kau lihat dari hape Tia," timpal Gita yang juga penasaran, dan heran kenapa kakak nya bersikap tidak sopan seperti itu.
"Apa yang salah? Kenapa kalian menatap ku seperti itu," ucap nya dengan begitu santai sambil menyuapkan cemilan ke dalam mulutnya.
"Kau yang salah," ucap Doni tak kalah heran. Sedangkan Rosa hanya menatap sinis ke arah Tia yang sejak awal bertemu ia memang tidak suka pada gadis itu, padahal Tia sudah bersikap begitu sopan pada nya.
~
Tia masih penasaran apa yang Andika lakukan dengan hapenya tadi, tapi ia juga enggan untuk bertanya lagi pada Andika karna ia menyadari bahwa Rosa tidak suka melihat kedekatan nya dengan keluarga sahabat nya itu.
***
Pesta masih berlangsung, terdengar candaan dan tawa memenuhi rumah mewah bat istana itu. Banyak gadis yang ingin bergabung dan menyapa Andika secara langsung tapi mereka urungkan niatnya karna lelaki itu seperti nya sedang asik mengobrol dan mereka takut jika itu akan membuat lelaki itu marah, secara mereka juga belum tahu pasti bagaimana kepribadian Andika sebenar nya.
Iskandar Dan Isma masih sibuk dengan tamu-tamu penting mereka, membicarakan tentang pekerjaan, bahkan ada juga klien yang sampai membicarakan masalah pribadi dan ingin menjodohkan anak gadis nya dengan putra sulung keluarga Iskandar.
"Mereka sudah dewasa, dalam memilih pasangan hidup biarlah mereka yang menentukan sendiri." hanya kata-kata itu yang Iskandar ucapkan jika mereka membahas tentang jodoh menjodohkan, ia tidak ingin jika putranya tertekan dan bisa jadi akan berpengaruh pada hubungan keluarga mereka. Kalo soal pribadi putranya ia enggan ikut campur, biarlah putranya memilih pasangan hidup nya sendiri.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan coment kak🤗
dan sekali lagi terima kasih😌💙🙏