
Semua orang sudah berkumpul di lantai utama butik itu, sambil menikmati beberapa hidangan sederhana yang sudah di siapkan.
~
"Ok semuanya, berhubung hari ini hari yang special untuk Tia, maka saya juga harus memberikan sesuatu yang special untuknya" ucap Andika dengan suara lantang nya.
Semua mata sudah tertuju pada nya termasuk Papa dan Mama nya yang juga berada di tempat itu. Mereka semua menunggu apa yang akan di berikan Andika untuk Tia.
Lelaki itu memegangi tangan milik Tia, dan tangan satu nya ia sembunyikan di balik tubuh gagah nya.
"Di depan mereka semua, di depan Ayah dan Ibu mu, dan di depan keluarga ku juga, aku ingin memberikan ini sebagai bukti cintaku, dan sebagai bukti bahwa kau adalah milik ku," ucap Andika begitu serius sambil membuka kotak kecil yang berisi sebuah cincin.
Ia menatap tak berkedip pada benda kecil yang sangat berharga itu, begitu pun dengan semua orang yang berada di ruangan itu, merasa juga turut bahagia melihat kebahagiaan kedua manusia yang sedang kasmaran itu.
~
Andika menarik pelan tangan kiri milik Tia dan memakaikan cincin itu di jari manis gadis itu. Tia tidak bicara sepatah kata pun, kebahagiaan nya sudah tak bisa ia utarakan lagi.
Suara tepuk tangan menyadarkan gadis itu dan ia kembali menatap tak percaya pada jari manis nya dengan sebuah cincin yang sangat cantik.
~
Ia merasa seperti sedang bermimpi, kebahagiaan yang ia dapat seperti tak ada habisnya, dan seakan membuat aliran darahnya terhenti.
Semua orang menatap penuh haru dan bahagia pada pasangan kekasih itu, terlebih lagi pada Gunawan dan Rita, mereka tak menyangka gadis kecil yang selama ini selalu membantu keuangan keluarganya sekarang sudah tumbuh bahkan memiliki kekasih.. Eh lebih tepatnya Tunangan :*
~
"Dan maafkan aku," ucap Andika dan Tia menautkan kedua alis nya tidak mengerti
"Maaf" ulang nya dan Andika mengangguk, "tapi untuk apa?" sambung nya masih tidak mengerti
"Maaf karna acara nya sangat sederhana, tapi aku berjanji akan memperkenalkan mu pada semua orang di kota ini, em tidak, tapi pada dunia ini," kata Andika begitu serius dengan mata yang terus menatap Tia.
"Ku rasa itu tidak perlu" balas Tia begitu canggung dengan sikap Andika apa lagi di depan orang tua mereka.
"No, itu tidak bisa di bantah sayang, aku ingin dunia ini tau bahwa kau adalah tunangan ku" kata Andika dengan menekan setiap ucapan nya
Tia malu sendiri mendengan ucapan Andika yang memanggilnya sayang, ia masih belum terbiasa dengan sebutan itu
"Em Tunangan," ulang Tia lagi dan Andika manarik tangan nya lalu memperlihatkan cincin yang terpasang di jari manis nya.
"Ini adalah bukti jika sekarang kau sudah menjadi tunangan ku" balasnya dengan bangga mencium tangan gadis itu lalu mendekap Tia ke dalam pelukan nya.
~
Semua orang terus di buat tersenyum dan ikut bahagia dengan kebahagiaan kedua manusia itu.
__ADS_1
"Oh kalian, berhentilah berpelukan, aku sudah
muak dengan adegan seperti itu," timpal Gita mendapat tawa dari semua orang.
"Kau sungguh tak bisa melihat Kakak mu bahagia Git," sahut Andika yang mendapat cubitan dari Tia karna merasa malu.
"Sudah sudah, Tia ayo makan dulu, kau pasti belum makan dari pagi," ajak Rita yang memang tau karna ia tidak menyiapkan sarapan untuk putrinya.
~
Semua orang kembali berkumpul dan makan bersama di lantai utama. Bimo berjalan dan
membalikkan tulisan yang berada di pintu kaca itu, yang tadinya Open menjadi Close. Ia kemudian ikut bergabung dengan semua orang dan makan bersama dengan makanan yang sudah ia siapakan.
~
Gita dan yang lain nya bahkan tidak mengetahui jika Andika akan memberi mereka kejutan yang sangat tak di duga, pasalnya ia hanya merencanakan untuk memberi Tia kejutan hari ulang tahun, tapi ternyata Andika bahkan mempersipkan lebih dari yang mereka kira.
Setelah acaranya selesai, semua bergegas meninggalkan tempat Tia. Tia ingin kembali menggunakan sepeda motornya, tetapi, Andika melarang dan menariknya menuju mobil miliknya.
"Tapi, bagaimana dengan motorku?" ucapnya dengan terus menatap motornya dari kejauhan
"Biarkan saja, tidak akan ada yang mengambilnya di sana" balas Andika tersenyum.
Tia tidak lagi berbicara, ia hanya mengikuti langkah lelaki itu yang membawanya menuju area mobilnya terparkir.
"Terima kasih Bim," balas Tia tersenyum, dan ia segera masuk ke dalam mobil.
"Kita ke kantor dulu," sahut Andika dan tentu saja ucapannya itu untuk Bimo
"Kantor? Tapi untuk apa?" imbuh Tia dengan memanyungkan bibirnya.
"Tentu saja untuk bekerja," jawab Andika membuat gadis di sampingnya terlihat sangat kesal
"Lebih baik aku pulang sendiri saja tadi ," gerutu Tia membuat Andika tersenyum.
"Aku hanya bercanda sayang." ujar Andika, ia menarik Tia untuk bersandar di dadanya, dan gadis itu hanya menurut tanpa perlawanan.
"Kalian sama sekali tak menganggap ku ada," gumam Bimo yang terus memperhatikan tingkah kedua manusia di belakangnya melalui spion tengah.
~
Setelah sampai di area parkiran kantornya, Andika kembali menggandeng tangan Tia menuju lobby dan segera menuju ke ruang kerjanya menggunakan lift.
Semua mata karyawan tertuju pada dua manusia yang terus bergandengan, dan seperti tak ingin lepas. Sebagian dari mereka pun Tau bahwa gadis itu adalah sahabat dari putri pemilik Perusahaan, tapi hari ini gadis itu datang tidak bersama Gita melainkan bersama Andika, dan mereka terlihat sangat mesra.
"Hmmm," kata Bimo berdehem untuk menghentikan semua tatapan yang mengarah pada bossnya.
__ADS_1
Semua karyawan tampak kaget mendengar suara Bimo, dengan segera mereka kembali fokus pada pekerjaannya.
~
Setelah sampai di lantai paling atas, tepatnya lantai yang terletak ruang kerja Andika. Lelaki itu menautkan kedua alisnya saat melihat seorang gadis yang berdiri di depan ruang kerjanya.
"Siapa dia?" ucapnya dengan terus berjalan menggandeng tangan Tia, mendekati gadis itu.
"Dika, akhirnya kau datang juga, aku sudah menunggumu," cercah gadis itu dengan langsung memeluk tubuh gagah milik Andika.
Tia menatap tajam kearah nya, gadis itu bahkan tak mengidahkan keberadaan Tia, dan tetap memeluk Andika dengan wajah yang begitu kegirangan.
"Hei Cik, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Andika dan dengan segera melepaskan dirinya dari gadis itu.
"Tentu saja untuk membalas kabaikan mu," jawab Cika membuat Andika bingung dan menatap aneh padanya.
"Dan ... ku rasa akan lebih baik jika kita mengobrol di dalam," lanjutnya tanpa rasa malu.
Andika langsung membuka pintu ruang kerjanya dan masuk kedalam dengan masih menggandeng tangan Tia. Tia merasa risih dengan keberadaan Cika di sana, bahkan Cika terlihat sangat leluasa berada di ruangan kekasihnya.
"Ada apa ?" tanya Andika pada Tia, karna melihat wajah yang terus di tekuk oleh gadis itu.
"Tidak," sahut Tia ketus
"Eh, Dik, siapa dia?" tanya Cika menunjuk Tia di balas tatapan tajam oleh gadis itu.
"Cik kenal kan ini Tia, dia kekasihku," jelas Andika dengan begitu serius dan membuat Tia mengangkat ujung bibinya.
"Sial, ternyata sekarang seleranya jauh di bawah ku" batin Cika kemudian tersenyum sinis ke arah Tia.
"Emm, Dan ... maaf Cik, karna aku harus segera pergi" lanjut Andika tersenyum, di balas tatapan memelas dari Cika.
"Padahal aku ingin mengajakmu untuk makan malam bersama" ucap Cika dengan tampang memelas.
"Maaf Cik, hari ini Tia ber ulang tahun, jadi, aku harus merayakannya bersama," jelas Andika membuat Cika semakin manatap tak suka pada Tia.
"Baiklah, aku duluan ya Cik, sampai bertemu lagi" pungkasnya dan segera menarik tangan Tia untuk meninggalkan ruangan itu.
~
Mereka meninggalkan halaman kantor dengan menggunakan mobil sport milik Andika. Bimo tidak ikut bersama mereka karna Andika melarangnya.
Andika melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kota yang terlihat cukup padat oleh kendaraan yang terus berlalu lalang.
Tia tak banyak bicara, ia hanya terus diam menatap ke arah luar jendela. Ia tak tau Andika akan membawanya kemana, yang pasti ini bukan jalanan menuju kerumah miliknya.
Jangan lupa vote , like , dan comen kak
__ADS_1
Sekali lagi terima kasih☺💙🙏