
Gita menarik sahabat nya itu untuk segera menghampiri Mamanya dan berkenalan pada wanita paruh baya itu. Ia di sambut dengan senang hati oleh Isma, karna Tia orang nya juga sangat sopan.
"Gita sering loh bicara tentang kamu ke Tante," ucap Isma pada Tia.
"Wah, tapi kau tidak bicara yang bukan bukan kan Git" kata nya sambil melirik ke arah Gita.
Gita yang mendengar itupun merasa tidak terima dan memanyungkan bibirnya ke arah Tia.
"Apa kau sedang meragukan ku huh?" ucapnya dengan melipat kedua tangan di dada.
"Ya kan aku tidak tau Git," kata Tia yang sengaja menggoda sahabatnya itu.
"Sudah sudah, ayo ke sana, itu tamu udah banyak kalian malah debat di sini" potong Isma dan menyajak kedua perempuan itu untuk menuju ruang besar yang sudah di hias dan sudah terlihat banyak orang di sana.
"Mam," panggil Andika dan kemudian mempercepat langkah nya untuk menuju perempuan itu. Isma yang mendengar suara putra nya langsung menghentikan langkah nya dan melihat ke arah suara. "Sayang kalian duluan ya" kata nya pada Gita dan Tia. Dan mereka pun meninggalkan Isma yang masih berdiri sambil tersenyum ke arah putranya.
~
"Mama sangat merindukan mu," ucapnya pada Andika yang sudah memeluk nya, "kenapa kau baru menemui Mama sekarang huh," lanjutnya
"Maaf kan aku Ma" balas nya sembari melepas pelukan nya dan kemudian mencium punggung tangan wanita itu, "dan kenapa Mama harus menyiapkan pesta seperti ini?" sambung nya lagi.
"Karna mungkin kau tidak akan kemari jika tidak ada pesta" kata Isma sambil tertawa dan menggandeng tangan putra nya untuk masuk kedalam.
"Dia cantik, apa kalian sudah sangat dekat?" lanjutnya dan membuat Andika menautkan kedua alis nya karna tidak mengerti siapa yang sedang di bicarakan Mama nya. "Itu loh," tambah nya lagi, menunjuk ke arah Tia.
"Mam, dia adalah sahabat Gita oke, dan Gita juga yang memaksaku untuk menjemput nya," jelas nya karna merasa bahwa Mama nya telah salah faham.
"Kau masih saja seperti itu, lagian dia seperti nya gadis yang baik, dan ya dia juga sangat sopan," ucap Isma dan Andika hanya geleng geleng kepala mendengar pujian Mama nya itu bahkan untuk wanita yang baru mereka kenal.
Mereka berjalan mendekati Gita dan Tia yang sedang duduk di sofa sambil menikmati jus nya. Mereka juga tidak lupa untuk menyapa dan menyalami tamu tamu yang datang.
__ADS_1
~
Kebanyakan tamu yang di undang adalah dari teman bisnis, karyawan dan beberapa klien Iskandar dan juga Isma, mereka semua dari keluarga yang sangat mampu atau sederajat dengan keluarga Andika, mungkin hanya Tia di sini yang berasal dari keluarga sederhana.
"Andika," panggil seorang lelaki yang langsung membuat Andika dan Isma menghentikan langkah nya dan melihat ke arah suara. Saat lelaki itu sudah berada di hadapan nya Andika langsung mencium punggung tangan nya dan kemudian memeluk nya.
Tanpa Andika sadari sudah ada sepasang mata yang sedang menatap nya dari ujung kaki hingga ujung rambut nya. Wanita itu datang bersama Iskandar mungkin dia anak dari salah satu rekan bisnis nya.
"Om," ucap perempuan itu pelan dan membuat lelaki paruh baya itu langsung melepas pelukan nya.
"Oh astaga, maafkan Om, Dika kenal kan ini Rosa anak dari mm Hery yang ada di Itali. Kata nya memperkenalkan perempuan itu.
"Rosa, kau sangat cantik, tante bahkan tidak mengenali mu" timpal Isma yang langsung memeluk anak dari sahabat nya itu, karna waktu mereka di Itali Rosa bahkan masih ber umur 8 tahun dan sekarang sudah sebesar ini.
Setelah berkenalan kembali dengan Andika, yang sudah lebih sepuluh tahun tidak bertemu itu, kini mereka berempat berjalan menghampiri Gita dan Tia, dan Rosa terus mengobrol dengan Isma dan menceritakan masa kecil nya saat masih bersama sama tinggal di Itali.
Rosa terus mencari perhatian pada Andika, tapi lelaki itu seperti tak menghiraukan keberadaan nya. "Emm Dika sudah berapa lama kau di Indonesia?" tanyanya basa basi meskipun sebenarnya ia sudah mengetahui jawaban dari pertanyaannya itu.
"Tiga hari yang lalu," balasnya singkat.
"Apa kabar Dik," sapa lelaki itu, "beberapa tahun tak bertemu, kau kelihatan berbeda sekarang," sambung nya dan langsung memeluk tubuh lelaki yang sudah berada di hadapannya.
"Kau benar, bahkan sekarang kau tampak lebih tua," balas Andika menggoda sahabatnya itu.
"Jaga ucapan mu sialan," hardiknya pada Andika dan kemudian di ikuti tawa kecil.
Doni adalah sahabat Andika saat SMA dulu, mereka bahkan sudah seperti saudara karna Doni yang sering menginap bersama Andika jika orang tua nya keluar kota untuk urusan pekerjaan. Setelah lulus mereka berpisah karna Andika yang melanjutkan kuliah di Jerman, dan sekarang mereka baru bisa bertemu lagi, itu juga karna Isma yang mengundang Doni.
"Kalian nikmati pestanya ya, Mama sama Papa mau menyapa tamu yang lain," sahut Isma pada segerombolan anak muda itu. "Oiya Git, ini Rosa anak Om Hery, ajak dia bergabung dengan kalian," sambungnya dan tersenyum pada Rosa kemudian berlalu bersama Iskandar.
"Kemarilah Rosa," ajak Gita dan Rosa langsung mendekat kemudian duduk di sofa bersama Gita dan Tia.
__ADS_1
"Hmm dia siapa Git?" tanya Rosa pada Gita, sambil melirik ke arah Tia.
"Oh, dia sahabatku, Tia kenalkan dia anak dari sahabat Mama dan Papa ku," ucap Gita tersenyum ke arah Tia
"Tia," katanya sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Rosa
"Aku Rosa," balasnya menerima ukuran tangan Tia, tapi dengan cepat melepas kembali.
~
Andika dan Doni terus sibuk membicarakan pengalaman mereka semenjak tidak bersama, Doni terus membicarakan gadis-gadis yang pernah ia dekati semenjak kuliah. Andika hanya menanggapi nya dengan tawa kecil dan sesekali mengangguk, ia cukup faham dengan sikap playboy sahabat nya itu.
"Apa kau memiliki kekasih sekarang bro?" tanya Doni dan membuat Andika tersenyum kecut, "kenapa," sambungnya yang melihat wajah tidak enak dari sahabat nya.
"Nanti aku ceritakan, sekarang nikmati dulu pestanya," balas nya
"Kau selalu saja ingin memberiku kejutan," sahut Doni kemudian mengambil segelas wine lalu meneguk nya.
~
Sedangkan Gita terus saja mengobrol bersama Tia dan Rosa, Tia hanya sesekali berbicara, berbeda dengan Rosa yang tampak selalu mencari perhatian dari Andika yang juga duduk di sofa tak jauh dari mereka.
"Em Tia, apa kau juga kuliah di kampus yang sama dengan Gita?" tanya Rosa dan membuat Tia tersenyum kemudian melihat ke arah Gita.
" Tidak, dia ...." Gita belum selesai menjawab namun langsung di potong oleh Tia
"Tidak Nona, aku hanya rekan kerja nya Gita, dia membantuku mengembangkan bisnis ku, hingga akhirnya kami jadi sahabat," ucapnya sopan sambil tersenyum ke arah Gita
"Kau berlebihan Tia," balas Gita yang juga tersenyum ke arah nya. Sedangkan Rosa hanya mengangguk dan tampak tidak suka dengan Tia yang mendapat perlakuan manis dari keluarga Iskandar.
"Ada apa di sana?" tanya Gita, "ayo kita ke sana," ajak nya lagi dan mereka bertiga langsung menghampiri orang-orang yang sudah berkumpul di ruangan besar itu.
__ADS_1
jangan lupa vote, like, dan coment kak🤗
sekali lagi terima kasih😌💙🙏