Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 15


__ADS_3

Setelah beberapa jam memeriksa dan menyiapkan pesanan online Tia memilih untuk beristirahat sebentar dan merebahkan Tubuh nya di ranjang yang sengaja ia siapkan di ruangan itu. Baru beberapa menit ia berbaring sudah ada suata ketukan di balik pintu, yang langsung membatalkan niat nya untuk tidur.


Tok tok tok


"Masuk saja pintu nya tidak di kunci," ucap Tia sedikit berteriak agar suara nya bisa terdengar keluar.


Ia melihat bahwa yang datang ternyata adalah Ibu nya, ia kemudian langsung bangun dan menghampiri Rita untuk mencium punggung tangan wanita itu.


"Aku kira Fina tadi yang ketuk pintu Buk," ucap Tia sedikit tertawa ketika mereka sudah duduk di sofa, "Fina sudah di lantai utama, dia juga yang memberitahu Ibu jika kau sedang memeriksa pesanan di sini" jelasnya pada Tia "tapi ternyata anak gadis ibu sedang beristirahat," lanjut nya sambil tersenyum lebar.


"Hehe iya Buk" balas Tia cengengesan sambil memeluk lengan Ibunya. Ibu sudah makan?" lanjutnya bertanya dan melihat ke arah Ibu nya.


"Belum. Apa kau sudah makan?" tanya balik Rita pada Tia.


"Belum juga Buk," ucap nya, "ya sudah Tia keluar dulu beli makanan, nanti kita makan bareng Ulan dan Fina di bawah," lanjut nya pada Rita. Dan Ibu nya hanya mengangguk kemudian mereka berdua keluar dari ruangan itu untuk menuju lantai utama.


~


"Kalian mau makan apa? " tanya Tia langsung ketika sudah berada di lantai bawah dan melihat karyawan nya masih sibuk dengan pekerjaan mereka.


"Astagaaa kak Tia," sahut Ulan kaget dengan tangan yang memegangi dadanya. Dan Fina juga langsung melihat ke arah sumber suara, ia tidak begitu kaget karna posisi nya yang tidak terlalu dekat dengan Ulan.


Tia cengengesan melihat ekspresi ke dua karyawan nya, ia sengaja mengagetkan mereka karna melihat dua perempuan itu sangat fokus bekerja sampai sampai tidak menyadari kedatangan nya.


"Aku ingin keluar membeli makan siang, kalian mau makan apa?" tanya Tia lagi pada karyawan nya.


"Terserah Kak Tia aja" jawab mereka bersamaan. Mereka memang selalu merasa tidak enak karna Tia yang begitu baik pada karyawan nya, tapi mereka juga tidak mau menolak karna takut jika membuat boss nya itu tersinggung.

__ADS_1


"Kalo Ibu mau makan apa?" tanya nya lagi dan beralih menatap Ibunya. "Apa saja," balas Rita tersenyum. "Kalian ini. Baik lah aku pergi dulu," pungkas nya dan mencium punggung tangan Rita kemudian berlalu ke arah tempat dimana ia menyimpan motor nya.


~


Setelah 2 jam dalam Ruang pertemuan yang membahas tentang proyek, dan perkenalan nya pada semua karyawan dari kantor utama maupun kantor cabang. Andika akhirnya keluar dengan di ikuti Bimo di belakang nya.


"Apa Tuan ingin makan siang di kantor?" tanya Bimo hati hati ketika mereka sudah memasuki ruang kerja Andika.


"Saya akan makan di luar saja" jawab nya singkat tanpa melihat ke arah Bimo.


"Baik Tuan," balas Bimo yang berdiri di samping meja kerja Boss nya.


"Apa ada meeting setelah ini?" tanya nya lagi.


"Ada tuan, jam 14:00, meeting akan di mulai " sahut Bimo menjelaskan. Andika kemudian melihat jam yang berada di tangan nya kemudian berdiri dan merapikan sedikit pakaian nya.


"Apa Tuan ingin saya ikut bersama Tuan," tanya Bimo lagi yang melihat Andika sudah bersiap untuk keluar.


"Baik Tuan" sahut Bimo sedikit menunduk dan Andika kemudian berlalu dari ruangan itu.


Tia memilih sebuah restoran yang letak nya tidak terlalu jauh dari butik milik nya, untuk membeli makan siang yang akan ia bawa dan nikmati bersama kedua karyawan dan juga Ibu nya. Ia memang lebih sering membeli di tempat itu karna tempat nya yang bersih dan juga makanan nya yang tidak pernah mengecewakan.


Ia melihat cukup banyak pembeli yang mengantri sebelum nya, dan membuat dia harus menunggu, karna tidak baik jika harus menerobos pembeli yang datang lebih dulu.


"Aku sudah begitu lapar," gumam nya sambil memegangi perut yang mulai berbunyi minta agar segera di isi.


Dan setelah menunggu hampir satu jam akhirnya sekarang dia berada di barisan paling depan dan siap untuk memesan makanan. Tia memesan 5 menu makan yang berbeda, agar nanti yang berada di butik bisa memilih sesuai selera mereka, dan untuk minuman nya ia memilih jus Alpukat yang memang sudah menjadi favorit nya dan karyawan nya juga sangat menyukai itu terlebih lagi dengan Rita karna ia yang mengajarkan Tia meminum jus itu.

__ADS_1


Dan setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesanan nya sudah siap. Ia kemudian mengambil beberapa kantong plastik yang berisi makanan dan meletakkan nya di salah satu meja sebelum berjalan ke meja kasir untuk membayar semuanya, karna merasa ia tidak akan bisa mengeluarkan uang dengan tangan yang penuh dengan bawaan jadi ia memilih meletakkan nya dulu.


Dengan wajah yang menunduk karna sedang merapikan pakaian nya, akhirnya Tia tidak fokus melihat ke arah depan dan ia pun tertabrak oleh sesuatu yang menurut nya begitu besar sampai tubuh nya harus terbentur oleh ujung meja dengan begitu keras.


BRUUUKKKK . . . Suara kepala Tia yang membentur sudut meja, dan alhasil membuat nya memejam kan mata karna merasa begitu sakit.


"Awwww," ringis nya sambil memegangi kepala nya yang terbentur sudut meja. Dan semua pengunjung restoran itu menatap ke arah dua manusia yang baru saja bertabrakan. Dan lelaki yang menabrak Tia masih berdiri dengan kokoh manatap ke arah wanita yang sudah terduduk di lantai.


"Apa kau tidak apa-apa Nona?" tanya pelayan yang membantu Tia untuk berdiri


"Ya, kepala ku hanya sedikit sakit," kata nya masih terus mengusap pelipis nya yang memerah, sambil berusaha berdiri dengan bantuan pelayan


"Aku tidak sengaja tadi," akhirnya hanya itu yang mampu di ucapkan lelaki yang telah menabrak Tia.


Seketika Tia langsung melihat ke arah sumber suara dan tatapan meraka pun bertemu. Tia memutar otak nya mengingat dimana ia pernah melihat lelaki tampan dengan tubuh gagah yang sedang berdiri di hadapan nya kini, dan begitu pun dengan lelaki itu ia merasa pernah melihat Tia sebelum nya.


"Tuan . . Nona," suara pelayan yang membuat dua manusia itu harus menghentikan lamunan nya.


"Hmm, yaa," sahut Andika untuk menghilangkan keheningan.


"Sepertinya . . . " ucap Tia menggantung karna Andika sudah lebih dulu memotong ucapan nya.


"Kau yang waktu itu menjemputku di bandara kan," kata Andika yang langsung mengingat wajah Tia.


"Lebih tepat nya aku menemani Gita," balas Tia tersenyum, dan membuat Andika menyadari jika ia sudah salah kata.


"Maaf sudah membuat mu jatuh, apa masih ada yang sakit?" tanya Andika mengalihkan pembicaraan dan tanpa sadar ia langsung memeriksa pelipis Tia sehingga mereka sekarang dengan jarak yang sangat dekat, dan itu membuat jantung Tia langsung ingin lompat dari tempat nya. "Ku mohon tenang lah," guman Tia sambil mengelus elus dadanya dengan lembut.

__ADS_1


Jangan lupa vote , like dan coment🤗


terima kasih😇💙 mohon saran nya juga😌🙏


__ADS_2