Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 17


__ADS_3

Sudah hampir satu jam Gita menunggu tetapi belum ada juga tanda-tanda kedatangan Kakak nya. Jus dan cemilan nya juga sudah ia habis kan sedari tadi , karna merasa bosan ia akhir nya memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan ingin melihat beberapa karyawan yang sedang bekerja.


BRUUKK....


Suara dua orang yang saling bertabrakan. Tetapi hanya salah satu dari mereka yang terjatuh , dan itu membuat wanita yang sudah terjatuh menjadi mendengus kesal.


" Kenapa kau duduk di lantai seperti itu " tanya nya pada perempuan yang masih ter sungkur di lantai akibat tabrakan tadi.


" Kau yang menabrak ku huh " kata nya dengan begitu kesal sambil beranjak dan kembali berjalan menuju sofa.


" Jelas jelas kau yang menabrak ku " sahut nya tak mau kalah. " tunggu , sudah berapa lama kau di sini , kenapa meja ini begitu kotor " lanjut nya dengan menunjuk meja yang memang begitu kotor akibat jus dan beberapa cemilan Gita tadi.


" Aku tidak tau sudah berapa lama , tapi ini sungguh sangat membosangkan " kata nya sambil melipat tangan di dada dan melirik tajam ke arah Kakak nya


" Memang untuk apa kau kemari " tanya nya penasaran. " Kau bisa lanjutkan pekerjaan mu dulu Bim " lanjutnya pada Bimo yang masih berada di ruangan yang sama.


" Baik Tuan , Anda bisa memanggil saya jika membutuhkan sesuatu " kata nya dengan menudukkan sedikit kepalanya dan berlalu meninggalkan kedua manusia itu.


" Kau kenapa Gita " kata nya kembali bertanya


" Kau tidak lupa besok hari apa kan ? " sahut Gita kembali bertanya


" Hari untuk aku tidur seharian " jawab nya santai


" Aku tidak sedang bercanda tuan Andika " ucap Gita yang sudah merasa jengkel pada Kakak nya.


" Apa kau ingin menjadi asisten ku " tanya Andika dan membuat Gita mengangkat kedua Bahu nya karna tidak mengerti.


" Asisten " kata Gita mengulang dan Andika mengangguk. " Bukan kah tadi kau memanggil ku dengan sebutan Tuan " jelas Andika dan Gita langsung memukul punggung kakak nya itu yang sedang duduk di sebelah nya.


" Kau begitu licik " ucap Gita dengan wajah cemberut nya. " Aku ingin segera ke butik , jadi ku mohon besok kau pulang lah ke rumah utama tepat waktu , Mama sudah menyiapkan pesta untuk penyambutan mu dan ku rasa kau tidak akan mengecewakan mereka " jelas nya panjang lebar membuat Andika menarik nafas nya dalam dan membuang nya dengan begitu kasar.

__ADS_1


" Kau begitu cerewet Gita " sahut nya dan langsung membuat Gita melebarkan mata nya ke arah Andika.


" Terserah kau saja , pokok nya kau jangan lupa besok harus pulang ke rumah " ucap nya dan langsung beranjak meninggalkan lelaki yang masih duduk sambil menyandarkan kepala nya di sandaran sofa.


Dan setelah melihat Gita keluar dari ruangan Boss nya , Bimo langsung masuk dan memberikan beberapa kertas yang harus di tanda tangani oleh Andika.


~


Hari sudah sore Tia dan beberapa karyawan nya juga sudah tidak terlalu sibuk , hanya memeriksa barang yang kurang agar bisa ia pesan kembali dan merapikan barang yang sedikit berantakan.


" Kak Tia istirahat saja biar kami yang merapikan ini " kata Fina yang melihat Tia masih saja terus menata beberapa barang padahal ia adalah seorang Boss di butik itu.


" Tidak apa-apa , ini juga akan segera selesai " sahut nya tersenyum


" kelihantan nya kak Tia sangat lelah , sudah biar kami saja yang mengerjakan nya " kata Ulan yang juga merasa tidak enak.


" Kalian begitu sungkan , tapi baiklah jika kalian memaksa , aku akan memanggil Ibu dulu di atas " kata nya dan berjalan menaiki anak tangga untuk memanggil Ibu nya agar bisa pulang bersama.


Sedangka Rita memilih untuk duduk dan menyandarkan tubuhnya di sofa yang berada di ruang keluarga.


"Ibu sudah pulang," sahut lelaki yang berhasil membuat Rita terkejut dan langsung melihat ke arah suara.


"Ayah bikin kaget saja," ucap nya ketika melihat siapa yang menyapa nya dan kembali menyandarkan kepala nya di sandaran sofa. Gunawan kemudian langsung menghampiri istri nya dan ikut duduk di samping wanita paruh baya itu.


Dan Gunawan kembali beranjak dari duduk untuk menyalakan televisi dan menyaksikan acara sepak bola yang menjadi favorit nya.


"Ibu bersih-bersih dulu, setelah itu ibu mau masak , Ayah mau makan apa?" tanya Rita pada Gunawan yang masih terus fokus ke arah telvisi.


"Seperti nya opor ayam enak, kan sudah lama juga Ibu tidak membuat nya," sahut nya tanpa melihat ke arah Rita. "Hmm," kata Rita singkat dan berjalan meninggalkan suami nya di ruang keluarga.


~

__ADS_1


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Tia keluar dari kamar. Ia melihat Ayah nya yang sedang menonton di ruang keluarga. Tapi ia tidak melihat keberadaan Ibu nya.


"Ayah, dimana Ibu?" tanyanya pada Gunawan


"Mungkin sedang memasak," ucap nya hanya melihat sebentar ke arah Tia dan kembali menonton.


~


Tia kemudian menuju dapur saat mendapat jawaban dari Ayah nya. Ia berjalan menuju dapur dan ingin membantu Ibu nya untuk menyiapkan makan malam, karna memang seperti itulah kebiasaan nya. Dan ternyata Rita memang sudah berada di dapur, setelah selesai membersihkan tubuhnya yang juga lengket tadi.


" Ibu masak apa ? " tanya Tia yang sudah berada di samping Ibu nya. Rita tersenyum melihat keberadaan Tia dan ia melirik anak nya yang juga tersenyum ke arah nya.


" Opor Ayam " ucap nya singkat dan kembali melanjutkan pekerjaanya. "tolong ambilkan ibu telur di dalam kulkas " sahutnya dan tanpa menjawab Tia langsung berjalan menuju kulkas yang tidak jauh darinya.


" Ini Buk " ucap nya sambil memberikan beberapa butir telur ke pada Rita. " biar aku yang mengulek bumbunya Bu " kata Tia bersemangat sambil mengambil alih bumbu yang mau di ulek oleh Ibunya. Rita hanya membiarkan saja karna Tia memang sering membantunya.


Setelah Ibu dan Anak itu selesai dengan acara memasak nya mereka menghidangkan nya dan Rita menuju ruang keluarga untuk memanggil suami nya makan malam. Dan mereka pun makan tanpa ada yang berbicara , hanya ada suara sendok yang saling beradu


~


Sedangkan di tempat lain Andika yang sudah selesai dengan pekerjaan kantor nya sudah kembali ke apartemen milik nya , ia juga sudah membersihkan tubuh nya dan sekarang sedang menonton acara Telvisi sambil menunggu makanan yang sudah ia pesan tadi.


Tidak berapa lama suara bel di balik pintu apartemen nya berbunyi dan ia segera beranjak untuk membukakan pintu. Di sana tampak seorang pelayan yang berdiri sambil membawa beberapa bungkus makanan tersenyum kearah nya. Ia langsung memberikan beberapa lembar uang ke pada pelayan itu dan mengambil alih makan nya.


" Kau sudah bisa kembali " ucap nya pada wanita yang masih terus menatap ke arah nya.


" Baik Tuan " kata wanita itu dan langsung berjalan meninggalkan nya.


Setelah menutup pintu apartemen nya ia berjalan menuju meja makan dan langsung menyiapkan makanan nya kemudian menyantap makanan nya itu karna ia merasa sudah begitu lapar.


Jangan lupa vote , like dan coment🤗

__ADS_1


TerimaKasih😌💙🙏


__ADS_2