
"Di ruangan dapur semua sudah berkumpul untuk makan malam, jauh dari kata mewah keluarga itu hanya makan ber alaskan karpet yang di gunakan sehari hari, makanan di letakkan di atas karpet tidak menggunakan meja atau kursi, tapi keluarga itu tetap lah bersyukur atas nikmat yang telah di berikan Tuhan pada keluarganya.
"Kemana Tia? Apa dia sedang tertidur sekarang?" tanya Sisi pada Ibunya karna menyadari Tia tidak ikut makan malam.
"Mungkin dia lelah karna seharian mencari kerja, nanti Ibu akan bawakan makanan kekamarnya," ucap Rita tersenyum pada keluarganya sembari melanjutkan makannya.
"Oya, besok aku juga harus pulang Buk, Mas Anton memanggilku karna harus menghadiri acara pertemuan di kantor tempatnya bekerja," jelas Sisi pada keluarganya, karna memang sudah terlalu lama dia meninggalkan Suaminya itu
"Baik lah, dia pasti juga membutuhkan mu di sana, besok Ayah akan mengantarmu ke Terminal," kata Gunawan pada putrinya itu dan kembali menikmati makanan di hadapan nya.
"Iya Ayah." balas Sisi sambil tersenyum ke arah Ayahnya.
"Ibu mau ke kamar Tia dulu, mau membawakan makanan untuk nya," pamit Rita pada Suami juga Anaknya.
"Baik Buk," jawab Sisi tersenyum dan Gunawan hanya mengangguk kemudian kembali ke ruang keluarga.
~
Tok tok tok
"Tia apa Ibu boleh masuk?" tanya Rita dari balik pintu, "Tiaa, " ucapnya terus memanggil. Karna tidak mendapat jawaban akhirnya ia langsung masuk.
"Ternyata kau masih tertidur gadis kecil, " ucapnya ketika masuk dan melihat Tia tertidur dengan nyenyak di balik selimut nya
"Tia bangun Nak, Ibu membawakan makanan untuk mu, " kata Rita lembut dan terus mengusap puncak kepala anak nya itu
"Eh Ibu, apa yang Ibu lakukan di sini?" ucap Tia dengan suara serak khas orang baru bangun tidur
"Ibu bawakan makanan untuk mu, bangun lah cuci wajah mu kemudian makan, dan kau bisa melanjutkan kembali tidur mu setelah selesai" kata Rita lembut dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya, rasa bahagia juga sedih karna melihat anak nya begitu kelelahan seharian mencari kerja hingga tak bisa ikut makan malam.
"Baik Buk." balas Tia sembari mencium pipi kanan Ibu nya dan beranjak dari tempat tidur
__ADS_1
"Kalau begitu Ibu keluar dulu, Ibu akan membantu Kakak mu mengemasi barang barang nya," pamit Rita Pada Tia
"Apa Kak Sisi juga akan segera pulang?" tanya Tia yang langsung kembali menghampiri Ibunya.
"Iya sayang, kan Kakak mu sudah punya keluarga sendiri, jadi dia harus ikut kemanapun suaminya pergi," ucap Rita coba menjelaskan pada Tia agar tidak bersedih
"Rumah ini akan kembali sunyi ketika semua sudah pulang ke rumahnya Buk," kata Tia dengan menatap begitu sendu ke arah Ibunya.
"Bukan kah besok kau akan bekerja, " ucap Rita coba mengingatkan Tia agar bisa kembali bersemangat, "sudah, cepat bersihkan tubuhmu, lalu makan, nanti makanan mu akan dingin, " katanya lagi karna Tia tak beranjak kembali ke kamar mandi," dengan langkah yang longlai Tia menuju kamar mandi tanpa menjawab ucapan Ibu nya.
~
"Tia kemari lah Kakak ada hadiah untukmu" panggil Sisi ketika melihat Adiknya keluar dari kamar membawa piring kotor dan sisah makanan yg sudah ia makan.
"Tunggu sebentar Kak, aku akan menyimpan ini dulu, " jawab nya sambil menunjuk ke arah piring yang ia bawa dan langsung melanjutkan langkah nya menuju dapur.
"Dimana hadiah ku Kak?" tanya nya pada Sisi ketika sudah berada di tengah tengah orang yang duduk di sofa itu.
Sisi tersenyum melihat Adiknya, ada rasa bangga dan juga kasian melihat Adik satu satunya harus berhenti sekolah dan bekerja di usia yang terbilang masih sangat dini.
"Kak Sisi mana hadiah ku?" sambungnya dengan melipat kedua tangan di depan dadanya karna merasa jengkel pada Kakak nya itu.
"Ini untukmu, " ucap Sisi kemudian memberikan sebuah kotak ukuran sedang ke arah Adiknya, dan langsung di raih oleh Tia. Ia ingin segera membukanya namun Sisi melarangn.
"Buka nya besok saja ya, setelah pulang dari bekerja, sekarang istirahat lah dan persiapkan diri mu untuk besok, " ucap Sisi lembut ke arah Adiknya, dia tidak mau jika Tia membuka hadiah nya sekarang, karna dia pun tidak tau apa Tia akan bersedih atau justru bahagia menerima hadiah itu.
"Baiklah Kak, kalo aku mendapat hadiah seperti ini maka aku akan dengan mudah membiarkan mu pergi besok," ucap Tia pada Sisi dan langsung di tertawakan oleh keluarganya.
"Kau begitu licik Tia, " ucap Sisi pada Tia sambil terus menggelengkan kepala nya.
"Hei Kak itu bukan licik, kan kau sendiri yang ingin meninggalkan ku jadi kau harus memberi ku hadiah terlebih dahulu sebelum pergi," ucap Tia tak terima jika di katai licik oleh Kakaknya.
__ADS_1
"Baiklah..Baiklah sekarang masuk ke kamarmu dan tidur, kau perlu istirahat untuk besok bukan?" ucap Sisi mengingatkan Tia.
"Kau sungguh berlebihan Kak, besok aku hanya akan bekerja bukan berperang kau tau, tapi karna kau sudah memberiku hadiah maka aku akan menuruti perintahmu," ucapnya panjang lebar dan kembali di tertawan oleh keluarganya.
"Baiklah aku akan ke kamar," sambung nya sembari mencium punggung tangan Ibu dan Ayah nya kemudian mengedipkan satu matanya ke arah Sisi," di balas senyum manis oleh Kakak nya itu.
~
"Tia kenapa kau bangun sepagi ini?" tanya Rita pada anaknya karna melihat gadis itu sudah menonton tv di jam yang masih menunjukka pukul empat pagi.
"Eh Ibu, kau sudah Bangun, aku sungguh tidak sabar ingin mulai bekerja Buk," ucapnya sembari menghampiri Ibunya dan mencium pipi kiri milik Ibunya itu.
"Tapi jika kau bangun sepagi ini maka kau akan mengantuk dan tidak akan fokus bekerja Tia, " ucap Rita menatap begitu dalam wajah putrinya.
"Kau jangan khawatir Buk, aku akan meminum kopi nanti," ucap Tia menenangkan Ibunya agar tidak khawatir lagi akan dirinya.
"Baiklah, Ibu akan membuatkan kopi untuk mu," jawab Rita kemudian melangkah menuju dapur untuk membuat kopi.
~
"Wah kau begitu rajin Tia" timpal Sisi tiba tiba membuat Tia berteriak dan kemudian dengan cepat menutup mulutnya sendiri.
"Kau hampir saja membuat jantungku copot Kak," ucap Tia yang langsung membuat Sisi tertawa dan memukul bahu adik nya itu.
"Apa kau selemah itu?" goda Sisi pada Tia
"Ceh, kau bahkan meremehkan ku sekarang Kak" sahut Tia yang kemudian kembali ke sofa untuk melanjutkan acara tv yang tadi di tonton.
"Hei aku hanya bertanya kau tau, dan kenapa kau bangun sepagi ini?" tanya nya lagi yang baru sadar jika ini masih sangat pagi untuk seorang Tia bangun dari tidur nya.
"Aku sudah tidak sabar ingin mulai bekerja Kak, kau tau kan ini pertama kali nya aku akan bekerja di negara sendiri, aku bahkan tidak tau apa yang akan aku kerjakan nanti," ucap nya penuh kekhawatiran, dan kemudian memeluk Sisi yang sudah duduk di samping nya itu.
__ADS_1
jangan lupa vote , like dan coment🤗
terima kasih juga untuk kalian semua😇🙏💙