Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 26


__ADS_3

Setelah beberapa saat lelaki itu akhirnya menyadari siapa sebenarnya gadis yang telah menghentikan mobilnya di tengah jalan. Ia adalah Cika , gadis itu teman SMA Andika dan Doni dulu , terakhir ketemu waktu perpisahan sekolah.


" Ku rasa aku cukup kecewa karna kau sudah melupakan ku Dik " sahut Cika menatap lesu ke arah lelaki itu.


" Ya , aku juga cukup kecewa dengan perubahan mu sekarang " kata Andika tersenyum membuat gadis itu menautkan kedua alis nya karna tidak mengerti.


" Perubahan " ulang nya dan Andika mengangguk


" Aku kecewa karna pernah menolakmu dulu " ucapnya menggoda Cika sambil tertawa , membuat gadis itu berdelik dan kemudian ikut tertawa.


" Ku mohon jangan ingatkan aku , tentang itu " sahut Cika di sela sela tawanya.


Gadis itu memang menyukai Andika sejak pertama kali Andika membantu nya. Kala itu hari pertama mereka mengikuti MOS di sekolah SMA. Mungkin karna kelelahan akhirnya Cika pingsan dan Andika yang membantu dan menjaga nya di ruang UKS. Dengan wajah tampan dan kebaikan nya membuat banyak gadis mengaguminya termasuk Cika. Dan gadis itu pernah mengungkapkan perasaan nya pada Andika , tapi lelaki itu menolak dan hanya menganggap Cika sebagai teman nya.


" Cik , Cikaa.. Heii " ucap Andika membuyarkan lamunan gadis itu.


" Oh ya , maaf kan aku " sahut Cika gugup , " Hmm mobil ku mogok Dik , apa kau bisa membantuku ? " pintanya pada Andika lalu lelaki itu melirik mobil di samping nya dan kemudian melihat ke arah Cika.


" Aku tidak memiliki keahlian di bidang mesin Cik , tapi aku bisa mengantarmu pulang , dan nanti kau bisa menyuruh orang lain untuk mengurus mobil mu " ucap nya memberi saran , karna ia memang tidak mengerti dengan ursan mesin.


" Ku rasa itu tidak buruk " sahut Cika tersenyum


" Baik lah , ayo " ajak lelaki itu dan berjalan menuju mobilnya dengan Cika yang mengikut di belakang.


~


" Terima kasih Dika , setelah sekian lama kita baru bertemu aku malah merepotkan mu " kata Cika setelah mereka sudah sampai di depan rumah mewah milik gadis itu.


" Itu hanya kebetulan Cik " kata Andika tersenyum , " baiklah aku langsung pulang " sambungnya lagi dan gadis itu langsung mengerti kemudian turun dari dalam mobil.


" Hati hati , aku akan membalas kebaikan mu nanti " kata nya sambil terus melambaikan tangan nya ke arah lelaki itu.


Andika melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju apartemen nya , ia merasa tubuh nya sudah sangat lengket dan ingin segera mandi.


Tidak berapa lama ia sudah sampai di depan gedung apartemen dan segera memarkirkan mobilnya lalu berjalan cepat menuju lift agar bisa segera tiba di kamar nya.


~


Tia sudah membersihkan tubuhnya lalu menggunakan baju tidur berwarna merah dengan celana panjang nya itu.


Ia berjalan menuju ruang keluarga untuk menemui orang tua nya , Ayah dan Ibu nya sedang menonton acara TV , lalu Tia duduk di antar dua orang paruh baya itu.

__ADS_1


" Ibu tadi dari mana ? " tanya Tia pada Rita


" Ibu dari warung " jawab Rita tersenyum dan mengelus puncak kepala putrinya. " Ibu mah gitu , kan aku sudah bilang , biar aku yang beli di swalayan , Ibu tidak perlu ke warung berjalan kaki untuk membeli kebutuhan dapur " kata Tia cemberut di balas senyum dari kedua orang tua nya.


" Yaudah lain kali anak Ibu yang beli " kata Rita membujuk Tia ,


" Sudah sudah , ayo makan Ayah sudah lapar " timpal Gunawan membuat anak dan istrinya tertawa bersamaan. Lalu mereka bertiga berjalan menuju meja makan yang sudah tersedia di rumah nya beberapa bulan yang lalu.


" Wah ada semur jengkol , ini besok semua anak anak di butik bakalan menjauh ini Buk " ucap Tia tertawa sambil menarik kursi untuk ia duduki.


Setiap kali Tia makan semur jengkol , pasti besok nya karyawan nya menjauh karna bau khas dari makanan itu yang tidak semua orang menyukainya. Tapi Tia malah suka jika mengerjai karyawan nya dan selalu menempel pada mereka apa lagi Ulan yang sangat tidak menyukai bau itu dan pasti akan merengek agar Tia menjauh.


~


Setelah mereka selesai makan malam , mereka bertiga kembali keruang keluarga untuk melegakan perut nya. Tak berapa lama Tia pamit pada orang tua nya untuk tidur lebih dulu dan tidak lupa mencium kedua manusia paruh baya itu.


" Aku pergi dulu " ucap nya sambil mencium punggung tangan Ayah dan Ibunya.


" Saya pamit dulu paman , bibi " sahut Andika tersenyum dan kemudian ikut mencium punggung tangan manusia paruh baya itu.


" Kalian hati hati , dan kau tuan , tolong jaga anak gadis ku " ucap Gunawan pada Andika dan lelaki itu mengangguk.


" Hati hati nak " sahut Rita saat mobil yang di tumpangi anak nya perlahan meninggalkan halaman rumah itu.


Dan kemudian Gunawan juga meninggalkan halaman rumah itu menggunakan sepeda motor miliknya. Setelah melihat anak dan suaminya yang sudah hilang dari pandangan , Rita juga akhirnya kembali masuk kedalam rumah.


~


" Apa kau ingin mampir dulu ? " tanya Tia setelah mereka sudah sampai di depan butik.


" Tidak , aku harus ke kantor , Bimo sudah merindukan ku " balas lelaki itu dengan tersenyum manis membuat Tia berdelik


" Ceh , aku baru tau jika kau pecinta sesama jenis " sahut Tia dengan nada jijik dan Andika langsung tertawa cengengesan.


" Aku hanya mencintai mu " ucap Andika begitu serius dengan menatap begitu dalam pada gadis itu. " lalu bagaiman dengan Bimo " tanya Tia polos. " aku akan meninggalkan nya demi kau " kata Andika kembali bercanda membuat gadis di samping nya semakin berdelik kesal , " ya sudah sekarang masuk lah " sambungnya tersenyum


" Kau mengusirku " ucap Tia dengan tangan yang ia lipat di dadanya.


Andika tersenyum dan langsung menarik gadis itu kedalam pelukan nya. Karna merasa Tia tidak menolak pelukan nya , ia kemudian memegang kedua pipi gadis itu dan segera melu*** bibir Tia dengan begitu lembut.


Tia tidak membalas ciuman nya dan juga tidak menolak , gadis itu hanya terus memejamkan mata nya karna merasa malu dan itu membuat Andika semakin gemas. Setelah beberapa menit Andika perlahan melepaskan bibirnya dari bibir gadis itu dan kembali memeluk lalu mencium puncak kepala Tia.

__ADS_1


" Sudah siang , pergilah , atau kau akan terlambat " sahut Tia dan langsung membuka pintu mobil kemudian berjalan dengan cepat menuju butik nya. Andika tersenyum sambil terus menatap punggung gadis itu hingga masuk kedalam butik. Setelah Tia hilang dari pandangan nya ia kemudian berlalu menuju kantor.


~


" Selamat pagi " sapa Tia pada ke tiga karyawan nya yang di sambut senyum manis oleh mereka.


Tia berjalan menghampiri Ulan yang sedang merapikan beberapa pakaian di lantai utama.


" Selamat pagi Lan " sapa Tia dan dengan sengaja mendekatkan dirinya pada gadis itu.


" Pagi kak " balas nya , " Ahhh , bau ini sepertinya ... Kak Tia ku mohon menjauh lah " sambung nya dengan cemberut yang langsung menyadari bau aneh itu. Dan seketika mimik wajah Tia langsung berubah mendengar ucapan Ulan.


" Lalu tadi , apa jangan jangan , oh tidakk " gumamnya pelan tetapi itu masih terdengar jelas di telinga Ulan yang posisinya begitu dekat dengan Tia.


" Ada apa kak ? " tanya Ulan bingung karna tidak biasanya Tia berhenti dengan cepat memberikan ia bau tak sedap itu.


Ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Ulan. Dengan segera ia berjalan menuju tangga dan segera naik ke ruangan nya yang berada di lantai dua butik itu.


" Ah..Aku akan malu bertemu dengan nya nanti " sahut nya dengan terus bergumam dan berjalan menaiki anak tangga.


~


" Meeting nya jam berapa Bim " tanya Andika pada Bimo


" Di tunda setelah makan siang tuan , klien yang dari Jepang masih dalam perjalanan " ucap Bimo membuat Andika menatap tajam ke arah nya.


" Maaf tuan , tadi saya ingin memberi tahu tapi Anda tidak menjawab telfon saya " jelasnya yang langsung mengerti oleh tatapan lelaki itu.


" Saya sedang dalam perjalanan , jadi tidak bisa menjawab panggilan mu " ucap Andika berkilah , karna saat Bimo menelfon ia sedang bermain main bersama Tia. " Saya tidak sempat untuk sarapan tadi pagi " sambung nya dan Bimo terlihat langsung mengambil benda pipihnya dan entah apa yang ia lakukan dengan benda kecil itu.


~


Beberapa menit kemudian terdengar ketukan dari balik pintu.


Tok tok tok


Bimo berjalan untuk memastikan siapa yang datang. Dan terlihat seorang gadis dengan pakaian pelayan membawa nampan yang berisi roti panggang dan segelas susu. Bimo mengambil alih makanan itu dan menyuruh sang pelayan untuk kembali bekerja.


" Silahkan tuan " ucap Bimo setelah meletakkan makanan itu di atas meja yang juga terdapat di ruang kerja Andika.


" Terima kasih Bim , dan kau silahkan selesaikan pekerjaan mu dulu " kata Andika yang berjalan mendekat ke arah nya. Bimo mengangguk dan kemudian berlalu meninggalkan Andika.

__ADS_1


Jangan lupa vote , like dan coment kak🤗


Dan sekali lagi terima kasih😌💙🙏


__ADS_2