
"Aku berangkat dulu," pamit Tia yang kemudian mencium punggung tangan Ayah dan Ibunya, dan ber alih memeluk Sisi yang juga sudah akan berangkat ke terminal di temani Ayah nya.
"Aku akan merindukan mu Kak," ucapnya lagi masih dalam pelukan Sisi.
"Aku juga akan sangat merindukan mu Dek" balas Sisi sambil mengeratkan pelukan nya.
"Baiklah, Sekarang kau harus bekerja, Tidak baik jika kau harus terlambat di hari pertama mu ini," sambung nya pada Tia yang masih terus memeluknya.
"Baiklah Kak, kau hati hati dalam perjalanan mu," ucap Tia pada Sisi dan mulai melepas pelukan nya
"Iya, kau jaga Ibu dan Ayah di sini aku akan datang mengunjungi kalian sesering mungkin," ucap Sisi sembari mencium puncak kepala adik nya itu.
"Tenang lah kak, itu sudah kewajiban ku jadi kau tak perlu khawatir" balas Tia tersenyum ke arah tiga orang di hadapan nya.
"Aku pergi dulu Assalamualaikum." pungkas nya sembari meninggalkan semua orang di halaman rumahnya yang terus tersenyum menatap nya hingga betul betul menghilang dari pandangan.
~
"Baiklah Buk, kalo begitu aku juga pamit dulu, karna takut jika harus ketinggalan bus nanti," pamit Sisi yang kemudian memeluk Ibu nya
"Iya kau harus hati hati, jangan terlalu memikirkan kami di sini, kami akan selalu baik baik saja asal kau sering memberi kabar meskipun hanya lewat sambungan telfon," ucap Rita pada Sisi yang masih terus memeluknya dan di elus elus nya punggung anak nya itu agar bisa tenang.
"Berangkat lah, Sebentar lagi kau akan terlambat." sambung nya mulai melepas pelukan dari Sisi karna takut jika Anak nya akan terlambat.
"Baik lah Buk, aku berangkat dulu, Assalamualaikum," pamit nya sembari menaiki kendaraan roda dua yang dimana Ayahnya sudah naik lebih dulu untuk mengantarnya.
"Wa'Alaikumsalam hati hati Sayang, Ayah hati hati," ucap Rita sambil terus melambaikan tangan melihat kepergian Anak nya, hingga akhirnya hilang dari pandangan, dan kemudian dia masuk ke dalam rumahnya, untuk mulai membersihkan rumah.
##
__ADS_1
"Siapa namamu?" tanya seorang lelaki menghampiri Tia yang masih sibuk dengan pekerjaan nya.
"Tia Kak, nama ku Tia" jawabnya sopan dan menjulurkan tangan kanan nya untuk bersalaman.
"Oh, iya Tia, namaku Hans, aku salah satu karyawan di sini, apa kau sedang pelatihan di sini? Atau bagaimana? Atau kau keluarga dari pemilik toko ini? Tapi, kenapa kau ikut bekerja?" kata Hans dengan terus menerka nerka karna baru kali ini ada seorang perempuan yang bekerja di tempat yang seharusnya hanya lelaki yang mengerjakan.
Tia pun langsung melebarkan senyum ke arah Hans yang tampak kebingungan dengan fikiran nya sendiri.
"Aku sedang bekerja di sini Kak, ini hari pertamaku" jawab Tia sopan ke arah Hans dan kemudian melanjutkan kembali pekerjaan nya.
"Apa kau membohongi ku? Mana mungkin seorang gadis kecil sepertimu bekerja di tempat ini," ucap Hans masih tak percaya, melihat tubuh kecil dan jari jari yang begitu lembut milik Tia mampu bekerja di tempat itu.
"Hei Kak, apa kau sedang meremehkan ku sekarang?" ucap Tia tak Terima namun dengan senyum yang masih terpancar di wajah cantik nya.
"Wah, kau benar benar membuat ku penasaran Tia," ucap Hans terus menggelengkan kepala nya masih tak percaya dengan Tia karna melihat gadis di depan nya yang mungkin 10 tahun lebih muda darinya namun sudah mampu menyaingi tenaga kerjanya itu.
Namum Tia hanya tersenyum mendengar ucapan Hans, dia tidak tau harus menjawab apa lagi dan hanya melanjutkan kembali pekerjaan nya.
Sudah hampir 30 menit dalam perjalanan tapi dia belum juga sampai ke rumahnya, karna memang harus singgah di beberapa tempat untuk mengambil dan menurunkan penumpang, Tia pun hanya mengikut saja karna memang seperti itu lah kendaraan umum.
"Pak beritahu saya jika sudah sampai, aku ingin sedikit merebahkan Tubuh dulu," ucap Tia kepada supir yang membawanya, ia sudah begitu lelah bekerja seharian, jadi fikirnya merebahkan diri mungkin akan menghilangkan sedikit kepenatan nya.
"Berbaring lah Nona, aku akan memberitahu mu jika sudah sampai" balas supir itu sambil melihat ke arah Tia melalui spion tengah mobilnya.
Tidak butuh waktu lama, Tia pun sudah berada di alam mimpinya, mungkin karna terlalu lelah membuatnya cepat berada di alam mimpi. Hampir satu jam sudah perjalanan nya dan akhirnya mereka tiba. Tia yang sekarang menjadi penumpang satu satu nya di mobil itu karna yang lain sudah turun lebih dulu.
"Kau sungguh kelelahan Nona," gumam pak supir dalam hati, karna melihat Tia begitu lelap dalam tidur nya. "Nona kau sudah sampai apa kau masih ingin tidur di atas mobil ku ini," ucap pak supir terus memperhatikan Tia dan terlihat mengangkat sedikit ujung bibirnya.
"Hmm apa kita sudah sampai Pak?" tanya Tia yang masih berusaha membuka mata
__ADS_1
"Iya Nona, kita sudah sampai dari sejam yang lalu" kata pak supir menggoda Tia yang kelihatan masih sangat mengantuk.
Dia pun segera duduk dan berusaha mengumpulkan kembali nafasnya.
"Kenapa kau tidak membangunkan ku pak, baiklah ini uang mu, maaf karna telah membuatmu menunggu terlalu lama," ucap Tia sambil memberi beberapa lembar uang dan kemudian bergegas masuk ke dalam rumahnya, karna takut Ibu dan Ayah nya khawatir.
~
"Kau terlihat begitu lelah Tia, jangan paksakan dirimu jika memang kau tidak mampu bekerja di tempat itu," ucap Rita pada Tia, karna melihat anaknya itu terus menguap di depan makanan dan terlihat begitu lelah.
"Aku sangat menyukai pekerjaan ku sekarang Buk, aku hanya sedikit mengantuk karna tadi harus ikut pak supir mengantar beberapa penumpang dulu," ucap nya coba menjelaskan pada Ibunya agar tak melarangnya bekerja.
"Baiklah, jika kau memang menyukai nya, tapi jika sudah tidak bisa lagi, kau bisa berhenti kapan saja nak." ucap Rita pada Tia dan terus menatap anak bungsunya itu. Gadis itu ter senyum serta mengangguk pelan ke arah Ibunya
"Besok Ayah akan mengantarmu , dan ketika pulang biar Ayah yang menjemputmu agar tidak terlalu lama di perjalanan," Ucap Gunawan pada Tia. Ia juga kasian melihat anaknya harus menggunakan kendaraan umum.
"Terima kasih Ayah" balas Tia pada Gunawan dan kembali menikmati makanan nya, Gunawan pun tersenyum melihat semangat juga pengertian anak nya terhadap keluarga.
***
Hari hari Tia pun ia lalui dengan bekerja keras di tempat yang sudah mau mempekerjakan nya, setiap hari ia di antar jemput oleh Ayah nya menggunakan kendaraan roda dua milik Ayahnya itu.
^^^
Ok semuanya di bab selanjutkan, cerita ini di skip, sampai umur Tia yang sekarang ya. Yaitu 19 tahun gaes, jadi udah dewasa aja wkwk
Tapi di kisah selanjut nya In Sya Allah akan lebih greget soalnya Tia udah beranjak dewasa juga dan bakalan banyak cerita menarik. Selalu stay dukung Author yah kak😚
Jangan lupa vote , like dan coment🤗
__ADS_1
terimah kasih semuanya😇🙏💙