
Setelah selesai rekap barang di Butiknya, Tia pamit untuk pulang lebih dulu bersama Gita. Tapi, bukannya pulang ke rumah, ia malah mengajak sahabatnya untuk pergi menonton di salah satu mall ternama di kotanya.
Mereka pergi menggunakan mobil Gita tentunya. Gadis yang sedang mengendalikan kemudi pun hanya mengikuti arah yang ditunjukkan sahabatnya.
Tibalah mereka di area parkir sebuah mall, mereka bergegas turun dari mobil dan segera berjalan beriringan untuk masuk kedalam.
Rencana yang awalnya ingin menonton pun diganti dengan pergi ke arena bermain mall itu, Tia tersenyum sumringah saat melihat wahana bom bom car.
"Apa kau mau naik?" tanya Gita yang memperhatikan tingkah sahabatnya.
"Tentu saja, aku tidak pernah bermain seperti itu sebelumnya." Tia kegirangan dan langsung menarik Gita untuk bermain bersama. Mereka pun menaiki mobil masing masing, saling tabrak tabrakan layaknya anak kecil.
Tia menghantam mobil Gita dengan begitu keras, membuat gadis itu menghardiknya namun tetap ikut tertawa.
Setelah puas berada di arena bom bom car, mereka segera menuju restoran yang juga berada di dalam mall itu.
Mereka duduk di meja lalu memanggil pelayan untuk segera memesan makanannya.
"Ini sungguh menyenangkan."
"Kau berlebihan, aku bahkan sudah bosan dengan permainan itu."
"Aku bahkan baru pertama kali memainkannya."
Tertawa lagi seperti mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa. Gita hanya menggelengkan kepalanya berulang-ulang melihat tingkah polos gadis di hadapannya.
Pelayan akhirnya datang dan meletakkan pesanan kedua gadis itu di meja. Dua piring yang berisi makanan ditambah dua gelas minuman di hadapannya sudah siap untuk mereka santap.
"Ayo makan," ucap Gita dan Tia tersenyum puas kearahnya.
"Tia." Gita memanggilnya dengan mulut yang terus mengunyah.
"Iya," jawabnya singkat, dan terus fokus pada makanannya.
"Apa Kakakku sudah menghubungimu?" mengingat kembali Kakaknya yang sedang jauh.
Tia menghentikan suapannya, ia menatap Gita yang juga sedang menatapnya serius.
"Apa dia belum memberimu kabar?" tanya balik Tia dan Gita menggeleng pertanda bahwa Andika memang belum mengabarinya.
__ADS_1
Tia menghela nafas lalu segera merogoh tasnya dan mengambil benda pipih dari dalam sana.
Ia menghubungi lelaki yang terus berada di pikirannya beberapa hari ini. Telepon tersambung, terlihat seorang pria tampan yang sedang tersenyum di layar ponselnya.
Tia ikut tersenyum kemudian memberikan ponselnya pada Gita. Membiarkan Adik Kakak itu berbicara.
"Hei, kenapa tidak memberi kabar, apa kau sudah tidak menganggap kami ada huh," celoteh Gita saat ponsel Tia sudah berada di tangannya.
"Pelankan suaramu Gita." Andika kesal sendiri mendengar Adiknya mengoceh.
"Baiklah. Bagaimana keadaan papa?" tanyanya langsung.
"Semua baik baik saja," jawab Andika. Ia pun merasa sudah bisa bernafas lega setelah melihat langsung kondisi papanya.
"Berikan ponsel Tia padanya," lanjutnya.
"Ceh." Gita mendengus kesal sambil mengembalikan ponsel Tia. "Kau benar benar menyebalkan," lanjutnya dan memilih menyantap kembali makanannya.
Tia tergelak melihat wajah gadis di hadapannya, ia pun meraih ponselnya dan kembali berbicara pada kekasihnya.
Ngobrol terus dan membuat kuping Gita panas sendiri, gadis jomblo sepertinya memang selalu terganggu dengan keromantisan orang pacaran, meski hanya melalui sambungan telepon:v
Setelah puas berbicara dengan kekasihnya, Andika menutup sambungan telepon karena ingin kembali ke RS untuk melihat papanya.
~
Bulan pun sudah menampakkan dirinya, di tambah bintang bintang yang ikut menyempurnakan malam ini.
Rita duduk bersama Gunawan di ruang keluarga sambil menyaksikan acara televisi.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya dan sudah menggunakan pakaian rumah, Tia ikut bergabung bersama kedua orang paruh baya itu.
Tia membaring tubuhnya di sofa panjang, tersenyum menatap orang tuanya lalu ikut menyaksikan acara televisi.
"Nak." Gunawan memanggilnya pelan.
"Ada apa Ayah?" bertanya dengan posisi yang sudah duduk.
"Bagaimana keadaan Tuan Iskandar?"
__ADS_1
"Andika bilang, semua baik baik saja Yah." Tia menjawab sesuai jawaban Andika tadi. Gunawan mengangguk pelan. Lelaki paruh baya itu tampak berpikir sejenak sebelum kembali berbicara pada putrinya.
"Kapan dia akan pulang?" bertanya lagi pada Tia.
"Aku juga belum tau Yah." Tia kembali menjawab sekenanya. Ia memang belum mengetahui kapan lelaki itu akan pulang ke tanah air.
Obralnya pun selesai, mereka kembali fokus pada acara televisi, sesekali menikmati cemilan yang ada di meja.
Karena merasa sudah mengantuk, Tia pamit untuk tidur lebih dulu, orang tuanya pun hanya membiarkan saja.
~
Andika masih setia menemani papanya di RS. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi tunggu, memijat pelan keningnya yang terasa sakit.
"Sebaiknya Tuan pulang saja, biar saya yang tetap disini." Bimo menyarankan saat melihat wajah majikannya yang terlihat begitu lelah.
"Baiklah, hubungi aku jika papa sudah sadar." Akhirnya memilih untuk pulang dulu.
Bimo mengantarnya hingga ke area parkir, membukakan pintu mobil untuk majikannya. Setelah Andika hilang dari pandangan, Bimo kembali masuk untuk tetap menjaga majikan tuanya.
~
Andika melajukan mobilnya menuju kediaman Iskandar di kota besar ini, ia memasuki gerbang besar rumah itu. Ia kemudian memberikan kunci mobilnya pada salah satu security untuk memasukkan di garasi. Andika berlalu menuju kamar yang telah disiapkan untuknya. Ia ambruk di atas kasur empuk itu. Baru berapa saat merebahkan tubuhnya, sudah terdengar dengkuran kecil dari mulut lelaki itu.
~
Tia sudah masuk ke kamarnya, merebahkan tubuhnya di kasur. Ia meraih benda pipihnya yang berada di atas nakas, ia ingin melihat grup chatnya dengan karyawannya.
"Apa yang kalian bahas sih?" tanyanya dalam pesan yang dikirim.
"Eh ada Kak Tia, mereka lagi ngomongin cowok yang baru bekerja di samping Butik itu Kak." Anggi yang membalas.
Yang lain hanya mengirim emot tertawa hingga air matanya keluar, membuat Tia ikut tertawa cengengesan.
"Besok aku akan memberitahu Bosnya tentang kalian yang bergosip." Terkirim lagi.
"Aku nggak ikutan Kak." Pesan Anggi masuk dengan emot senyum.
Karena merasa sudah sangat mengantuk, Tia akhirnya meletakkan ponselnya dan mulai memejamkan mata untuk segera berpindah ke dunia mimpi.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan coment😘
Thank You😌💙🙏