Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 18


__ADS_3

Setelah selesai makan malam bersama Ayah dan Ibu nya, Tia kembali membantu Rita untuk membersihkan sisa makanan nya dan mengangkat piring kotor ke dalan wastafel lalu mencuci nya.


Setelah pekerjaan nya selesai ia kemudian berjalan menuju ruang keluarga untuk mengobrol bersama Ayah dan Ibu nya.


"Bagaimana perkembangan Butik mu?" tanya Gunawan pada Tia.


"Semua nya baik Yah," Balas Tia tersenyum sambil menatap ke arah Ayah dan Ibu nya bergantian.


"Mungkin kau bisa menambah satu karyawan lagi, sepertinya kau selalu kelelahan, dengan memiliki tiga karyawan kau tidak perlu terlalu repot kan" kata Gunawan yang sering melihat Tia pulang dengan wajah lesu nya akibat bekerja, dan ia rasa untuk menggaji tiga karyawan pun Anak nya sudah mampu.


Tia terdiam setelah mendengar ucapan Ayah nya. Yang Ayah nya bilang memang benar, ia sering kali kewalahan merespon banyak chat dan juga harus melayani pembeli yang datang jika Ulan dan Fina sedang melayani yang lain nya.


"Ayah rasa untuk menggaji tiga orang karyawan pun kau masih mampu" sambung Gunawan yang sengaja menggoda Tia karna melihat anak nya itu sedang berfikir.


Sedangkan Tia langsung tersenyum mendengar ucapan Ayah nya sambil menatap ke dua manusia paruh baya di hadapan nya kini.


"Baik lah Tia akan menambah satu orang lagi, nanti aku sendiri yang akan mencari," ucap nya setelah befikir beberapa menit dan itulah keputusan nya.


Gunawan dan Rita hanya mengangguk dan tersenyum ke arah putri bungsu nya yang masih terus berbicara sambil sesekali melihat ke arah telvisi yang sedang menyala.


Karna merasa mengantuk Tia akhirnya pamit pada Ayah dan Ibu nya untuk istirahat lebih dulu, padahal baru pukul 9 malam tapi mata nya sudah terasa begitu berat, mungkin akibat kelelahan membuatnya cepat mengantuk.


"Aku ke kamar dulu, udah ngantuk.." pamit nya dengan sesekali mengucek mata nya dan kemudian mencium punggung tangan Ibu dan Ayah nya bergantian karna itu juga adalah salah satu kebiasaan nya.

__ADS_1


Gunawan maupun Rita hanya mengangguk sambil tersenyum dan Rita mencium puncak kepala anak nya. Kemudian Tia berlalu meninggalkan orang tua nya yang masih menikmati acara telvisi.


Setelah berada di dalam kamar, Tia kemudian menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci wajah sebelum tidur. Ia masih berdiri di depan pintu kamar mandi setelah selesai membersih kan wajah. Ia mendengar benda pipih miliknya berdering di atas nakas dan ia segera berjalan mendekati benda itu.


Ia tersenyum melihat nama di layar depan handpone nya yang masih terus berdering karna ia belum menjawab panggilan itu.


"Haloo, kenapa kau suka sekali menggangguku di waktu malam," ucap nya langsung sambil terus tersenyum dan menahan tawa.


"Astaga ... benar kah? Oh iya kau benar, aku sungguh melupakan nya" kata nya lagi setelah mendengar ucapan di balik telfon dan ia memang betul betul melupakan hal itu.


Setelah sambungan telfon nya di matikan ia meletakkan kembali benda pipih nya itu di atas nakas dan segera merebahkan tubuh nya dia ranjang. "Jika dia tidak menelfon ku aku tidak akan mengingat hal itu dan aku pastikan dia akan memukul ku jika bertemu," ucap nya lagi sebelum menutup mata dan segera masuk ke alam mimpi.


Sudah banyak pelayan yang sibuk kesana kemari untuk terus menata dan merapikan ruangan itu , mereka sangat memperhatikan semua sisi rumah mewah itu karna majikan nya sudah mengingatkan tidak boleh ada yang kurang sedikit pun di pesta penyambutan putra sulung nya.


Sudah banyak makanan yang tertata rapi di atas meja. Rumah mewah milik keluarga Iskandar Jaya sekarang terlihat seperti istana yang sangat mewah dengan dekor dimana mana.


~


Tia sudah bangun dari pukul 5 pagi , ia mengirim pesan ke Group yang terdiri dari dirinya dan kedua karyawan nya dan memberitahukan bahwa ia tidak ke butik hari ini karna ada acara. Dan tentu saja kedua karyawan nya menyetujui itu.


Setelah mengirim pesan Tia kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk segera mandi. Saat selesai mandi kemudian ia bersiap siap karna Gita menyuruhnya datang pukul 9 pagi. Tia belum juga mendapat pakaian yang cocok untuk nya , ia terus memilih dan mencoba beberapa baju tapi belum mendapat yang pas di mata nya.


Setelah hampir dua jam bersiap dengan menggunakan Dres yang panjang nya melewati lutut dengan warnah pink salem dan ia juga memakai make up tipis di wajah nya , dan menggunakan heels berwarna senada dengan baju nya.

__ADS_1


Sekarang sudah tepat pukul 8 pagi. Ia kemudian keluar dari kamar dan berjalan menghampiri Ayah dan Ibu nya yang berada di ruang keluarga.


" Selamat pagi " sapa Tia tersenyum sambil duduk di antar Rita dan Gunawan.


" Loh kok udah cantik gini , mau kemana ? " tanya Rita yang belum mengetahui jika putrinya akan menghadiri pesta.


" Gita mengundang ku ke rumah nya Buk , keluarga nya mengadakan pesta untuk menyambut putra mereka dari Jerman " ucap Tia menjelaskan. " kemarin aku betul-betul lupa , untung saja dia menghubungi ku semalam " lanjut nya


" Mau pergi naik apa " timpal Gunawan dan kedua wanita itu langsung melihat ke arah nya.


" Motor dong Yah " kata Tia santai sambil menunjukkan kunci motor kesayangan nya " eh tunggu bentar " kata nya lagi saat mendengar benda pipih nya berbunyi dari dalam tas nya.


" Iya Halo Git " ucap nya setelah mengarahkan benda kecil itu di telinga.


" Kau sudah siap " tanya Gita


" Iya , ini aku akan berangkat " sahut nya


" Tunggu dulu , Aku sudah menyuruh seseorang menjemput mu , kau juga kan tidak mengetahui rumah ku " cegah Gita dan Tia yang mendengar mengerutkan dahi nya karna tidak enak jika harus di jemput.


" Tidak. Itu tidak perlu Git , kau kirim saja alamat mu , aku akan pergi sendiri saja " ucap nya menolak.


" Apa kau yakin akan menggunakan motor dengan pakaian itu ? sudah lah kau tunggu saja , sebentar lagi dia akan sampai , karna aku sudah mengirim alamat mu pada nya " kata nya dan langsung mematikan sambungan telfon secara sepihak membuat Tia membuang nafas nya kasar dan kembali duduk di samping Ibu nya sambil menunggu orang yang menjemput nya datang.

__ADS_1


Jangan lupa vote , like dan coment๐Ÿค—


Dan terima kasih banyak semua nya๐Ÿ˜Œ๐Ÿ’™๐Ÿ™


__ADS_2