
Andika menghentikan laju mobilnya di halaman parkir sebuah swalayan, ia melirik sebentar ke arah Tia, karena gadis itu masih terlelap ia pun segera turun dan berjalan cepat masuk ke swalayan.
Selang beberapa menit, Andika sudah keluar dari dalam tokoh dengan membawa banyak kantong belanjaan di tangannya. Ia mempercepat langkahnya menuju bagasi mobil dan meletakkan barang belanjaannya di dalam sana. Lalu kembali berjalan menuju kursi kemudi.
~
"Sayang, bangunlah, kita sudah sampai," katanya sambil membelai puncak kepala Tia. Gadis itu menggeliat tapi belum juga membuka matanya. Karena tidak ada pergerakan dari Tia, Andika dengan nakalnya menggigit telinga gadis itu, membuat kekasihnya langsung meringis dan membuka mata.
"Berhasil," ucapnya dengan begitu senang saat melihat Tia yang sudah membuka matanya lebar.
"Telingaku," lirih Tia dengan suara parau. "Dimana kita?" tanyanya saat melihat ke arah luar jendela yang tampak asing dari pandangannya.
"Sayang, cepat turun," teriak Andika yang sudah keluar lebih dulu.
Tia pun ikut turun, berjalan menghampiri Andika yang terlihat sedang menurunkan beberapa barang dari dalam bagasi.
Pengunjung terlihat padat di akhir pekan. Ramai orang yang sedang berlarian, terlihat orang tua yang sedang mengawasi anaknya di pantai sana.
Ah … manisnya mereka. Batin Tia, bibirnya sudah melengkung, terus mengamati orang orang yang berada disana.
"Sayang, ganti pakaianmu dulu," kata Andika sambil memberikan goddybag pada Tia.
Tia menyeringai saat melihat isi goddy bag yang diberikan oleh kekasihnya. "Apa kau yang mempersiapkan ini semua?" tanya Tia dengan senyum yang terus merekah. Andika mengangguk pelan dan ikut tersenyum.
"Sayang, cepat ganti pakaianmu, dan setelah itu aku juga akan berganti pakaian," ujar Andika.
Tanpa menunggu lagi, Tia segera berjalan menuju ruang ganti yang memang disediakan untuk pengunjung pantai.
Andika tertegun saat melihat kekasihnya berjalan mendekat dengan pakaian yang sudah berubah, baju pantai tanpa lengan, dengan panjang selutut yang bernuansa pastel, terlihat sangat cocok dengan warna kulitnya. Tia beberapa kali membetulkan pakaiannya, ia merasa kurang nyaman dengan pakaian seperti itu.
"Sayang, jangan menatapku seperti itu," ujarnya saat melihat tatapan Andika tak luput darinya.
"Hem … baiklah, tunggu disini, aku akan berganti pakaian dulu." Andika langsung tersenyum dan mengambil goddy bag yang berisikan pakaiannya lalu berjalan menuju ruang ganti.
Sambil menunggu Andika kembali, Tia menatap kearah langit yang terlihat sedikit mendung, perlahan ia memejamkan matanya, menikmati semilir angin yang dengan lembut menerpa wajahnya.
__ADS_1
Ini pertama kalinya aku kesini, hahaha aku bahkan tidak tahu jika ada pantai disini. Tia berucap dalam hati, senyum di bibirnya kembali terlihat dengan mata yang masih terpejam.
"Aku sudah selesai," ucap seseorang yang langsung membuatnya tersentak dari kenikmatannya.
"Ceh," desis Tia saat melihat tubuh kekar kekasihnya, dengan celana pantai dan kaos tanpa lengan yang ia gunakan.
"Ada apa sayang? Apa aku terlihat aneh?" tanya Andika sambil memperhatikan tubuhnya.
"Tidak. Kau hanya terlihat sedikit seksi dengan pakaian itu," ujar Tia membuat Andika menarik hidungnya gemas.
"Apa kau sedang menggodaku huh?" sudah tertawa gemas dengan terus menarik hidung Tia, membuat sang empunya meringis.
~
Mereka sudah berada di pesisir pantai, Andika mencari tempat yang kosong lalu membentangkan kain pantai yang tadi ia beli di swalayan. Kain itu menjadi satu satunya alas yang bisa mereka gunakan untuk menikmati deru ombak dan hembusan angin pantai yang terasa menyejukkan dengan cuaca seperti sekarang.
Tia kembali memejamkan matanya dengan menghadap ke arah pantai, membiarkan hembusan angin lembut terus menerpa wajah mulusnya.
Andika tersenyum menatapnya, menatap wajah tenang yang terlihat sangat menikmati suasana sekarang. Meskipun suara berisik terdengar dimana mana, itu sama sekali tidak mengganggu Tia saat ini.
"Hei …," ucap Tia kaget saat melihat Andika yang sudah berada tepat di depannya. "Mengejutkanku saja," lanjutnya.
"Nah, minumlah dulu," ujar Andika sambil memberikan air kelapa muda pada kekasihnya. Tia menerima dengan senyum mengembang, dan langsung menyedotnya.
Setelah menikmati air kelapa muda dan beberapa cemilan yang Andika beli di swalayan, lelaki itu menarik tangan kekasihnya dan berjalan di tepian pantai.
"Sayang, apa kau mau berenang?" tanya Andika dengan tangan yang masih menggenggam erat jari jari halus kekasihnya.
Tia diam sesaat, memikirkan tawaran kekasihnya. "Tapi aku tidak terlalu bisa berenang," katanya dengan tersenyum kecut.
"Aku akan mengajarimu," tutur Andika.
Sepasang manusia itu sudah melewati tepian pantai, ketinggian air yang sudah mencapai dadanya dan deru ombak yang sedikit kencang membuat Tia ragu untuk melanjutkan ajakan kekasihnya.
"Sepertinya aku takut," ujar Tia, namun entah apa yang lucu sehingga Andika tertawa dengan begitu puas.
__ADS_1
"Sayang, tenanglah, ini masih di permukaan, air dibawah sana jauh lebih tenang," jelasnya dengan masih tertawa kecil.
"Jangan tinggalkan aku," ujar Tia dengan mengeratkan genggaman tangan mereka.
"Itu sangat tidak mungkin sayang." Andika tersenyum meyakinkan. "Apa kau sudah siap?" tanyanya, Tia mengangguk pelan dengan menghirup nafasnya dalam.
Dan tanpa menunggu lama, Andika langsung menenggelamkan tubuhnya ke dalam air bersama Tia yang sudah masih menggenggam tangannya dengan begitu erat.
Untuk pertama kalinya Tia melihat keindahan di dalam air. Terumbu karang dimana mana, dan ikan dengan warna warna yang begitu indah, membuat mata Tia terus berbinar atas keindahan dasar laut yang ia saksikan secara langsung.
Andika sesekali melirik ke arah Tia yang terlihat sangat bahagia dengan tangan yang terus menggenggam erat tangan kekasihnya.
Lalu Andika kembali menarik tubuh kekasihnya itu ke permukaan, untuk menghirup oksigen yang mulai terasa menipis.
"Ahh … ini sungguh menyenangkan," teriak Tia tertawa dengan tubuh yang sudah bergoyang kesana kemari akibat arus ombak yang sedikit deras.
"Apa kau suka?"
"Tentu saja, ini pertama kalinya untukku," sahut Tia dengan terus tersenyum bahagia, membuat bibir Andika ikut melengkung sempurna.
Melihat orang yang kita cintai sebahagia ini benar benar menyenangkan, apalagi jika alasan kebahagiaanya adalah kita. Batin Andika dengan bibir yang terus melengkung.
Andika sedikit terkejut saat Tia menarik tubuhnya kembali ke dasar laut. Untuk menikmati keindahan di dalam sana.
Setelah berjam jam berada di dasar laut, mereka kembali ke permukaan sambil menikmati suasana sore hari. Cahaya langit yang berubah menjadi kemerahan membuat suasana senja terlihat semakin indah.
"Ini benar benar menyenangkan." Tia kembali tertawa dengan kepala yang sudah bersandar di lengan kekasihnya.
"Apa kau lelah?" tanya Andika sambil mendaratkan beberapa ciuman di puncak kepala Tia.
"Tidak!" menjawab secepat kilat dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya.
"Baiklah, sekarang ganti pakaianmu! Aku tidak mau kau masuk angin," imbuh Andika dan Tia mengangguk lalu segera beranjak dari duduknya untuk menuju ruang ganti.
Jangan lupa vote, like, dan komen🤗
__ADS_1
Thank's for you all😌💙🙏