Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 23


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju rumah nya , Tia hanya terus menatap ke luar jendela , sambil memikirkan ucapan Andika yang mengira bahwa Tia memeluk nya , ia merasa tidak percaya , tapi juga tidak bisa mengelak karna ia sedang tertidur.


Sedangkan Andika mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang , ia sesekali melirik Tia yang berada di samping nya. Tidak ada yang saling berbicara , Andika fokus menyetir dan Tia fokus dengan pikiran nya sendiri.


Hari sudah tampak begitu sore , karna sekarang akhir pekan jadi tampak sangat ramai dengan orang orang yang sekedar bersantai di taman , menghabiskan waktu bersama keluarga mereka. Dan banyak juga yang sekedar berlari santai di sana.


" Tia , apa kau masih memikirkan masalah tadi " tanya Andika merasa kasihan karna telah mengerjai perempuan itu.


" Hmm " sahut nya tanpa melihat ke arah lelaki di samping nya , dan tetap fokus melihat ke arah luar jendela , sambil menyaksikan kebahagiaan orang orang di luar sana.


Awww ... " ucap nya sedikit keras ketika Andika menghentikan mobil nya secara paksa dan membuat tubuh perempuan itu terbentur ke depan. " ada apa " lanjutnya saat melihat Andika menatap tajam ke arah nya.


" Ada yang ingin aku bicarakan " ucap Andika terus menatap perempuan di hadapan nya.


Deg , entah kenapa jantung Tia berpacu dengan cepat mendengar ucapan sederhana itu. Bahkan tatapan Andika juga membuat nya takut bersamaan.


" Aa.. Apa , jangan menatap ku seperti itu " ucap nya gugup sambil menundukkan pandangan nya " hei apa kau mengerjai ku " sambung nya ketika Andika kembali melajukan mobil nya tanpa menjawab pertanyaan Tia.


" Apa kau tidak melihat lampu jalan nya " sahut Andika cengengesan melihat kelakuan aneh sahabat adik nya itu.


Tia merasa malu sendiri , karna ia memang tidak memperhatikan lampu jalan sehingga tidak menyadari bahwa Andika berhenti karna lampu nya sedang berwarna merah.


" Kau sangat aneh , tapi tidak apa-apa , aku tetap suka " ucap Andika tanpa sadar dan Tia langsung membulatkan mata nya mendengar ucapan lelaki itu.


" Suka " ulang nya dan sekarang sudah menatap Andika yang masih fokus menyetir


" Ah tidak lupakan saja " balas Andika yang merasa telah salah bicara.


Setelah itu mereka tidak lagi berbicara hingga sampai di halaman rumah Tia. Karna sepertinya tidak ada orang di rumah itu jadi Andika langsung pulang setelah mengantar Tia.


Tia tidak berbicara banyak pada Andika ia hanya mengucapkan terima kasih lalu berjalan masuk ke rumah nya tanpa menoleh lagi ke arah lelaki yang masih menatap nya dengan senyuman. Dan saat Tia sudah menghilang dari pandangan nya Andika juga bergegas Meninggalkan rumah itu.


Drrttt drttt...


" Ada apa ? " tanya nya langsung ketika sudah menjawab sambungan telfon nya

__ADS_1


" Aku adik mu , apa tidak boleh jika aku menelfon kakak ku sendiri " sahut Gita di balik telfon dengan nada kesal


" Ceh , kau tidak mungkin menelfon jika hanya untuk menanyakan kabarku bukan " sahut Andika yang masih mengendarai mobil nya menuju apartemen.


" Kau dimana ? apa Tia bersama mu " tanya nya penasaran , karna setelah turun dari kamar nya ia sudah tidak menemukan keberadaan sahabat nya itu dan Andika juga menghilang.


" Dari awal aku sudah tau tujuan mu menelfon ku " sahut nya


" Lalu ? sekarang katakan kau bawa kemana sahabatku Dika " tanya Gita lagi karna Andika belum menjawab pertanyaan nya


" Aku sudah mengantarnya pulang Gita " jawab nya dan tanpa menunggu lama ia langsung memutuskan sambungan telfon dari adik nya dan kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar cepat sampai di apartemen karna ia merasa tubuhnya sudah sangat lengket akibat keringat.


~


" untung kau Kakak ku , jika bukan aku sudah memaki mu berulang kali " gerutu nya ketika melihat sambungan telfon yang di matikan secara sepihak oleh kakak nya padahal ia masih ingin bertanya kenapa Tia pulang tanpa menunggu dirinya lebih dulu


Satu minggu kemudian


Drrtt drrttttt ...


~


" Apa sekarang dia menjauhi ku ? " gumam nya setelah melihat panggilan telfon yang masih juga belum mendapat jawaban. " tapi kenapa ? ah ini sungguh menyebalkan " sambung nya yang sekarang sudah mengusap wajah nya dengan gusar.


Ia mencoba menekan sekali lagi dan mencoba menelfon ke nomor yang sama tapi tetap tidak mendapat jawaban dari sebrang , ia kemudian beranjak dari duduk nya dan ingin segera bergegas.


" Apa Tuan memerlukan sesuatu " tanya bimo hati hati karna melihat wajah tidak bersahabat boss nya itu.


" Kau benar Bim , dan aku yakin kali ini kau tidak bisa mengatasi nya " sahut nya dengan nada ketus tanpa melihat ke arah Bimo , dan ia kembali melanjutkan langkah nya menuju pintu ruangan itu.


" Maaf Tuan , tapi 30 menit lagi kita ada meeting bersama klien " ucap Bimo kembali mengingatkan


" Kau atur saja Bim , aku ada urusan lain yang harus di selesaikan sendiri " katanya dan sekarang berbalik melihat ke arah Bimo


" Baik Tuan , semoga urusan Anda cepat selesai " kata Bimo dan Andika langsung membuka pintu kemudian berlalu meninggalkan Bimo yang masih berada di ruangan nya.

__ADS_1


" Huu resiko jadi bawahan ya seperti ini " gumam Bimo yang juga sudah berjalan menuju ruangan pribadinya sebelum meeting di mulai karna ia perlu menyiapkan beberapa berkas untuk itu.


~


Tia masih sangat sibuk menyiapkan barang barang yang akan ia kirim untuk customer nya , meskipun sekarang karyawan nya sudah menjadi tiga orang tapi itu tidak membuat dirinya harus bersantai , ia tetap sibuk mengerjakan banyak hal.


Tia berada di lantai utama bersama Ulan , sedangkan Fina dan Anggi berada di lantai dua , mereka sedang melayani customer yang datang langsung ke toko.


~


Andika yang baru tiba di depan butik Tia langsung memarkirkan mobil nya dan kemudian turun lalu berjalan dengan tergesa gesa menuju kedalam butik itu.


Ulan melihat kedatangan lelaki itu , ia tampak mencari seseorang dan Ulan sudah tahu bahwa yang ia cari adalah Boss nya. Ulan kemudian menghampiri Tia yang berada tidak jauh darinya untuk memberitahukan kedatangan Andika.


" Kak , coba lihat siapa yang datang " bisik Ulan pada Tia yang belum menyadari kedatangan Andika.


" Kau saja yang melayani nya Ulan , aku masih belum selesai dengan ini " kata Tia , ia mengira bahwa yang datang hanyalah seorang costumer.


" Apa kak Tia menyuruhku melayani Tuan Andika " kata Ulan sambil melipat bibirnya untuk tidak tertawa. Ia memang sudah cukup tau dengan lelaki itu karna Andika sering datang menjemput dan mengunjungi Tia , tapi Ulan tidak tahu bagaimana hubungan mereka , karna itu sangat tidak sopan untuk nya yang hanya sebagai karyawan.


Setelah mendengar nama Andika , Tia langsung menghentikan kegiatan nya dan berlalu menghampiri lelaki itu.


" Ada apa dia datang kemari " gumam nya sambil terus berjalan.


Sedangkan Ulan , ia memilih melajutkan pekerjaan Tia dan tidak mau menjadi obat nyamuk untuk ke dua manusia itu.


~


" Tia " panggil nya setelah melihat Tia berjalan mendekat ke arah nya.


" Ada apa " tanya Tia sambil menatap lelaki itu


" Maaf jika aku mengganggumu , jika kau mengusirku baiklah aku pamit " sahutnya dengan nada kecewa dan menatap Tia dengan tatapan sendu. Tia yang mendengar ucapan lelaki itu merasa lucu dan segera menarik tangan Andika untuk duduk di sofa yang tidak jauh dari mereka.


jangan lupa vote , like dan coment kak🤗

__ADS_1


dan sekali lagi terima kasih😌💙🙏


__ADS_2