Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 24


__ADS_3

Setelah mereka sudah duduk di sofa Tia tersenyum sambil menatap ke arah Andika, lelaki itu tampak tidak bersemangat hari ini, dan tidak biasanya ia menghampiri Tia di jam sibuk seperti sekarang.


Setelah pesta di rumah keluarga Andika dulu, Tia memang mulai dekat dengan lelaki itu, tapi mereka belum memiliki hubungan yang special karna Tia yang menolak nya, ia merasa akan terlalu cepat untuk itu karna ia juga baru mengenal kakak dari sahabat nya.


Tapi sebenarnya alasan utama nya menolak Andika karna lelaki itu berasal dari keluarga yang di segani di negaranya, ia merasa malu dengan dirinya sendiri, ia sungguh tidak ada apa apa nya di banding keluarga Iskandar.


"Kenapa tidak menjawab telfon ku," ucap Andika membuka pembicaraan dan menatap dalam mata wanita di hadapan nya.


"Apa kau menghubungi ku?" tanya balik Tia dan membuat Andika menepuk jidatnya sendiri, karna merasa lucu dan jengkel dengan pertanyaan wanita itu.


"Selalu saja seperti itu, aku serius Tia, mana mungkin aku bertanya seperti itu jika aku bahkan tidak menghubungimu," kata Andika dengan nada kesal dan mengalihkan pandangan nya dari Tia


"Tapi kapan kau menghubungiku?" tanya Tia lagi dan itu betul betul membuat Andika merasa kesal dan gemas bersamaan pada gadis itu


"Kau terlalu banyak tanya Tia, apa susahnya jika kau jawab dulu pertanyaan ku," kata nya yang kemudian beralih memegang kedua pipi gadis di hadapan nya.


"Ceh, jangan seperti ini Tuan, di sini banyak orang," ujar Tia dan langsung menepis tangan lelaki itu


"Jadi jika hanya kita berdua, aku bisa melakukan nya?" tanya Andika menggoda Tia. Dan perempuan itu langsung menggelengkan kepala nya karna merasa telah salah bicara.


"Tunggu, tadi kau bilang apa? Tuan? bukan kah aku sudah bilang kalau ...." belum sempat Andika menyelesikan ucapannya Tia sudah memotong lebih dulu


"Ok baiklah, maaf kan aku, dan kenapa kau kemari di jam sibuk seperti ini, maksudku jam sibuk mu," tutur Tia memperjelas agar lelaki itu tidak salah faham lagi dengan ucapan nya.


"Karna kau tidak menjawab telfon ku," sahut nya


"Hanya itu?" tanya Tia


"Ya ... lalu apa lagi," balas nya santai.


Tia merasa aneh dan lucu dengan jawaban Andika, bagaimana mungkin ia meninggalkan pekerjaan nya hanya untuk datang kemari dan itu karna aku tidak menjawab panggilan telfon nya," ucap Tia dalam hati sambil terus tersenyum ke arah Andika.


"Dan karna aku sudah datang kemari, jadi kita harus makan siang di luar," kata Andika pada Tia


"Makan siang," ulang nya dan Andika mengangguk untuk membenarkan.


"Tapi bagaimana dengan yang lain," ucap Tia dan melihat ke arah Ulan, karna yang ia maksud adalah semua karyawan nya. Tia memang selalu makan bersama karyawan nya di toko jadi jika harus makan di luar ia merasa tidak enak jika karyawan nya tidak ikut.


"Nanti kita bungkus kan saja untuk mereka," kata Andika yang sudah beranjak dari duduk nya, "ayo," ajaknya lagi sambil mengulurkan tangan nya pada Tia. Dan gadis itu tersenyum lalu menyambut uluran tangan Andika.

__ADS_1


" Aku akan mengambil hape ku lebih dulu dan sekalian memberitahu Ulan jika kita akan keluar " ucap Tia dan sekarang berjalan menghampiri Ulan yang tidak jauh darinya.


" Lan aku dan Andika akan makan siang di luar , titip butik ya " kata Tia dan langsung mengambil tas nya yang berada di atas meja kecil di ruangan itu.


" Siap kak , hati hati di jalan " sahut Ulan dan Tia mengangguk.


"Aku akan membeli makanan juga untuk kalian, jadi kalian tidak usah membeli sendiri ok," kata Tia lagi sebelum berlalu meninggalkan Ulan yang terus tersenyum ke arahnya.


Andika sudah berdiri di sisi mobil nya sambil menunggu Tia yang tampak sudah berjalan mendekat ke arah nya dengan senyum yang ia perlihatkan.


"Ayo," ajak nya sambil membukakan pintu mobil untuk wanita itu, kemudian kembali memutar tubuhnya dan masuk ke dalam mobil untuk segera bergegas.


Setelah tiga puluh menit dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah restoran seafood yang memang sangat terkenal dengan kenikmatan rasa dan juga kebersihan nya.


Mereka masuk kedalam restoran dengan tangan Andika yang terus menggandeng tangan Tia. Matanya menyapu seluruh ruangan untuk mencari tempat yang kosong, karna di jam makan siang tempat itu selalu ramai pengunjung.


"Itu di sana," ucap Tia sambil menunjuk ke arah sudut ruangan yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Dan tanpa menunggu lama keduanya pun langsung berjalan ke meja kosong itu sebelum ada orang lain yang menempatinya.


Setelah mereka berdua sudah duduk, Andika memanggil pelayan untuk segera memesan makanan nya, karna jam makan siang sudah hampir lewat dan perutnya juga sudah tidak bisa bekerja sama.


Tidak berapa lama pelayan pun datang dengan nampan di tangan nya yang berisi makanan dan juga minuman milik kedua manusia itu.


"Aku juga sangat lapar," ujar Andika tak mau kalah karna memang semenjak di perjalanan cacing di perutnya pun sudah berbunyi.


Dan mereka berdua pun langsung menikmati makanan nya, tidak ada yang berbicara hanya suara sendok dan piring yang saling beradu.


~


"Huuu ini sangat nikmat," ucap Tia setelah menghabiskan makanan nya, dan mengelus perutnya karna merasa begitu kenyang. Sedangkan Andika hanya tersenyum melihat tingkah gadis di hadapan nya.


Drrttt ... drrttt


"Apa sekarang kau juga menghubungiku," kata Tia tertawa pada Andika, sambil merogoh ponselnya yang berada di dalam tas


"Dasar bodoh," gumam Andika pelan tapi masih terdengar di jelas di telinga perempuan itu.


"Aku mendengarnya," kata Tia menatap tajam ke arah Andika dan lelaki itu hanya tertawa cengengesan.

__ADS_1


"Ternyata Gita " sambungnya saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Halo Git, ada apa?" tanya Tia setelah menjawab panggilan telepon dari sahabatnya


"Kau dimana? Aku berada di butik mu sekarang," tutur suara dari seberang sana


"Benarkah? Ok, kau tunggu saja, aku akan segera kembali, byy," katanya dan langsung mengakhiri sambungan telepon dari sahabatnya.


~


Sedangkan di tempat lain Gita sudah merasa kesal karna sambungan telepon yang langsung di matikan oleh Tia padahal ia masih ingin berbicara.


"Kakak dan sahabat sama saja, mereka sama sama menyebalkan," umpatnya merasa kesal dengan kedua manusia itu.


~


Setelah mematikan sambungan telfon dari Gita, Tia dan Andika bergegas pulang dengan makanan yang juga sudah ia pesan untuk makan siang karyawan nya.


Jalanan tidak terlalu macet, tetapi Andika tetap saja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang padahal Tia sudah mengatakan jika Gita menunggunya, tapi lelaki itu bahkan tidak peduli.


"Tia," panggil Andika dan sekilas melirik kearah perempuan di samping nya


"Hmm," sahut Tia dan berbalik menatap Andika.


"Apa kau menyukaiku?" tanya Andika serius setelah ia menghentikan mobilnya di tepi jalan dan menatap Tia begitu dalam.


Deg ... Tia memegangi dadanya karna detak jantung yang sudah tidak beraturan. Ia menarik nafasnya dalam lalu menatap dan tersenyum ke arah lelaki itu.


"Tentu ... jika tidak, mana mungkin aku mau berteman dengan mu, bahkan sampai jalan berdua seperti ini," ujarnya yang berusaha terlihat biasa saja padahal jantungnya seperti akan loncat dari tempatnya.


"Hanya teman?" tanyanya lagi dan itu membuat lidah Tia keluh seketika.


"Status sosial kita berbeda Andika, gadis seperti aku tidak pantas untuk mu, kau bahkan bisa mendapat gadis yang jauh lebih baik dariku," kata Tia dengan menundukkan pandangan nya.


Ia juga tidak bisa membohongi perasaan nya sendiri bahwa ia pun memilik perasaan yang sama terhadapa Andika, tapi ia juga sadar siapa dirinya dan siapa Andika. Ia tidak yakin keluarga Andika akan setuju dengan hubungan mereka.


"Sudah berapa kali aku mengatakan bahwa status sosial itu tidak ada artinya Tia, jika kau ingin aku miskin dulu lalu kau bisa menerimaku, aku akan melepas semua harta orang tua ku demi kau," tutur Andika begitu serius dan Tia langsung menggelengkan kepalanya agar lelaki itu tidak bertindak bodoh.


"Kau jangan bertindak bodoh," kata Tia tak kalah serius dan membalas tatapan dari lelaki itu.

__ADS_1


jangan lupa vote , like dan coment kak🤗


dan sekali lagi terima kasih😌💙🙏


__ADS_2