
Assalamu'alaikum semuanya. Minal Aidin Wal Faidzin Maaf lahir dan Batin Yah🙂🙏
Beberapa hari belakangan ini Author ada kesibukan pribadi jadi baru bisa ngucapin nya sekarang😌
Seperti yang sudah saya beritahukan di bab sebelum nya kalo di bab ini itu kita udah ngambil kisah di umur Tia yang 19 tahun yah😌🙏
***
Tiga tahun kemudian
Pagi hari di sebuah rumah yang sederhana, dengan keluarga yang sudah duduk berhadapan satu sama lain, menikmati makanan yang sudah tersaji di hadapan nya, mereka terus menikmati makanan nya walau sangat sederhana.
Bersyukur adalah kunci utama untuk selalu merasa cukup dan bahagia, begitu prinsip keluarga Tia.
Di sela sela makan nya, Tia mulai bertanya dan meminta pendapat pada kedua orang paruh baya di depan nya, "Buk, Ayah, aku ingin membuka usaha butik kecil kecilan, aku sudah melihat lokasi yang ingin ku sewa dan lokasinya sangat bagus" kata Tia pada Gunawan dan Rita yang sudah mengamati setiap kata kata putri bungsunya itu.
"Ayah dan Ibu akan mendukung apapun yang menjadi keputusan mu Nak, sudah bertahun tahun kau menjadi karyawan dan bekerja keras untuk kami, jika sekarang kau sudah tidak ingin bekerja sekali pun Ayah dan Ibu tidak akan melarangmu." sahut Gunawan yang menatap begitu dalam kearah putrinya, merasa bersalah juga menyesal karna telah membiarkan putrinya bekerja sejak usia dini dan tidak melanjutkan pendidikan nya.
Semenjak putus sekolah Tia memang sudah mulai bekerja, tak pernah memilih milih pekerjaan dan berapa pun upah yang ia dapat tak pernah membuatnya putus asa karna ia pun sangat tahu bagaimana kehidupan ekonomi keluarganya.
Hingga pada suatu hari ia bekerja di sebuah toko yang menjual semua perlengkapan kendaraan roda dua, ia bertahan hingga usianya sudah memasuki 19 tahun dan sebentar lagi memasuki 20 tahun. Sudah lumayan lama ia bekerja sehingga bisa membeli motor dengan hasil jerih payah nya sendiri, dan kini ia berencana untuk membuka usaha sendiri, karna menurutnya kesehatan tidak ada yang tau ia tidak mau jika suatu saat dirinya sakit dan tidak bisa bekerja untuk keluarganya, setidaknya jika punya usaha itu bisa membantu nya nanti.
__ADS_1
"Yang aku lakukan saat ini tidak lah sebanding dengan perjuangan dan pengorbanan kalian selama ini yang telah membesarkan dan menyanyi ku lebih dari apapun, do'a kan aku agar kelak usaha yang ingin ku bangun dari nol bisa berkembang dan aku bisa membahagiakan kalian," ucap Tia dengan mata yang sudah berkaca kaca menatap begitu dalam pada Ibu juga Ayah nya.
"Tanpa kau minta sekalipun kami pasti akan selalu mendo'akan mu sayang" balas Rita melempar senyum pada putrinya, "Sekarang habiskan dulu makanan mu.!" lanjut nya pada Tia yang langsung tersenyum mendengar perkataan Ibunya.
~
Dalam perjalanan menuju tempat kerjanya Tia lebih dulu mampir melihat kembali ruko yang ingin ia sewa untuk membuka butik yang memang juga tidak terlalu jauh dari rumah serta tempatnya bekerja. "Semoga kau lancarkan setiap langkah dan usahaku Ya Allah," Do'a Tia dalam hati sambil terus mengamati sisi bangunan lantai dua yang terkesan sederhana itu. "Semoga di tempat ini aku bisa mewujudkan semua mimpi mimpi ku. Aku yakin aku bisa, meskipun aku tidak memiliki pendidikin yang tinggi tapi dengan usaha dan do'a pasti tidak ada yang sia sia." gumam Tia dalam hati dan terus berjalan menelusuri tempat yang sebentar lagi akan ia tempati untuk memulai usahanya.
Setelah puas mengelilingi bangunan itu Tia memutuskan untuk menuju ke tempat kerjanya sebelum terlambat, semenjak bekerja ia memang selalu menjaga ke disiplinan nya sebagai seorang karyawan dan dari sikapnya itu bossnya sangat menyukai cara kerja nya.
"Tia akhirnya kau datang aku kira kau tidak masuk hari ini" sapa seseorang dengan suara parau miliknya
"Eh kau sungguh mengejutkan ku Hans," ucap Tia yang langsung tau siapa pemilik suara yang baru saja mengejutkan nya, "setelah ini mungkin aku harus memeriksakan jantung ku ke dokter karna ulah mu." lanjut nya dan terus berjalan mengikuti Hans yang sudah cengengesan mendengar ocehan nya.
~
Hari ini aku pulang ikut dengan mu yah, motorku rusak dan aku rasa akan sangat lama jika harus menunggu kendaraan umum," pinta Hans pada Tia sambil menggaruk alis yang tidak gatal itu.
"Yah baiklah, apa kau ingin sekalian menginap di rumah ku Hans?" Goda Tia pada lelaki yang langsung tertawa mendengar ucapan nya
"Aku rasa itu tidak buruk " balas Hans juga menggoda Tia yang langsung membulatkan mata nya mendengar perkataan sahabatnya itu. "Hei kau tenang saja aku hanya bercanda kau tau," lanjut nya yang langsung melihat reaksi terkejut dari Tia
__ADS_1
"Kau tunggu saja aku di depan, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dulu pada boss," jelas Tia pada Hans dan di jawab anggukan oleh lelaki itu.
~
"Apa ada yang kau lupakan Nona?" tanya lelaki paruh baya yang melihat kembali kedatangan Tia padahal tadi perempuan itu sudah keluar menuju parkiran motornya.
"Ada yang ingin aku bicarakan Boss," ucap Tia yang sedikit gugup karna ingin meminta izin untuk berhenti bekerja.
"Hemm aku ... " lanjutnya menggantung membuat lelaki di depan nya tersenyum dan juga sedikit penasaran..
"Sebenarnya aku ingin meminta izin untuk tidak bekerja, hemm maksudku, aku ingin membuka usaha kecil kecilan dan mungkin aku sudah tidak bisa bekerja di sini," jelas Tia yang melirik sedikit ke arah Bossnya, merasa tidak enak karna selama ini bossnya sudah begitu baik padanya, dan kadang memberi pinjaman jika dia sangat butuh uang.
"Jika itu sudah keputusan mu aku sungguh tidak bisa mencegah, yah, meskipun aku akan sedikit keberatan jika kau berhenti karna aku akan kehilangan karyawan perempuan ku satu satunya yang sudah bekerja keras selama ini membantu di toko ini" balas Juanda dengan nada begitu pasrah atas keputusan karyawan nya itu, dia juga tidak bisa melarang, karna bagaimana pun Tia tidak pernah memiliki kontrak kerja jadi dia bisa berhenti kapan pun ia mau.
"Terimah kasih banyak Boss aku sungguh betah di tempat ini, tapi aku juga harus mewujudkan mimpi mimpi ku, aku bersyukur sudah mendapat atasan yang baik sepertimu," ucap Tia tersenyum pada Juanda.
"Aku juga senang karna sudah di pertemukan dengan wanita cantik serta mandiri sepertimu, kau sungguh kuat bisa menyaingi tenaga kerja karyawan lelakiku" puji Juanda pada Tia, "dan semoga usaha mu akan sukses suatu saat nanti." lanjutnya tersenyum.
"In sya Allah. Do'akan aku yah Tuan Juanda " ucap Tia membuat Juanda langsung tertawa mendengar ucapan Tia yang menggodanya.
"Baiklah aku pamit dulu, aku akan sering sering datang kemari untuk mengunjungi kalian" lanjutnya dan langsung menjabat tangan Boss nya itu kemudian bergegas menuju parkiran yang sudah ada Hans menunggunya.
__ADS_1
jangan lupa vote , like dan coment🤗
terimah kasih dan mohon maaf jika masih banyak kekurangan😇🙏💙