Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 13


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang Tia terus saja mengutuki dirinya, karna telah mengira akan di culik oleh lelaki yang bahkan jika di lihat lelaki itu bisa saja menjadikan nya asisten rumah tangga.


"Kenapa aku begitu bodoh" maki nya pada diri sendiri.


"Kita sudah sampai Mba," ucapnya pada wanita yang terus melamun, "Mba apa sudah betul ini alamat nya?" lanjut nya karna melihat belum ada reaksi dari orang di belakang nya.


" Mba," panggil nya dengan nada cukup tinggi membuat Tia kanget dan langsung mengangkat kepala nya melihat ke arah pemilik suara.


"Ada apa Pak?" tanya nya bingung


"Kita sudah sampai Mba," jawab lelaki itu sambil menunjuk kearah butik di depan nya.


"Oh Astaga, maaf kan aku pak, aku sungguh tidak menyadari," ucap nya tidak enak, dan tersenyum paksa.


"Tidak apa-apa Mba, sepertinya Mba sangat banyak fikiran" kata lelaki itu dan Tia hanya tersenyum sambil memberikan beberapa lembar uang dan kemudian berlalu masuk ke dalam butik nya.


~


Sedangkan Di tempat lain Andika yang baru masuk ke apartemen nya di temani oleh Gita sudah membersihkan diri dan kemudian bersantai di depan televisi untuk meregangkan otot otot nya yang merasa sangat lelah.


"Sejak kapan kau ber teman dengan gadis itu?" tanya nya tiba tiba membuat Gita menatap nya dengan bingung. Tidak tau gadis yang mana yang di maksud Kakak nya.


"Siapa yang kau maksud Kak," ucapnya kembali bertanya.


"Gadis yang tadi bersama kita"


"Ohh ... Tia, aku belum lama mengenal nya, baru sekitar sebulan lebih" jawab Gita menjelaskan.


"Hmm," balas nya singkat membuat Gita menatap nya bingung.


"Memang nya kenapa kau bertanya tentang dia" tanya Gita penasaran


"Aku hanya bertanya, apa itu salah" katanya dan kembali fokus menonton acara tv.


"Terserah kau saja," balas Gita, "apa kau tidak ingin menemui Mama dan Papa?" tanya Gita kembali.

__ADS_1


"Ku rasa mereka masih sibuk dengan urusan nya" katanya dengan nada dingin.


"Tapi kau bisa menunggu mereka di rumah utama bukan, meraka akan sangat senang jika kau menginap di sana malam ini" kata Gita coba merayu Kakak nya agar mau menginap di rumah orang tua nya.


"Aku akan menemui mereka nanti," pungkas Andika dan kemudian berlalu ke dapur.


Gita pun hanya diam dan sesekali menatap ke arah Andika, ia sangat tau bahwa Andika tidak suka jika orang tua nya sering tidak punya waktu untuk keluarga dan lebih mementingkan pekerjaan, ia kadang menjelaskan pada Kakak nya bahwa ini untuk mereka juga tapi Andika tetap tidak suka.


"Apa Mama sudah memberitahu mu jika akhir pekan mereka akan mengadakan pesta untuk kepulangan mu ke Indonesia?" tanya Gita karna ia tau bahwa Kakak nya tidak suka hal semacam itu.


"Apa kau bercanda, aku bahkan tidak pernah di beritahu tentang itu," ucap nya tidak percaya


"Kau bisa pulang ke rumah utama dan kau juga bisa melihat persiapan yang sudah di atur dari seminggu sebelum kau kembali ke sini," ucap gita meyakinkan.


Andika hanya menarik nafas nya dalam dan membuangnya secara kasar, ia tau bahwa Gita tidak mungkin berbohong.


"Terserah mereka saja," ucapnya pasrah.


~


"Jangan lama lama, aku sudah lapar," ucap Andika ketika Gita sudah berada di ambang pintu apartemen.


"Siap Boss," jawab nya sambil tertawa dan berlalu meninggalakan Kakak nya.


Setelah istirahat sebentar di butik, Tia kembali ke rumah nya untuk makan malam dan kemudian istirahat, ia sangat lelah, bukan karna lelah bekerja tapi lelah atas semua yang ia fikirkan.


Setelah 30 menit berada di kamar mandi, Tia kembali keluar untuk mengenakan baju dan bersiap untuk makan malam.


Tia berjalan menghampiri orang tuanya yang sudah menunggu nya untuk makan malam, ia duduk di antara Ibu dan Ayah nya.


"Kau terlihat tidak bersemangat hari ini, apa ada masalah saat di butik teman mu tadi" tanya Ibu nya


"Semua baik-baik saja Buk" balas nya berbohong karna tidak ingin jika Ibu nya kembali bertanya dan nanti tidak bisa ia jawab.


"Baiklah, lanjut kan makan mu," balas nya tersenyum ke arah Tia yang hanya mengangguk dan kembali melanjutkan suapan nya.

__ADS_1


Gunawan yang mendengar Istri dan Anak nya hanya menyimak apa yang mereka bicarakan tidak bertanya dan tidak mengeluarkan pendapat. Hanya memasang telinga dan terus menikmati setiap suapan nya.


Setelah selesai makan malam Tia membantu Ibu nya membersihkan bekas makanan mereka, karna memang keluarga itu tidak memiliki asisten rumah tangga, jadi semua harus di kerjakan sendiri.


Saat semua sudah selesai mereka menuju ruang keluarga untuk ikut menonton acara tv yang di saksikan pak Gunawan. Hanya duduk sebentar kemudian Tia sudah ingin kembali kekamar nya untuk istirahat.


"Buk, Ayah aku ke kamar dulu, mau istirahat," ucap nya sambil mencium punggung tangan orang tua nya bergantian.


Rita kemudian mencium puncak kepala anak nya dan membelai rambut nya dengan lembut.


"Istirahat lah," ucap nya , "iya Buk " balas Tia tersenyum pada Ayah dan Ibu nya.


Tia kemudian berlalu ke kamar nya. Setelah memasuki kamar nya dia kemudian ke kamar mandi untuk bersih bersih sebelum tidur. Tak berapa lama ia kembali keluar dan kemudian menaiki ranjang nya untuk istirahat.


Belum beberapa menit ia memejamkan mata, ia kembali bangun saat mendengar suara dari benda pipih nya menandakan ada pesan masuk, dan ia mendengar jelas karna benda kecil itu ia simpan di atas nakas pas samping tempat tidur nya.


"Siapa yang mengirim pesan malam malam begini," guman nya sambil meraih benda itu.


"Dia selalu saja seperti ini," ucap nya lagi saat melihat nama yang mengirimi nya pesan malam-malam.


"apa kau sudah tidur? Aku sungguh tidak enak membiarkan mu pulang sendiri tadi" isi pesan yang di terima Tia dengan emot sedih. Tia yang membaca pesan itu hanya tersenyum dan geleng geleng kepala atas sikap sahabat nya.


"Kau sungguh berlebihan Git" balas Tia


"Hei itu tidak berlebihan kau tau, oiya apa kau sudah tidur?" tanya nya lagi pada pesan yang ia kirim ke Tia.


"Jika aku tidur siapa yang membalas pesan mu sekarang?" balas Tia kembali bertanya karna tidak habis fikir atas pertanyaan sahabat nya.


"Hahaha baiklah, kau sebaik nya tidur karna seperti nya kau sudah begitu mengantuk, By . . . Sampai bertemu besok," balas pesan nya dengan emot Love di akhir.


Tia terus tersenyum melihat balasan pesan dari Gita, kemudian ia meletakkan kembali Hp nya dan kembali memejamkan mata, tidak menunggu waktu lama sudah terdengar dengkuran kecil dari wanita yang tampak begitu lelah.


jangan lupa vote, like dan coment๐Ÿค—


Terimah kasih untuk semua nya๐Ÿ˜Œ๐Ÿ’™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2