
Keheningan pun tercipta seketika, hanya tatapan mata mereka yang saling beradu. Tatapan Andika begitu tajam, tapi Tia pun tak ingin kalah dari lelaki itu.
"Ok, sudah cukup, ayo kita pulang karna ku rasa sekarang makanan nya sudah sangat dingin," kata Tia memberi alasan karna sudah tidak ingin berada di situasi yang akan membuat jantung nya berdetak tidak beraturan.
"Tidak, aku tidak akan pergi dari sini," balas lelaki itu dengan tangan yang ia lipat di dadanya
"Lalu ... apa kau menyuruhku turun lalu naik ojek ke butik?" tanya Tia dengan kecewa karna mengira bahwa lelaki itu tidak ingin mengantarnya pulang.
Andika menarik nafas nya dalam lalu membuang nya secara kasar, ia merasa bahwa Tia sengaja ingin mengalihkan pembicaraan nya kali ini.
"Tia ... lihat aku," perintahnya dan gadis itu pun langsung menatapnya dengan bingung sambil menautkan kedua alisnya.
"Aku tidak pernah bercanda dengan ucapan ku Tia, aku mencintai mu, aku tidak pernah memandang seseorang dengan status sosial mereka termasuk kau," tuturnya serius dengan tangan yang sudah menggenggam erat tangan gadis di hadapan nya. Ia kemudian menarik nafas nya dalam sebelum melanjutkan ucapan nya.
"Aku juga hanya manusia biasa Tia, sama sepertimu, aku hanya ingin agar kau tidak menolak ku hanya karna status sosial kita yang berbeda, jika kau ingin menolak ku tolong beri alasan yang menurutku masuk akal dan bisa ku terima, contohnya jika memang kau tidak memiliki perasaan yang sama sepertiku," jelasnya panjang lebar membuat Tia menggeleng seketika dan sekarang mata nya sudah berkaca kaca karna tatapan yang begitu serius dan sendu dari lelaki itu.
"Maaf kan aku," ucap Tia sembari menunduk untuk menyembunyikan butiran bening dari matanya yang jatuh tanpa pamit.
Dan Andika langsung menarik perempuan itu untuk masuk ke dalam pelukan nya. Sepertinya jantung Tia benar benar akan loncat dari tempatnya, karna ini pertama kalinya ia di peluk oleh orang lain dengan kondisi sadar seperti ini. Ia memang belum pernah berpacaran sebelum nya karna ia hanya sibuk bekerja, dan memang tidak kepikiran ke sana. Dan Andika adalah orang pertama yang membuat nya jatuh cinta.
"Hei kau bisa membunuhku jika seperti ini," sahutnya cengengesan karna Andika mendekap tubuhnya begitu erat membuat ia susah untuk bernafas. Dan dengan segera lelaki itu melonggarkan pelukan nya lalu mencium puncak kepala Tia begitu lama.
"Aku mencintai mu," gumamnya begitu pelan, tapi Tia pun masih mampu mendengar dan ia hanya membiarkan saja.
"Ayo kita pula ...." belum sempat Tia menyelesaikan ucapannya, lelaki itu langsung Mencium bibirnya, dan dengan cepat Tia menolak tetapi lelaki itu lebih kuat darinya. Andika kemudian memegang tangan gadis itu lalu melu*** bibir Tia dengan begitu lembut, dan itu benar benar membuat Tia membulatkan matanya dengan sempurna karna sikap Andika yang menurutnya sangat memalukan.
Karna Tia terus memberontak membuat lelaki itu perlahan lahan melepas ciuman nya, dan kembali memeluk Tia.
"Apa yang kau lakukan? Kau telah merusak bibirku dengan ciuman itu," kata Tia tidak terima dan melepaskan dirinya dari pelukan lelaki itu.
Andika tertawa mendengar ucapan polos dari Tia, ia juga yakin bahwa itu adalah ciuman pertama gadis itu, karna gadis itu begitu kaku dan tidak membalas ciuman nya.
Tanpa menjawab pertanyaan Tia, Andika kembali melajukan mobilnya menuju butik, dan Tia hanya terus melihat ke arah luar jendela karna merasa begitu malu.
__ADS_1
~
"Kenapa kalian begitu lama huh." Gita berseruh saat melihat dua manusia yang telah masuk kedalam butik dan mendekat ke arah nya
"Kau bisa mengganggu costumer dengan suara mu itu Gita," sahut Andika dan kemudian meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja, "Sekarang makan lah, dan ajak yang lain juga," sambungnya dan kemudian ikut duduk di dekat Tia.
"Ya baiklah ," sahut Gita dan kemudian beranjak memanggil karyawan Tia untuk makan.
"Ceh, giliran di kasih makan langsung enak perasaan nya," ucap Tia sembari tersenyum menatap Gita yang menaiki anak tangga.
"Dan kau, awas saja nanti," lanjutnya dengan menunjuk ke arah Andika dan kemudian beranjak dari duduk nya lalu meninggalkan lelaki itu. Andika hanya tersenyum sambil terus menatap punggung gadis yang semakin menjauh.
Sore pun tiba, semua karyawan Tia sudah pulang ke rumah masing masing, Gita juga sudah pulang lebih dulu menggunakan mobilnya sendiri. Sedangkan Andika ia memilih untuk menunggu Tia meskipun gadis itu sudah menolak untuk di antar pulang karna ia menggunakan sepeda motornya kebutik tadi pagi.
Karna Andika terus menunggunya akhirnya ia menurut untuk di antar pulang oleh lelaki itu, dan motornya ia simpan di garasi butik.
~
~
"Apa kau marah?" tanya Andika memecah keheningan, karna semenjak meninggalkan butik tidak ada yang berbicara di antara dua manusia ini.
"Tentu saja, kau pasti sudah tahu bukan," sahut Tia ketus tanpa melihat ke arah lelaki itu.
Andika tersenyum dan kembali menghentikan mobilnya di tepi jalan, sontak Tia langsung menatapnya dengan tatapan bingung, dan mendekap tubuhnya sendiri, mungkin takut jika lelaki itu akan berbuat aneh.
Lelaki itu sudah tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa karna tingkah yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan dari Tia. Masih terus tertawa, lelaki itu kemudian membuka pintu mobilnya lalu beranjak keluar meninggalkan Tia.
Tia hanya terus mengamati kemana langkah kaki lelaki itu, dan ia melihat Andika masuk ke sebuah swalayan. Tak berapa lama ia kembali melihat Andika mendekat ke arah mobilnya dengan beberapa tentengan di tangan nya.
"Apa kau menungguku?" tanya nya setelah kembali duduk di kursi kemudi, "nah minum lah, ku rasa kau butuh ini agar selalu fokus, dan tidak berfikiran macam macam," kata Andika sambil menyodorkan sebotol air mineral ke arah Tia.
Tia menatap Andika dan kemudian menatap air mineral itu, ia masih belum mencerna dengan baik ucapan lelaki itu, yang sebenarnya sedang menggodanya.
__ADS_1
"Minum saja dulu," ujar Andika yang kemudian mengarahkan botol air itu ke arah mulut Tia.
"Ceh, aku bisa sendiri," ujarnya ketus dan mengambil alih air itu. Andika hanya tersenyum dan kembali melajukan mobilnya untuk menuju rumah Tia karna hari yang sudah hampir gelap.
~
"Aku pulang dulu, kau istirahat dan besok aku menjemputmu," kata Andika saat mereka sudah sampai di halaman rumah Tia, dan lelaki itu kembali menarik Tia masuk ke dalam pelukan nya. Tapi sebelum Tia kembali memberontak ia dengan cepat melepaskan nya dan tersenyum manis ke arah gadis itu.
"Kau hati hati, dan besok jangan terlambat," kata Tia mengingatkan sembari keluar dari dalam mobil itu.
Ia berjalan menuju teras rumah nya lalu melambaikan tangan nya ke arah mobil yang perlahan meninggalkan halaman rumah nya itu. Setelah mobil itu benar benar menghilang dari pandangan nya ia kemudian masuk untuk menemui orang tua nya.
"Ayah aku pulang," ujarnya dan langsung mencium punggung tangan Gunawan. Lelaki paruh baya itu tersenyum kemudian memeluk putrinya dan mencium puncak kepala gadis itu.
"Ayah, dimana Ibu?" tanyanya karna tidak melihat kehadiran Ibunya.
"Lagi keluar, mungkin sebentar lagi akan kembali," ucap Gunawan dan Tia mengangguk kemudian berjalan menuju kamar nya.
~
"Sial, kenapa hari ini aku begitu sial," umpat seorang perempuan yang sedang berdiri di sisi mobil yang berhenti di tepi jalan, "ah siapa yang akan membantuku sekarang," lanjutnya karna melihat jalan yang begitu sepi.
Namun tiba tiba ia tersenyum saat melihat sebuah mobil sport berwarna putih yang menuju ke arah nya, lebih tepatnya mobil itu hanya kebetulan melintas di jalan yang sama.
Dengan sigap perempuan itu berjalan ke tengah tengah jalan dan melambaikan tangan nya untuk menghentikan mobil itu agar bisa membantunya. Dan berhasil, mobil itu kemudian menepi dan seorang pemuda tampan keluar dari dalam nya untuk menghampiri gadis yang telah menghentikan mobil nya.
"Ada apa dengan mobil mu nona?" tanya Andika pada gadis yang masih sibuk dengan bagasi mobilnya entah apa yang ia lakukan.
"Aku tidak tau, tiba tiba saja mobil ku ...." gadis itu menghentikan kalimatnya setelah melihat ke arah lelaki yang berdiri tidak jauh darinya, "Dika," sahutnya terkejut dan langsung memeluk tubuh lelaki itu, Andika dengan segera melepas pelukan nya, ia tidak melihat jelas wajah gadis itu karna hari yang memang sudah gelap.
Jangan lupa vote , like dan coment kak๐ค
TerimaKasih banyak๐๐๐
__ADS_1