
Drrtt drrtt
Suara ponsel dari dalam mobil milik Gita, tapi sang pemilik ponsel belum juga menyadari suara itu dan masih tertidur dengan nyenyak nya.
"Dimana mobilmu?" tanya nya pada Gita
"Ada di sebelah sana, cepat kemari," jawab Gita sambil menunjuk ke arah mobil nya.
Gita bahkan sudah melupakan sahabat nya sendiri yang tadi ia tinggal di dalam mobil. Ketika sudah berada di sisi mobilnya ia langsung memberikan kunci mobil kepada lelaki itu.
"Astagaaa Gitaa...." kaget nya ketika sudah membuka pintu kemudi dan melihat ada seorang gadis cantik yang sedang tertidur di dalam.
"Ada apa?" tanya Gita bingung
"Siapa dia?" ucapnya kembali bertanya
"Siapa?" tanya balik Gita karna betul betul melupakan keberadaan Tia.
"Gadis itu, yang sedang tertidur di mobil mu," katanya sambil mengerutkan kedua alis nya karna berfikir bahwa tidak mungkin yang ada di dalam mobil Adik nya itu adalah penyusup.
"Oh, ya ampun kenapa hari ini aku begitu ceroboh" katanya setelah menyadari bahwa ada seorang gadis yang tadi ia tinggal di dalam mobil
"Tadi aku bahkan melupakan jika hari ini aku harus menjemput mu dan sekarang aku melupakan nya lagi," ucapnya sambil melihat ke arah Tia. "Shitt ku rasa aku butuh refreshing," umpat nya pada diri sendiri karna merasa sangat ceroboh.
"Berhenti lah berbicara dan sekarang bangunkan dia.!" kata Andika yang sudah malas mendengar ocehan Gita sambil menunjuk ke arah Tia.
"Dia tidak akan mengganggumu, jadi masuk lah dan kemudikan mobilnya dengan benar" kata Gita tersenyum dan kemudian masuk ke kursi belakang.
Andika yang melihat adiknya sudah duduk di kursi belakang pun hanya menuruti saja dan segera masuk kemudian melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
Dalam perjalanan Gita terus saja mengobrol dan bertanya pada Andika tentang pengalaman nya di Jerman, sebenarnya dia ingin kuliah di sana dulu tapi Papa nya tidak mengijinkan, jadi terpaksa dia harus urungkan niat nya itu.
"Sebenarnya dia sedang tidur atau pingsan?" tanya Andika dengan melirik sebentar ke arah Tia.
Seketika Gita langsung memajukan tubuhnya ke depan dan menatap begitu dalam ke arah Tia
__ADS_1
"Apa dia teman mu?" tanyanya lagi
"Dia sahabatku, sekaligus partner bisnis, aku bekerja sama untuk saling mempromosikan butik yang aku kelolah dan butik milik nya" balas nya menjelaskan dan Andika hanya mengangguk pelan.
"Lalu kenapa kau membawa nya untuk menjemput ku?" tanya nya lagi merasa penasaran.
"Bukan kah tadi sudah ku bilang bahwa aku tidak ingat jika hari ini harus menjemputmu, jadi aku mengajak Tia untuk mengunjungi butik milik teman ku, eh pas di jalan baru ke ingat jadi terpaksa aku bawa Tia ikut dengan ku" jelas nya panjang lebar dan Andika lagi lagi hanya mengangguk.
"Hmmm apa kita sudah sampai Git?" ucap Tia sambil menguap membuat lelaki di samping nya bergidik dan mengerutkan kedua alisnya.
"Eh tidak tidak, kita belum sampai lanjutkan saja tidur mu" jawab Gita sambil melipat kedua bibirnya karna menahan tawa.
Sementara Tia berusaha mengumpul kan nafas nya kembali sambil mengucek ngucek kedua mata nya.
"Berhenti di depan sebentar Kak, ada yang ingin aku beli," ucap Gita pada Andika.
" Hmmm... " jawabnya singkat.
Ketika mobil sudah berhenti di depan sebuah swalayan, Gita langsung turun tanpa mengajak Tia yang masih setengah sadar itu.
"Apa aku bermimpi," gumam nya dalam hati.
"Hei apa yang kau lakukan di mobil sahabatku?" tanya Tia pada lelaki yang sudah menatap nya, "apa kau berusaha menculik ku?" sambung nya lagi namun lelaki itu tak merespon nya dan hanya sibuk dengan benda pipih miliknya.
"Apa kau tidak mendengar ku Tuan?" ucapnya lagi sambil meninggikan sedikit suara nya karna lelaki itu kelihatan begitu cuek dan tidak peduli.
"Apa wajahku terlihat seperti pencuri?" balas nya melirik sebentar ke arah Tia dan kembali fokus pada benda pipih nya.
"Lalu apa yang Tuan lakukan di sini?" tanya Tia dengan penuh kebingungan karna lelaki itu memang tidak terlihat seperti pencuri.
"Hmm aku sudah kembali," ucap Gita yang sudah kembali duduk di kursi belakang kemudi. seketika Tia langsung memegang dadanya karna merasa kaget akibat kedatangan tiba tiba perempuan itu.
"Ada apa dengan mu?" tanya nya saat melihat Tia memegang dada dengan wajah pucat dan sedang melotot ke arah nya.
"Kau membuatku kaget, dan kau dari mana? Lalu siapa lelaki itu?" tanya Tia beruntun membuat Gita dan Andika saling melempar pandangan.
__ADS_1
Tanpa menghiraukan orang yg terus bertanya meminta penjelasan, Andika kembali melajukan mobil nya menuju apartemen milik nya yang sudah lama tidak ia tempati semenjak kuliah ke Jerman.
Sementara di kursi belakang Gita terus saja menertawakan Tia yang kelihatan sudah sangat jengkel, merasa telah di kerjai oleh sahabat nya dan lelaki yang sedang mengemudi itu.
"Apa kau akan terus menertawaiku" katanya dengan nada kesal sambil melipat kedua tangan di dada.
"Kau sungguh lucu" jawab Gita yang membuat Tia semakin kesal dan cemberut.
Tak berselang lama Gita merasa kasian melihat Tia yang terus ia goda sedari tadi, akhirnya ia saling memperkenalkan dua manusia yang berada di depan nya itu.
"Tia kenal kan dia adalah kakak ku yang tadi sempat ku ceritakan padamu" jelasnya tersenyum sambil menikmati cemilan yang tadi ia beli.
Dengan penjelasan singkat itu, membuat Tia merasa malu sendiri karna tadi sempat mengira bahwa lelaki itu ingin menculik nya.
"Aa ... apaa, oh ... jadi dia Kakak mu?" ucapnya gugup sambil tersenyum kecut dan melihat ke arah lelaki itu yang tetap fokus mengemudi.
"Iya, dia Andika Iskandar, kau bisa memanggilnya Andika atau dika" kata Gita sambil tertawa melihat expresi Tia yang seperti org salah tingkah.
Tia tidak lagi menjawab dan bertanya pada Gita, ia sudah cukup merasa malu dan sangat gugup akibat tuduhan nya tadi pada Andika.
Hari sudah sore dan barulah mereka sampai ke apartemen milik Andika. Tia melihat ke semua sisi bangunan yang menjulang tinggi di depan nya, ia begitu kagum, dan semakin merasa malu pada Andika karna tadi sudah berburuk sangka dan mengatai lelaki itu penculik.
"Hmm ... kalo Gitu aku pamit pulang duluan ya Git," pungkas nya dan ingin segera beranjak
"Loh kenapa buru buru? Ayo masuk dulu, aku akan mengantarmu pulang nanti" cegah Gita
"Tidak usah Gita, aku sudah pesan Gojek untuk kembali ke butik mengambil motor. Kau bisa menghabiskan waktumu dulu di sini" balas nya seraya tersenyum.
"Kau sungguh berlebihan, dia ini Kakak ku aku akan bertemu kapan pun aku mau," ucap Gita sambil menepuk punggung Andika yang usianya lebih tua 5 tahun dari nya.
"Ya aku tau, tapi aku betul-betul harus kembali lebih cepat karna Ibu pasti menungguku di butik, aku belum memberinya kabar dari tadi pagi," ucap Tia memberi alasan karna ingin segera berlalu dari hadapan Andika, ia masih sangat malu pada lelaki itu karna ucapan nya sendiri, dan fikirnya lelaki itu pasti sudah melihatnya tertidur, dan mungkin mendengar ia mendengkur tadi.
"Penjemputku sudah datang, aku pergi dulu, Byy ... " pungkas nya seraya meninggalkan dua orang yang masih menatap heran kepadanya.
Jangan Lupa Vote , like dan coment๐ค
__ADS_1
dan terimah kasih atas segala dukungan nya๐๐๐