Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 22


__ADS_3

Hari sudah begitu sore, tamu yang datang pun satu persatu pamit untuk pulang ke rumah nya masing-masing, tamu yang tersisa hanya ada Tia, Rosa Dan Doni. Tia sebernarnya juga sudah berpamitan ingin pulang, tapi Gita mencegahnya dan dia ingin Tia pulang di antar oleh Andika karna Kakak nya lah yang menjemputnya tadi pagi. Lelaki itu juga tidak menolak tawaran adiknya sampai Tia pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Setelah mendengar bahwa Tia akan di antar pulang oleh Andika, Rosa merasa tidak terima dan ia mengurungkan niat nya untuk kembali ke apartemen nya hanya karna ia ingin mencegah agar lelaki itu tidak mengantar Tia.


Ia merasa heran dengan sikap Andika pada Tia, ia merasa mereka tidak begitu dekat. Dan itu benar bahkan selama pesta ini berlangsung mereka jarang sekali terlihat saling berbicara satu sama lain, tapi entah kenapa Andika bahkan tidak menolak perintah adik nya.


~


Pelayan di rumah itu terlihat sangat sibuk berjalan kesana kemari untuk membersihkan ruangan yang baru saja di adakan sebuah pesta. Membersihkan setiap sudut ruangan agar sang penghuni rumah betah dan pekerjaan mereka aman.


Tia sendiri sedang duduk di sofa sambil memainkan benda pipih nya, ia mengirim pesan kepada Group karyawan nya untuk menanyakan keadaan butik milik nya itu. Sedangkan Gita ia naik ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Iskandar dan Isma juga sudah berada di kamarnya setelah semua tamu nya pamit untuk pulang, tapi ia tidak lupa untuk menyapa kembali tamu putra dan putrinya yang masih berada di rumah nya kini.


~


"Kenapa Gita sangat lama," gumam nya pelan dan sudah beberapa kali gadis itu menguap karna mengantuk, tidur siang sudah menjadi tradisi nya sehari hari, meskipun hanya sebentar ia merasa lebih nyaman ketika selesai tertidur. Dan hari ini meskipun tidak bekerja tapi ia sangat lelah dan sangat mengantuk.


Karna rasa kantuk yang begitu kuat akhirnya ia tertidur di sofa dengan posisi yang masih terduduk sambil menyandarkan kepala nya di sandaran sofa.


Andika mengantar Doni kedepan karna Doni juga sudah ingin pulang ke rumah nya. Sebenarnya ia masih ingin tetap di situ bersama sahabat nya tapi Ayah nya menelfon dan menyuruhnya cepat pulang.


"Aku pulang dulu Bro, entar malam kalo gk ada kegiatan aku ke apartemen mu ok," ucapnya sambil terus berjalan ke arah mobil nya.


"Terserah kau saja, dan berhati-hati, lah ku rasa kau sudah sedikit mabuk," kata Andika sedikit berteriak karna tubuh lelaki itu yang semakin menjauh darinya.


"Kau sangat berlebihan," teriak Doni kembali dan Andika hanya melempar senyum ke arah sahabat nya itu.


~

__ADS_1


Setelah melihat mobil Doni melewati pagar rumahnya dan menghilang dari pandangan, Andika kembali masuk ke dalam rumah, dan langkahnya langsung terhenti karna melihat sosok perempuan yang tertidur pulas di atas sofa dengan posisi nya yang masih duduk.


Ia berjalan mendekati Tia, gadis itu terlihat sangat nyenyak meskipun posisi tidur nya terlihat sangat tidak nyaman.


"Ceh, gadis ini," gumam nya dan langsung duduk di samping perempuan itu dengan terus menatap begitu dalam.


"Ahmmmm ...." dan Tia tanpa sadar ia langsung merebahkan tubuhnya di sofa itu, tapi karna Andika sedang duduk di dekat nya, maka lelaki itu langsung menahan tubuhnya dan sekarang ia sedang berada di pelukan Andika.


"Ceh, apa gadis ini benar-benar tertidur," ujarnya sambil tersenyum dan tanpa sadar mengeratkan pelukan nya pada Tia.


Rosa baru saja keluar dari kamar tamu, tadi ia juga membersihkan tubuhnya di kamar itu. Dan betapa kaget nya saat keluar kamar ia langsung melihat pemandangan yang tak pernah ingin ia lihat. Andika sangat jelas sedang memeluk Tia dengan wajah yang tampak sumringah dan gadis itu juga tampak sangat nyaman.


Rosa dengan cepat berjalan menghampiri kedua manusia itu, setelah sudah berdiri tidak terlalu jauh ia pun dengan segera melotot ke arah Andika, tetapi lelaki itu bahkan tidak mengidahkan kehadiran nya dan membuat nya semakin kesal.


"Dasar gadis tidak tahu malu, berani berani nya menggoda lelaki seperti ini," hardik nya dengan suara yang cukup keras membuat Andika menatap nya dengan tatapan begitu tajam


"Apa yang kau bicarakan, kau bisa saja mengganggu tidur nya," balas Andika dengan nada kesal dan kembali menatap Tia yang masih berada di pelukan nya.


"Kau lihat Dika, bahkan dia berpura pura tidur hanya untuk memelukmu," ucap nya lagi dan mendengar itu Tia langsung membuka mata nya dengan lebar dan betapa terkejutnya karna sekarang ia sedang berada di pelukan lelaki yang bahkan bersikap sangat dingin padanya.


Tia dengan cepat beranjak dari sofa itu dan ia kembali duduk di sofa yang lain karna ia merasa pusing juga belum sepenuhnya mengumpulkan nafas setelah bangun tidur.


"Kenapa? Apa sekarang kau malu karna sudah ketahuan," tutur Rosa lagi dan itu benar benar membuat Andika merasa muak dengan perempuan itu.


"Rosa, hentikan omong kosong mu, kau tidak tahu apa apa, dan kau juga bukan siapa siapa jadi kau tidak ada hak berbicara seperti itu," brntak Andika dengan nada yang cukup keras membuat Rosa langsung terdiam dan tidak lagi berani menjawab.


Tia yang melihat kedua manusia itu berdebat merasa takut dan heran bersamaan, entah apa yang membuat keduanya saling adu mulut seperti itu. Tapi ia merasa ini ada hubungan nya dengan diri nya karna tadi Rosa berbicara sambil menatap nya dengan tatapan tidak suka.


"Ada apa, Nona Rosa tenang lah dan silahkan duduk dulu," ucap Tia sopan sambil tersenyum ke arah Rosa, sedangkan wanita yang di ajak berbicara malah langsung pergi meninggalkan nya tanpa pamit. Andika yang melihat itu pun membuang nafas nya dengan kasar dan kembali menatap Tia sambil tersenyum.

__ADS_1


Tia merasa penasaran apa yang sebenarnya


terjadi waktu ia tidur tadi dan ia akhirnya memberanikan diri bertanya kepada lelaki itu.


"Emm, eh ... ada dengan nya? Kenapa terlihat sangat marah padaku." Tia bertanya dengan gugup sambil melihat ke arah Andika.


"Kau sepertinya sedikit bodoh," sahut Andika dengan melipat bibirnya untuk tidak tertawa. Sedangkan gadis itu hanya menautkan kedua alis nya, masih tidak mengerti dengan situasi ini.


"Aku tidak bodoh Tuan, hanya saja aku tadi sempat tertidur sebelum kalian menggangguku," ucapnya membela diri karna tak mau kalah.


"Ceh, kau gadis pertama yang bilang jika seorang Andika menjadi pengganggu," balas Andika dan kemudian menyandarkan kepala nya di sandaran sofa.


"Itu tidak penting, dan coba jeleskan kenapa Rosa bersikap seperti itu?" tanya Tia yang masih tidak mengerti.


"Tadi dia melihat kau memelukku dan dia sangat marah," jawab nya santai tanpa melihat ke arah gadis yang sekarang sudah melotot ke arahnya mendengan ucapan yang baru saja ia ucapkan.


"Aku tidak pernah memelukmu Tuan," balas nya dan menatap tajam ke arah Andika


"Kau sedang tertidur, mana mungkin kau menyadarinya," sahut nya dan kini ia sudah menatap perempuan itu.


"Sungguh? Apa aku seperti itu? Astaga ... ini memalukan," ujarnya sambil menatap lelaki yang sekarang juga sedang menatapnya dan kemudian menundukkan pandangan nya karna merasa begitu malu. Sedangkan Andika yang melihat tingkah gadis itu merasa lucu karna sikap nya yang polos membuat lelaki itu dengan gampang mengerjainya.


"Sudah lah, itu tidak masalah, ayo pergi," ajak Andika sambil tersenyum penuh arti ke arah perempuan itu.


"Mau kemana?" tanya Tia dengan pandangan yang masih mengarah ke lantai.


"Tenang lah, aku hanya akan mengantarmu pulang, dan kau bisa melanjutkan tidur mu nanti tanpa harus memelukku," kata Andika yang sengaja menggoda Tia.


"Kau," sahut nya kesal dan dengan segera beranjak dari duduk nya kemudian mendahului lelaki itu segera masuk kedalan mobil yang berada di halaman rumah mewah itu.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan coment kak🤗


dan sekali lagi terima kasih😌💙🙏


__ADS_2