Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 11


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu setelah peresmian butik milik Tia, usaha nya juga lumayan meningkat, ia tidak pernah kekurangan pembeli setiap hari nya, mulai dari pemesanan online maupun yang datang langsung ke butik.


Tia juga sudah memiliki banyak langganan tetap yang mengambil barang dari butik nya untuk mereka jual kembali. Ia juga sudah memiliki beberapa partner kerja yang sering membantunya mempromosikan barang yang ada di butik miliknya.


Salah satu partner kerja nya bernama Gita, ia adalah seorang mahasiswa di Universitas ternama di kotanya, ia juga mengelolah salah satu butik yang terkenal milik orang tua nya.


Berkat Gita juga sekarang Tia bisa di kenal banyak orang dan bisa mengembangkan usaha nya dengan mudah karna sudah bekerja sama dengan salah satu orang yang sangat berpengaruh di kota M itu.


~


Seperti biasa setelah Tia bersiap kemudian ia keluar kamar dan menghampiri kedua orang tua nya yang sudah berada di dapur menunggu Tia untuk sarapan.


Setelah selesai sarapan ia kemudian berpamitan kepapa Ayah dan Ibu nya dan ingin segera berangkat ke butik.


"Aku pamit Buk, Yah," kata Tia dan mencium punggung tangan orang Tua nya bergantian.


"Kenapa terburu buru sekali Nak " tanya Buk Rita karna biasanya Tia akan mengobrol dulu bersama Ayah dan Ibu nya sebelum berangkat.


"Gita akan datang ke butik Buk, dia datang menjemputku karna kami akan berkunjung ke salah satu butik milik salah satu partner kerjaku," ucap Tia menjelaskan


"Ya sudah hati hati di jalan" kata Rita melihat ke arah putrinya yang sedang tersenyum manis ke arahnya.


"Jangan lupa untuk beristirahat juga , tidak perlu memaksakan dirimu jika merasa lelah segera lah untuk istirahat," timpal pak Gunawan mengingatkan dan Tia mengangguk masih terus tersenyum, kemudian bergegas menuju halaman rumah dan menaiki motor yang sudah terparkir di sana.


~


"Hei Git apa kau sudah lama?" tanya Tia ketika sudah menghampiri Gita yang sedang menunggunya di lantai utama.


"Ya jika aku batu mungkin aku sudah di tumbuhi lumut karna menunggumu" jawab Gita dengan nada yang di buat buat dan Tia langsung tertawa mendengar nya.

__ADS_1


Tidak hanya sekedar partner kerja, Gita juga sudah bersahabat dengan Tia, karna dia orang nya humoris jadi ia cepat akrab dengan lawan bicara nya, dan Tia juga memiliki sifat periang dan gampang ber gaul apa lagi dengan orang sebaya nya.


Selesai mengobrol sedikit, mereka langsung bergegas menuju butik milik partner kerja nya yang lain, untuk sekedar melihat lihat dan meminta pendapat satu sama lain agar bisa mendapat pelajaran lagi. Mereka berangkat menggunakan mobil milik Gita karna Gita tidak terbiasa menggunakan motor jadi Tia mengikut saja.


"Oh iya Tia, akhir pekan di rumah ku akan ada acara untuk merayakan kepulangan Kakak laki laki ku dari Jerman, kau harus datang ya," ajak Gita pada Tia ketika sudah melajukan mobilnya


"Ternyata kau punya saudara aku kira kau anak tunggal" balas Tia yang baru tau jika Gita punya saudara, dan Gita pun cemberut mendengar balasan dari sahabatnya itu.


"Makanya aku mengajak mu agar nanti kau bisa berkenalan dengan nya" balas Gita dan masih terus fokus mengemudi.


"Kapan Kakak mu akan sampai ke sini?" tanya Tia penasaran.


"Hari rabu" jawab nya singkat


"Oh rabu," sahut Tia sambil mangangguk anggukkan kepalanya, "bukan kah sekarang hari rabu ya Git?" lanjutnya yang baru menyadari dan seketika membuat Gita menginjak pedal rem dengan keras nya.


"Aku sungguh ceroboh Tia, sungguh ceroboh" kata nya dengan nada yang cemas dan ingin segera melajukan mobil nya kembali.


"Memang nya kenapa? Kenapa kita malah putar balik?" tanya Tia mengerutkan dahinya karna tidak mengerti sama sekali.


"Kau pegangan yang erat, kita ke bandara dulu sekarang," ucap nya tanpa melihat ke arah Tia dan langsung melajukan mobilnya.


"Apa yang kau lakukan Gita, kita bisa celaka jika laju kendaraan mu seperti ini" katanya mengingatkan sambil terus ber pegangan pada pintu mobil, "dan untuk apa kita ke bandara?" lanjutnya lagi karna masih tidak mengerti.


"Hei gadis kau pegangan saja yang erat, nanti kau juga akan tau, dan berhentilah mengajak ku bicara" kata Gita tanpa melihat ke arah Tia, membuat gadis itu mengerutkan dahinya dan melirik kemudian bersandar ke kursinya tanpa ber bicara lagi.


~


Setelah 30 menit tanpa bicara, akhirnya Tia tertidur di samping kursi kemudi, mungkin karna tadi ia bangun sangat pagi, dan karna tidak ada yang berbicara akhirnya dia memilih tidur.

__ADS_1


"Tia nanti kau mau ikut denganku, atau menunggu di mobil saja?" tanya Gita pada wanita yang sudah tertidur di samping nya.


"Tiaa ... astaga apa kau sungguh tertidur hanya dengan beberapa menit saja," kata nya sambil melirik ke arah Tia yang sudah berada di alam mimpinya dan kemudian kembali fokus mengemudi.


"Bagaimana bisa kau ter tidur secepat ini?" gumam nya dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepala nya. Karna belum sampai satu jam Tia sudah tidur dengan begitu pulas.


Tidak lama kemudian mereka sampai di bandara yang sudah di penuhi dengan banyak orang, Gita segera turun meninggalkan Tia di dalam mobil karna ia tidak tega untuk membangunkan sahabatnya itu.


Setelah berada di depan pintu masuk bandara ia melihat ke semua sisi mencari sosok laki-laki yang sudah lama ia rindukan, namun ia belum juga melihat tanda tanda keberadaan lelaki itu.


Sudah hampir 20 menit dia berkeliling tapi belum juga mendapati orang yang dia cari, akhirnya dia memutuskan untuk duduk di sebuah kursi tunggu karna merasa pegal pada betis nya, tapi pandangan nya masih terus mencari ke segala sisi.


"Git....Heii Gitaa..." panggil seseorang dari arah samping.


Gita yang mendengar pun segera tersenyum meski belum melihat siapa yang memanggil nya, karna ia sudah sangat hafal dengan suara itu.


Kemudian Gita segera berdiri, dan melihat ke arah suara dan benar saja dia adalah orang yang Gita cari sejak tadi. Ia kemudian berlari menghampiri lelaki yang sudah berdiri dengan gagah nya, sambil tersenyum ke arah Gita.


"Akhirnya aku menemukan mu, aku mencari mu sejak tadi kau tau," ucap nya setelah memeluk lelaki itu dengan nada yang sengaja ia buat lemas agar lelaki itu percaya.


"Bukan kah aku yang menemukan mu, kau hanya duduk dengan santai nya tanpa mencari ku kan" jawab lelaki itu dengan santai.


"Aku lelah makanya aku duduk dulu, tapi sebelum itu aku bahkan mencari mu di semua sudut bandara" kata Gita yang sudah melipat kedua tangan nya di dada sambil cemberut.


"Wajah mu sungguh jelek dengan ekspresi seperti itu," ucapnya menggoda Gita dan kemudian menarik tangan wanita itu untuk pergi.


Jangan lupa vote , like dan coment🤗


sekali lagi terima kasih banyak dan maaf jika belum bisa memuaskan kalian😌

__ADS_1


__ADS_2