Semua Sudah Takdir

Semua Sudah Takdir
Bab 29


__ADS_3

Andika menunduk dengan tangan yang masih menggenggam dengan erat tangan kecil milik Tia, ia pun sama gugup nya dengan gadis itu, tangan nya bahkan menjadi dingin dan Tia menyadari itu.


Gita terus melipat bibirnya agar tidak tertawa melihat sikap dan ekspresi Kakak nya. "Kak, sampai kapan kami akan menunggu?" timpal nya yang sudah tidak tahan lagi melihat sikap malu malu kedua manusia yang sedang kasmaran itu.


"Diam lah Git," sahut Andika kesal dan menatap tajam ke arah nya. Gita memanyungkan bibirnya karna tatapan tajam dari lelaki itu.


"Ceh," desis nya dengan tangan yang ia lipat di dada.


~


"Tia ... aku mencintai mu. Aku bahkan sudah mengatakan ini sebelumnya. Asal kau tau, aku tidak pernah main main dengan ucapan ku sendiri, aku mencintai kelebihan dan kekurangan mu, meskipun kita kenal belum cukup lama, tapi perasaan ku tidak main main. Aku tidak tahu bagaimana masa lalu mu dan aku memang tidak butuh itu, aku hanya ingin agar kau selalu berada di samping ku dalam keadaan apapun, berharap agar kau bisa memberiku tanggung jawab atas dirimu sepenuhnya. Aku sengaja mengatakan ini di depan orang tuamu, agar mereka bisa menjadi saksi untuk semua ucapanku," jelas Andika panjang lebar, dengan mata yang terus menatap begitu dalam pada gadis yang sedang menunduk di hadapan nya. Bahkan bibirnya terlihat bergetar menyucapkan semua kalimat itu.


Dengan perlahan Tia mencoba menatap lelaki di hadapan nya, tatapan mereka kemudian bertemu. Tia menatap dalam mata lelaki itu, mencari kebenaran dari dalam sana.


"Aku mencintai mu Tia," ulangnya dengan begitu lembut dan mencium kedua tangan gadis itu. Gita tertegun dengan keberanian Kakaknya bahkan di depan orang tua Tia.


Tia dengan cepat menarik tangan nya agar tidak membuat keluarganya murka, ia bahkan sangat tahu sikap Ayah nya yang selalu punya peraturan ketat. Dan ia tidak mau jika Andika mendapat imbasnya.


Tia beralih menatap Ayah dan Ibunya, kedua manusia paruh baya itu tampak sangat tenang dan tidak bereaksi apa apa melihat sikap Andika. Padahal selama ini, jangan kan berteman dengan lelaki, pergi jalan dengan teman perempuan nya pun Tia sering kali mendapat amarah dari Ayah nya. Tapi kali ini sikap nya sangat bertolak belakang.


~


"Tia bagaimana pendapat mu?" tanya Andika karna Tia terus melihat ke arah orang tua nya.


"Pendapat" ulangnya, "yah, aku sudah mengucapkan semua itu, lalu bagaimana?" ucapnya yang ingin memastikan


"Bagaimana apanya?" kata Tia bingung dan menatap bergantian ke semua orang.


"Hahaha ku rasa kau gagal Kak" timpal Gita yang sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.


"Tia jangan seperti ini," ucap Andika melemah dengan wajah menunduk, ia tak habis fikir dengan sikap Tia, padahal jika di lihat Tia juga memiliki perasaan yang sama dengan nya


~


"Baiklah, aku pun tidak bisa memaksa mu untuk menerima ku, setidaknya aku sudah jujur padamu dan pada semua orang yang berada di sini termasuk keluargamu," kata nya dengan memaksakan bibirnya untuk melengkung dan beranjak dari hadapan gadis itu.


Tia masih terus membisu, lidahnya menjadi keluh. Ia tidak menyangka bahwa Andika akan mengucapkan semua itu di depan orang tua nya.


"Dan sekali lagi selamat ulang tahun, semoga kau selalu di beri kebahagiaan," lanjut lelaki itu seraya berdiri dan memegangi puncak kepala Tia. "Hm, kalian lanjutkan acaranya, aku pergi dulu." pungkasnya dan ingin segera beranjak dari ruangan itu. Hati nya sangat hancur, ia tau bahwa Tia pasti mengerti semua maksud ucapan nya tadi, tapi mungkin gadis itu memang hanya ingin berteman dengan nya.

__ADS_1


Andika berusaha agar tetap tersenyum, tapi senyum nya hanya menampakkan kesedihan dan kekecewaan. Semua orang menatap empati pada nya, terlebih dengan Gita, baru kali ini Kakaknya terlihat tidak memiliki semangat seperti itu.


~


"Tunggu sebentar.!!" teriak seseorang membuat lelaki itu menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ke arah suara.


Semua orang beralih menatap ke arah suara, merasa bingung dan aneh pada gadis itu.


Andika tidak menjawab, ia terus berusaha agar terlihat biasa biasa saja dan tetap melengkungkan bibirnya.


"Apa kau ingin pergi" tanya Tia pada nya.


"Hmm, ada pekerjaan yang harus aku kerjakan" jawabnya dengan masih tersenyum


"Benarkah?" balas Tia sembari berjalan


mendekat ke tempat Andika berdiri.


"Hm . . ." sahut Andika dengan menggaruk tengkuknya. Ia memang selalu kalah jika ingin berbohong.


Tia menatap nya begitu dalam, dengan ujung bibir yang terus melengkung, ia pun sangat mencintai Andika, tetapi selama ini masih kurang percaya pada cinta lelaki itu. Dan tindakan Andika sekarang membuatnya yakin bahwa Andika orang yang bisa di percaya.


~


Andika menatap tidak percaya padanya, lelaki itu memegangi kedua sisih pipi milik Tia, membuat gadis itu mengangkat wajahnya dan tatapan mereka bertemu.


Lelaki itu tidak berkata apapun lagi, ia hanya menatap dalam mata Tia yang tidak menunjukkan kebohongan di dalamnya. Ia langsung mendekap Tia ke dalam pelukan nya karna merasa sangat bahagia dengan pernyataan gadis itu.


~


"Hmmm" sahut Gunawan membuat sepasang kekasih itu berhamburan dari dunianya dan Tia merasa malu sendiri.


"Tia ... " panggilnya dan Tia langsung menatap ke arah nya.


"Ayah tau bahwa kau sudah cukup dewasa untuk memilih jalan mu sendiri, meskipun begitu, Ayah akan tetap memantau semua yang kau lakukan, kau akan tetap menjadi gadis kecil Ibu dan Ayah," jelasnya membuat mata putrinya berkaca kaca. Baru kali ini ia mendengar ucapan yang menurutnya sangat mengharukan dari Ayahnya itu.


Tia berjalan mendekati Ayahnya dan langsung memeluk tubuh lelaki paruh baya itu. Gunawan mencium puncak kepala putrinya. Meskipun Ayahnya sangat tegas, tapi Tia faham bahwa semua itu untuk kebaikan nya sendiri.


~

__ADS_1


Tia masih nyaman di dalam pelukan Ayahnya. Semua orang menatap haru pada kedua manusia itu. Rita tak bisa menahan benih dari ujung matanya yang sudah terjatuh membasahi pipi. Ia menangis karna merasa sangat bahagia melihat Suami dan Putrinya.


Diki dan Sisi pun berjalan ke arah nya, Mereka memeluk Rita dari sisi kiri dan kanan. Mereka pun tak kalah bahagianya melihat kebahagiaan dari Adik bungsunya.


~


Andika berjalan mendekat ke arah keluarga itu. Ia tersenyum malu pada Gunawan. Lelaki paruh baya itu mengangguk seakan memberi kode bahwa Andika bisa melanjutkan rencana nya. Tanpa menunggu lama Andika langsung menarik tangan kecil milik Tia. Gadis itu terkejut dan menautkan kedua alis nya merasa bingung.


"Apa belum selesai?" tanya Tia polos dan di tertawakan semua orang.


"Belum" balasnya singkat


"Bim, masuk lah.!!" panggilnya lagi dan pintu tampak langsung terbuka dengan Bimo di sana. Pria itu berjalan mendekat ke arah Bossnya.


"Sudah siap Tuan," ucap nya dengan tubuh yang sedikit membungkuk.


"Baik lah, ayo," ajak nya dan kembali menarik tangan gadis itu untuk mengikuti langkahnya.


Semua orang pun langsung bergegas dari ruangan itu dan mengikuti Andika yang sudah berjalan lebih dulu.


~


Tia tertegun menatap tak percaya pada lantai utama butik milik nya yang sudah di sulap menjadi tokoh bunga.


"Wowww ...." ucap Ulan yang juga merasa kagum, entah sejak kapan lelaki itu mempersiapkan ini.


"Ayo kemari," ajak Andika lagi dengan menuruni anak tangga.


"A ... apa ini? " tanya Tia gugup


"Ini semua untuk mu," balas Andika santai dengan bibir yang melengkung sempurna.


"Apa kami terlambat?" tanya suara dari ambang pintu masuk butik itu. Semua orang kembali menatap ke arah suara dan sudah ada dua manusia paruh baya yang berdiri bergandengan. Orang tua Tia merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Silahkan Tuan," sapa Gunawan gugup pada kedua manusia itu.


"Tidak perlu sungkan seperti itu Pak," balas pria itu tersenyum dan langsung berjalan ke arah segerombalan manusia di tengah tengah lantai utama dengan terus menggandeng tangan istrinya.


Jangan lupa vote , like , dan coment kak🤗

__ADS_1


Dan sekali lagi terima kasih😌💙🙏


__ADS_2