SEPERCIK KEBAHAGIAAN

SEPERCIK KEBAHAGIAAN
Data Pribadi


__ADS_3

Ini aneh. Menurutku dia biasa-biasa saja. Tapi kenapa dia sampai membuatku kepikiran? Bahkan sampai memimpikannya. Apakah ini pertanda alam untukku?


Taka merasa aneh dengan sosok gadis yang sedang mengasiri barang belanjaan pembeli di sana. Dilihat sepintas tidak ada yang aneh ataupun menarik dari Rara. Rara terlihat biasa-biasa saja. Namun, Taka tak mengerti mengapa gadis itu sampai masuk ke dalam mimpinya. Seperti sebuah pertanda semesta untuknya.


Taka kemudian mengambil ponselnya. "Tom, cepat cari tahu tentang gadis bernama Rara. Dia karyawan mini market di kota ini. Aku tunggu 1x24 jam," tegas Taka kepada sosok bernama Tom di seberang telepon.


"Baik, Tuan." Seseorang di seberang pun menyanggupinya.


Taka segera mematikan sambungan teleponnya. Ia kemudian menghidupkan mesin mobilnya. Dengan hati penuh tanda tanya ia keluar dari halaman parkir mini market. Taka bergegas kembali ke apartemennya. Ia tidak ingin memikirkan Rara terlalu lama. Tentang seorang gadis yang akhir-akhir ini menganggu alam pikirannya.


Esok paginya...


Suasana di pelabuhan kota tampak ramai dengan aktivitas bongkar muat barang-barang impor maupun ekspor. Taka pun duduk di ruang kerjanya yang mengarah ke pelabuhan. Ia tampak sibuk pagi ini dengan beberapa dokumen yang diterimanya.

__ADS_1


Pria berjas hitam itu tampak membaca dokumen yang diterimanya pagi ini. Namun, tak lama kemudian ponselnya berdering. Taka pun segera mengangkatnya.


"Halo?" Ia segera menjawab telepon itu. "Ya, baik. Terima kasih," katanya, lalu memutuskan sambungan telepon.


Taka bergegas membuka email dan melihat lampiran yang diterima. Saat itu juga ia memerhatikan isi lampiran tersebut.


"Jadi namanya Rara Alya? Dia anak ke lima dari tujuh bersaudara?" Ternyata email tersebut datangnya dari Tom, orang yang diminta olehnya untuk mencari tahu siapa Rara.


"Ibunya telah lama berpisah dengan ayahnya? Jadi ...?" Taka tampak mencerna isi lampiran tersebut.


"Dia seorang tulang punggung keluarga. Kasihan sekali. Apa yang bisa kubantu untuknya?" Taka berbicara sendiri.


Pagi ini Taka mendapatkan apa yang ia inginkan. Data lengkap tentang Rara telah berada di tangannya. Taka pun berpikir ulang mengenai gadis yang dijumpainya kemarin. Bagaimana mungkin gadis semuda itu bisa menjadi tulang punggung di keluarganya. Taka pun ingin membantunya.

__ADS_1


Apakah ini arti dari mimpiku?


Taka sempat memimpikan Rara. Ia pun merasa takwil mimpinya adalah untuk menolong Rara agar mimpi buruk itu tidak benar-benar terjadi. Sebagai manusia tentunya memiliki rasa iba. Begitu juga dengan Taka. Ia berharap masih bisa menolong Rara di tengah aktivitasnya yang padat. Taka tidak ingin menyesal di kemudian harinya.


Lain Taka, lain juga dengan Rara. Rara yang hari ini masuk pagi tampak sibuk mengangkat barang yang datang ke dalam tokonya. Berdus-dus minyak dan berkontainer barang ia angkut sendirian. Rara begitu bersemangat bekerja. Walau nyatanya ia kurang mendapat dukungan dari keluarga.


"Haus sekali."


Ia kemudian membeli sebotol air mineral untuk diminumnya. Rara kehausan, ia ingin melepas dahaga.


"Ra, jaga kasiran ya. Saya mau ke berangkas." Kepala tokonya berpesan.


"Baik, Pak." Rara pun menyanggupinya. Sedang sang kepala toko segera ke ruangan berangkas untuk menghitung uang.

__ADS_1


Rara jadi sendirian menjaga tokonya. Ia melayani sendiri pembeli yang datang. Ia lelah tapi tetap harus berjuang. Semua itu tak lain hanya untuk keluarganya. Keluarga tercinta.


__ADS_2