SEPERCIK KEBAHAGIAAN

SEPERCIK KEBAHAGIAAN
Kenyataan


__ADS_3

Pukul 12.00 WIB...


Siang ini cuaca begitu terik. Udara panas terasa menyelimuti seisi kota. Taka pun baru saja tiba di sebuah ruangan eksklusif. Yang mana hanya orang-orang tertentu saja yang boleh masuk ke sana. Taka pun memasukinya seorang diri.


Ruangan itu begitu mewah dan berkelas. Perabotan mahal dan lambang bendera kedua negara ada di sana. Yang mana saat Taka memasukinya terlihat seorang pria tua berpakaian rapi sedang duduk di depan meja kerjanya.


"Anata wa watashi ni denwa shimashita ka?"


(Apakah Anda memanggil saya?)


Taka bertanya kepada pria itu dengan bahasa Jepang.


Pria tua itu tampak menggabungkan kedua tangannya dengan raut wajah yang amat masam. Ia kemudian menatap tajam ke arah Taka yang baru saja datang.


"Saikin yoku shigoto o yasunde iru to iu no wa hontoudesuka?"


(Apakah benar akhir-akhir ini kau sering absen dari pekerjaanmu?)


Pria itu bertanya kepada Taka. Yang menanyakan apakah benar jika Taka sering absen dari pekerjaannya.


Sejenak Taka berpikir mengenai hal ini. Tak lama terbesit satu nama di pikirannya. Ia curiga jika ada orang yang berniat untuk memfitnah dirinya.

__ADS_1


"Iie. Watashi wa yoku jibun no shigoto o shimasu."


(Tidak. Aku menjalankan tugasku dengan baik)


Taka menyanggah tuduhan itu.


Pria itu menatap Taka dengan pandangan tak percaya.


"Watashi no meseiji o mada oboete imasu ka?"


(Apakah kau masih ingat dengan pesanku?)


Pria itu menanyakan lagi apakah Taka masih teringat dengan pesannya atau tidak.


(Aku masih ingat dengan pesan itu.)


Taka pun menjawabnya. Saat itu juga pria itu menyerahkan sebuah amplop kepada Taka. Taka pun menerima amplop cokelat tersebut lalu membukanya. Namun, betapa terkejutnya ia kala mendapati foto dirinya bersama Rara di dalam sana.


"Sorehanandesuka?"


(Lalu apa itu?)

__ADS_1


Pria itu meminta Taka untuk mengakui perbuatannya.


"Otousan, kare wa tada no tomodachidesu."


(Ayah, dia hanya teman.)


Taka menjelaskan jika ia hanya berteman dengan Rara. Berusaha mendinginkan suasana karena Taka sangat mengerti maksud dari pertanyaan pria itu yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri.


Nomura meminta Taka untuk menghadapnya siang ini karena mendapat laporan tentang Taka yang sering keluar jam kerja dan tidak menyelesaikan tugas tepat waktu. Tentu saja hal itu membuat Nomura malu dan lekas ke Indonesia untuk melihat keadaannya sendiri. Dan hari ini ia memanggil Taka.


Nomura adalah pejabat penting di Jepang. Ia juga pemilik salah satu perusahaan distribusi terkemuka yang ada di sana. Sedang Taka adalah putra satu-satunya yang akan mewarisi semua kekayaan dan pengaruhnya. Dan tentu saja kabar yang Nomura terima amat mencoreng nama baiknya. Nomura pun lekas terbang ke Indonesia untuk memberi peringatan kepada anaknya.


"Watashi o chouhatsu shinaide. Sugu ni kare o nokoshite kudasai!"


(Jangan memancing amarahku. Tinggalkan dia, segera!)


Nomura memasang wajah bengis pada anaknya.


Bak sebuah ancaman, Nomura menyuruh Taka untuk segera meninggalkan gadis yang ada di dalam foto tersebut, yang tak lain adalah Rara. Sosok gadis yang telah berhasil membuatnya merindu.


Sejujurnya Taka tidak dapat membohongi hatinya yang memang menyimpan rasa untuk Rara. Namun, sang ayah sudah memperingatkannya. Mau tidak mau ia pun harus menurutinya. Karena jika tidak, ayahnya tidak akan segan untuk menyakiti Rara.

__ADS_1


“Tousan ...."


Taka pun seolah tidak dapat berbuat apa-apa. Ia menelan ludahnya dengan rasa yang berkecamuk di dada. Ayahnya juga tidak mau tahu tentang perasaan anaknya. Ia meminta Taka untuk segera meninggalkan Rara.


__ADS_2