SEPERCIK KEBAHAGIAAN

SEPERCIK KEBAHAGIAAN
Permohonan


__ADS_3

"Aku bisa saja membalas perbuatanmu ini. Tapi aku masih menghargaimu sebagai rekan kerjaku. Aku juga masih menghargai ayah yang mempekerjakanmu. Tapi jika kau terus-menerus seperti ini, maka jangan salahkan aku jika mematahkan lehermu." Taka memberi peringatan keras kepada Hiroshi.


Hiroshi pun menelan ludahnya. Ia tahu sedang berada di situasi apa saat ini. Taka terus saja memandangnya dengan tatapan tajam. Bak seekor singa yang sudah siap menerkam mangsanya. Taka begitu geram dengan ulah Hiroshi.


Tidak sulit bagi Taka untuk mencari tahu siapa yang telah memotret kebersamaannya dengan Rara. Tidak sulit juga bagi Taka untuk menghancurkan seseorang yang telah mengkhianatinya. Selama ini ia selalu bersabar dengan tindak-tanduk Hiroshi kepadanya. Namun, untuk urusan pribadi, Taka amat tidak rela Hiroshi mencampurinya. Baginya ranah pribadi tidak boleh dimasuki oleh siapapun. Taka begitu menjaga privasinya.


"Aku ... minta maaf. Aku hanya ingin menyelamatkanmu dari hal yang semu." Hiroshi akhirnya meminta maaf kepada Taka.


Taka memasang raut wajah bengisnya. "Kuperingatkan padamu! Jangan pernah ikut campur urusan pribadiku! Atau kau akan kehilangan sesuatu yang berharga dari hidupmu! Dan aku tidak pernah main-main dengan ucapanku!"


Taka menutup perjumpaan siang ini dengan peringatan keras kepada Hiroshi. Hiroshi pun mengangguk lalu segera beranjak pergi. Ia meninggalkan Taka sendiri di ruangannya. Ia tahu benar jika Taka sedang marah. Hiroshi pun harus berpikir ulang jika melakukan kesalahan yang ke dua kalinya.


Esok harinya, Rabu pukul 10.00 WIB...


Taka mendatangi ayahnya. Ia mengajukan suatu permohonan. Permohonan agar ayahnya dapat mengizinkannya bertemu dengan Rara. Berat rasanya jika ia hanya pergi begitu saja. Tanpa kabar, tanpa berita. Ia juga berjanji jika hanya satu kali ini saja menemui Rara. Setelahnya tidak akan pernah lagi.

__ADS_1


"Watashi wa tousan ni sono youkyue o kyoka suru you ni tanonda."


(Aku mohon ayah mengabulkan permintaanku.)


Taka meminta dengan setulus hatinya. Ia pun siap jika harus kena marah sang ayah.


Nomura mencengkeram penanya. Ia tampak kecewa. "Anata wa hontouni gankodesu, Taka!"


(Kau memang keras kepala, Taka!)


Taka menghela napasnya. "Konkai dake, Tousan. Sonogo wa mou arimasen."


(Sekali ini saja, Ayah. Setelahnya tidak akan lagi.)


Taka berjanji.

__ADS_1


Nomura menatap tajam ke arah anaknya. Ia pandangi sang anak yang sedang berdiri sambil menunduk di hadapannya. Hatinya pun entah mengapa tergerak untuk mengabulkan permintaan anaknya itu. Hanya demi ketenangan di masa yang akan datang.


Nomura menghela napasnya. "Yoi. Go youbou ni o kotae shimasu."


(Baik. Aku penuhi permintaanmu.)


Nomura akhirnya mengizinkannya.


Nomura dengan berat hati mengizinkan putranya untuk bertemu dengan gadis yang tidak disukainya. Walaupun belum menjelaskan dari sisi mana ia tidak menyukai Rara, tetapi semua yang dikatakan olehnya adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Hal itulah yang memaksa Taka untuk membicarakan hal ini baik-baik kepadanya. Agar tidak merasa khawatir saat bertemu dengan Rara nantinya.


Nomura menyetujui permintaan anaknya. Namun bukan cuma-cuma, melainkan ada sebuah syarat yang harus dipenuhi oleh Taka. Dan demi bertemu Rara, Taka pun harus memenuhi syarat yang diberikan oleh ayahnya. Karena bagaimanapun Taka sangat mengetahui bagaimana sifat dan sikap ayahnya. Terlebih sang ayahlah yang membesarkannya sejak kecil.


.........


...Taka...

__ADS_1



__ADS_2