SEPERCIK KEBAHAGIAAN

SEPERCIK KEBAHAGIAAN
Sapaan Hati


__ADS_3

Hanya dia yang ada di dalam hatiku. Satu minggu ini aku selalu memikirkannya. Apakah dia juga seperti itu?


Selama seminggu ini, Taka hanya fokus menjalankan rutinitas hariannya. Ia belajar untuk tidak menghiraukan perasaan yang ada di dalam hatinya. Namun, bunga cinta yang sedang merekah itu tidak bisa layu begitu saja. Taka masih membutuhkan waktu untuk melupakan Rara. Dan entah mengapa, semakin dilupakan, ia semakin teringat saja. Bayang-bayang Rara selalu ada di sekelilingnya.


Ra, aku rindu ....


Sebelum bertemu Rara, bagi Taka waktu adalah bekerja. Walaupun rasa penat menyerangnya, ia tetap menuntaskan pekerjaannya. Terlebih sang ayah selalu mengawasi segala tindak-tanduknya. Maka waktu hanya Taka habiskan untuk bekerja. Ia tidak peduli lagi dengan kekosongan yang telah lama melanda hatinya.


Ada sesuatu hal yang Taka khawatirkan jika Rara sampai mengetahui siapa dirinya. Kekhawatiran itulah yang mungkin juga dirasakan oleh sang ayah. Namun, sepertinya Nomura sudah terlebih dulu berjaga-jaga sebelum semuanya terjadi. Ia melarang keras Taka untuk bertemu dengan Rara kembali.

__ADS_1


Malam ini adalah malam kesekian kalinya bagi Taka untuk tidak bertemu Rara. Rasa rindu itu pun bagai sebuah belenggu yang mengkhawatirkannya. Teringat jelas apa yang dikatakan oleh ayahnya waktu itu. Dan Taka tidak ingin Rara menanggung penderitaan karena dekat dengannya. Taka harus merelakan Rara, suka atau tidak.


Lambat laun gerimis itupun mengundang hujan. Yang mengharuskan Taka untuk segera masuk ke dalam rumah. Ia kemudian duduk sambil menyeruput tehnya. Tapi saat itu juga kenangan indah bersama Rara terlintas di pikirannya. Taka tidak bisa membohongi hatinya.


Maafkan aku, Ra. Ternyata aku menyayangimu.


Keesokan harinya...


Hari minggu Rara mendapat jadwal masuk siang. Ia pun berbelanja ke sebuah pasar mingguan yang tidak jauh dari rumahnya. Ia ingin membeli kebutuhan pokok yang ada di sana. Rara pun berjalan kaki untuk sampai ke sana. Seorang diri di tengah pagi yang ramai orang berolahraga.

__ADS_1


Tanpa Rara sadari, Taka tengah melihatnya dari seberang jalan. Gadis terkuncir satu itu tidak melihat sama sekali jika ada seorang pria yang tengah berdiri menghadap ke arahnya. Seorang pria yang kini berusaha mengobati rasa rindu di hatinya. Ialah Taka Nomura.


Ra, apa kabar?


Niat di hati sangat ingin ditunaikan. Menemui Rara yang kini sudah masuk ke area pasar. Namun, sepertinya niatan itu harus disingkirkan karena Taka tidak mempunyai waktu hari ini. Ia harus segera pergi setelah melihat Rara.


Semilir angin pagi berembus, menyapu helaian daun yang jatuh berguguran di jalan. Seakan mewakilkan ketidakberdayaan Taka untuk melawan kekuasaan. Taka dan Rara saling mencinta. Namun, kasta menjadi jurang pemisah di antara keduanya. Lantas apakah masih ada jalan untuk bersama?


Sesungguhnya Rara pun memendam kerinduan kepada Taka. Namun, ia tepiskan agar lebih fokus dalam pembuatan cerita, seperti yang Taka harapkan. Mustahil jika Rara tidak rindu karena di setiap harinya ia selalu menuliskan apa yang telah ia lalui bersama Taka. Dan cinta itu harus dipendam sampai suatu hari merestui mereka.

__ADS_1


__ADS_2