SEPERCIK KEBAHAGIAAN

SEPERCIK KEBAHAGIAAN
Hati Yang Patah


__ADS_3

Air matanya menggenang seakan sudah siap untuk tumpah. Ia pun berucap pelan sambil memeluk yukata pemberian dari Taka. Ia akhirnya menangis di antara kendaraan yang lalu-lalang di sekitarnya.


Semilir angin sore tampak menemani kesedihannya, bersama deru kendaraan yang terdengar di sana. Ia harus kehilangan Taka di tempat yang sama, di tempat pertama kali ia bertemu dengan Taka.


Rara terisak, menyayangkan semua harus berakhir begitu saja. Sementara kenangan itu tidak akan mudah untuk dilupakannya. Begitu juga dengan Taka. Ia tidak akan bisa melupakan apa yang telah terukir bersama Rara. Tapi apalah daya ia tidak mempunyai kekuatan untuk melawannya.


Ra, maafkan aku ....


Terlihat dirinya yang kini menyandarkan siku tangan pada kaca mobil seraya mengepalkan tangannya untuk menutupi bibirnya yang getir. Di sampingnya duduk sang ayah yang tampak senang karena Taka telah memenuhi janjinya untuk berpisah dengan Rara. Namun, tidak dengan Taka. Ia merasa sangat sedih saat harus meninggalkan Rara.


Taka harus memendam kesedihannya. Walaupun rasa sesak begitu melanda. Ia harus dapat menerima takdir hidupnya. Ia juga harus merelakan kebersamaannya bersama Rara. Tak lama, kristal bening dari matanya itu pun terjatuh membasahi pipinya. Sebagai penanda duka di hatinya.


Maafkan aku, Ra. Aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Aku juga tidak tahu harus berkata apa selain berterima kasih atas kebersamaan yang telah kita lalui.

__ADS_1


Aku minta maaf. Aku terpaksa tidak bilang terlebih dulu akan semua ini. Aku takut engkau terluka karenaku. Air matamu itu sungguh berharga dan aku tidak ingin melihatnya terbuang sia-sia. Maka teruslah mengejar impianmu. Dan pelan-pelan cobalah untuk lupakan aku.


Ra, berjanjilah untuk tetap menjadi dirimu. Terus berjuang dalam meraih mimpimu. Selesaikan dengan baik novel tentang kita, karena aku menunggunya walau raga terpisah jauh. Dan tolong bimbing aku melalui doamu. Antarkan aku menuju ketenangan hidup yang sesungguhnya. Jika memang terasa berat untuk melupakan aku.


Dari seseorang yang menyayangimu,


Taka.


Rara dan Taka adalah dua insan yang berbeda bangsa dan keyakinan. Tapi mereka memiliki perasaan yang sama. Berharap takdir itu akan kembali mempertemukan. Dan menumbuhkan bunga cinta yang telah lama mereka impian.


Cinta,


Kau begitu berwarna.

__ADS_1


Mewarnai hati yang kelam karena dunia.


Cinta,


Jangan berlalu begitu lama.


Datanglah kembali untuk menumbuhkan bunga.


Beberapa saat kemudian...


Wajah sendu itu kembali ke rumahnya yang tidak jauh berada dari Taman Santapan. Sambil mendekap kotak pemberian dari Taka, ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Tampak keluarganya yang tengah berkumpul melihat raut wajah yang begitu berbeda. Mereka kemudian menegur sang gadis seraya menanyakan kabar. Tapi, gadis itu terlihat diam dan berlalu begitu saja.


Ialah Rara yang kembali ke rumahnya. Sambil mendekap pemberian terakhir dari Taka, ia melangkah masuk ke dalam kamarnya. Tak mengindahkan sapaan, tak mengindahkan pertanyaan. Rara ingin sendiri bersama duka di hatinya. Ia membutuhkan waktu sejenak untuk menyendiri dari hati yang patah.

__ADS_1


__ADS_2