
Taka kembali ke Jepang. Kontraknya telah diselesaikan lebih cepat. Dan kini ia sedang berada di perusahaan ayahnya. Setelah lama tak kembali ke negeri asalnya, Taka akhirnya pulang kampung juga. Yang mana saat ia datang tampak banyak perubahan di kantornya. Mulai dari desain ruangan sampai struktur pekerjaan.
Taka kembali menjadi seorang CEO. Ia menggantikan tugas ayahnya sebagai pemimpin di perusahaan distribusi terkemuka. Sedang sang ayah menjabat sebagai petinggi di negerinya. Ia tidak mempunyai waktu untuk mengurus perusahaan. Maka dari itu ia memercayakan Taka sepenuhnya.
Taka adalah putra tunggal. Ia terlahir dari seorang ibu berkebangsaan Malaysia. Namun, sejak kecil ia tidak pernah melihat ibunya. Sebuah masalah keluarga membuat Taka tidak bisa bertemu ibunya. Bahkan Taka juga tidak tahu bagaimana rupa ibunya sekarang. Ia seperti memang sengaja dipisahkan.
Kini pria tampan berkebangsaan Jepang itu tampak memerhatikan sepasang burung yang hinggap di teras kecil ruangannya. Yang mana sepasang burung itu berciutan dan bercumbu di depan Taka. Taka pun segera teringat dengan seorang gadis yang jauh di sana. Yang kini entah bagaimana kabarnya.
Hari ini setahun sudah kita tidak bertemu, Ra. Apa kabarmu? Aku sudah kembali ke Jepang beberapa hari yang lalu. Dan kini sudah kembali memimpin perusahaan ayahku. Apakah kau masih mengingatku?
Ruangan berkelas yang terdiri dari satu set meja kerja, beberapa lemari kaca dan sofa panjang itu tampak menjadi saksi Taka yang memikirkan seseorang. Ia pun lebih tampan dan bersahaja. Jas hitamnya menjadi ikon resmi saat ia bekerja. Tak lupa juga jam tangan mewah menghiasi pergelangan tangannya. Taka kembali ke dirinya semula.
__ADS_1
Waktu yang berlalu ternyata tidak membuat Taka melupakan Rara. Ia masih teringat dengan seorang gadis yang menarik perhatiannya di Indonesia. Kenangan demi kenangan pun mulai terlintas di benaknya. Waktu luang sebelum pulang itu ia manfaatkan untuk mengingat Rara. Walaupun hanya sebatas ingatannya saja.
"Hah ...."
Taka pun mengembuskan napasnya. Ia berbalik lalu kembali duduk di kursi kerjanya. Ia kemudian melihat-lihat peluang untuk bertemu dengan Rara. Taka melihat jadwal kerjanya. Tapi saat itu juga ia menyadari jika tidak akan bisa bertemu dengan Rara.
Aku hampir lupa jika ayah tidak ingin aku menemuinya lagi. Tapi bagaimana jika kami bertemu secara tidak sengaja? Apakah ayah mampu mencegahnya?
"Aku akan menanggung semua biayanya. Terima kasih. Aku tunggu kabar baiknya."
Ternyata Taka menelepon seseorang di Indonesia. Entah siapa, tapi ia memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat jalan pertemuannya dengan Rara. Satu tahun lamanya tak berjumpa membuat Taka harus memendam duka. Namun, apakah mereka bisa bertemu nantinya?
__ADS_1
Cinta adalah sebuah anugerah tak terkira. Cinta juga adalah kekuatan terbesar di alam semesta. Tanpa cinta semuanya akan porak-poranda. Tapi cinta juga membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan derai air mata. Hingga akhirnya bisa sampai ke nirwana bersama.
.........
...Taka Nomura...
.........
...Tamat...
__ADS_1