SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 44


__ADS_3

Keadaan Santi pagi ini sangat lah tidak sehat. Wajah nya terlihat lebam karena tamparan dari sang ayah yang lumayan keras sehingga menimbulkan bekas.


Santi terdiam di depan cermin, memandang wajahnya yang sedikit membuat ngeri sebab lebam biru di ujung bibir dan memar merah di pipi kanan nya. Ia menyentuh memar itu dan meringis ketika merasakan sakit.


Santi tak menoleh ketika pintu kamar sederhana nya terbuka. tanpa melihat pun ia akan tau siapa yang masuk.


"kau harus makan San" ucap seorang wanita baya dari ambang pintu.


Santi tak bergeming, pandangan nya tetap lurus pada cermin di depan nya.


"ingat San, kau harus tetap sehat sampai juragan Bala menikahi mu. Jangan membuah malu ayah sama ibu"


"bukan kah ayah dan ibu sudah membuat malu diri sendiri dengan menjual anaknya kepada juragan kaya yang bahkan sudah memiliki dua istri"


Wanita baya itu emosi dan menjambak rambut Santi. Tidak keras hanya saja mampu membuat Santi meringis.


"jangan kurang ajar kamu San. Kamu harus nya bersyukur juragan Bala mau sama kamu, ayah sama ibu itu cuma orang miskin. Jika bukan juragan Bala siapa yang mau sama kamu"


Wanita baya itu pergi dengan perasaan jengkel. Sementara Santi, entah sudah berapa banyak air matanya yang jatuh. Ia memang putri dari orang tua yang miskin. Namun jika seandainya orang tua nya itu menghentikan kegiatan yang membuang-buang uang atau setidaknya mengurangi. Mungkin kehidupan mereka akan lebih baik.

__ADS_1


Bukan karena tidak ada yang mau dengan Santi, hanya saja kedua orang tua nya tak menyukai setiap pemuda yang datang dengan niat baik. Alasan nya tentu saja sangat klasik, pria itu tak kaya.


Santi menekan dadanya, sungguh luka di fisik nya tak seberapa jika di banding luka hatinya. Akhirnya, mau tak mau ia harus menikah dengan pria yang lebih cocok menjadi paman nya. harapan bersanding dengan pria yang di cintai nya pupus begitu saja.


Handphone jadul Santi berdering, ia milik sekilas nama yang menelpon dirinya. Entah mengapa ia malas mengangkat. karena itu hanya akan membuat hati nya semakin bertambah sakit.


Sementara tak jauh dari sana, seorang pemuda dengan motor matic nya tengah memandangi rumah Santi dengan perasaan cemas. Ia sengaja menelpon gadis itu dan ingin mengatakan sesuatu yang mungkin bisa menjadi jalan keluar untuk masalah Santi. Mungkin ini sedikit terlambat tapi ia melakukan ini atas pertimbangan dan persetujuan dari keluarga serta Rani, yang menjadi penyumbang ide.


Namun, pria itu harus menelan kecewa ketika panggilan nya di abaikan bahkan saat panggilan itu sudah mencapai sepuluh kali.


***


"jangan mengkhawatirkan teman mu Zai, mereka pasti akan baik-baik saja" ucap Raihan.


"apa perlu aku mengirimkan anak buah ke sana?" tanya Raihan. sungguh pria itu tak mampu bila harus melihat gadis nya cemas seperti saat ini.


"tak perlu mas" tolak Zaifa. "aku yakin mereka pasti baik-baik saja dan rencana nya akan terus berlanjut. tapi mengapa sampai hari ini Santi tak kunjung datang juga. Bukan kah seharusnya Santi datang hari ini. yang aku dengar pernikahan mereka tinggal empat hari lagi. dan lagi Santi memang menutup akses untuk siapa pun yang menghubungi dirinya. Aku takut terjadi sesuatu" ucap Zaifa sedih.


Raihan hanya memandang wajah murung kekasih nya. Bagaimana pun ia merasa tak kenal dengan Santi,tapi mungkin ia perlu melakukan sesuatu.

__ADS_1


***


Dua hari berlalu dengan begitu cepat, masih belum ada kabar tentang Santi atau pun yang lainnya. Zaifa begitu khawatir padahal hari ini adalah hari pernikahan nya.


Zaifa duduk di kursi rias dengan seorang MUA yang dengan cekatan memoles wajah nya. MUA itu pun tak merasa kesulitan sebab wajah Zaifa memang sudah cantik, hanya butuh sedikit sentuhan untuk membuat wajah itu terlihat cantik sempurna.


Baju pengantin panjang berwarna krim kalem dan jilbab yang senada, banyak nya pernak-pernik dan hiasan mutiara putih pada pinggang dan sekitar kerah dan lengan membuat Zaifa seperti boneka hidup yang sangat cantik. semua mata yang memandang pasti akan terpesona.


Zaifa menunggu panggilan dari Diva yang menjadi Bridesmaids nya. Zaifa ingin ia muncul setelah kata SAH terucap dari para saksi.


Sementara di halaman rumah, Raihan dengan tegap duduk di depan penghulu. Tangan nya sudah berjabat tangan dengan penghulu siap mengucapkan ijab qobul. Raihan begitu lancar mengucapkan kalimat qobul dengan sekali tarik nafas hingga kemudian ucapan hamdalah terucap ketika semua saksi mengatakan SAH.


Diva menghampiri Zaifa dan mengabarkan bahwa Raihan telah mengucapkan kalimat ijab qobul dan mereka telah halal. Diva memeluk Zaifa singkat kemudian menuntun Zaifa menuju halaman rumah yang telah di sulap menjadi aula pernikahan. Konsep pernikahan mereka out door, sebab Zaifa ingin sesuatu yang berbeda dari yang lain.


Mata Raihan lurus menatap Zaifa yang tengah berjalan di atas karpet merah dengan di gandeng oleh Diva. Mata nya berkaca-kaca. seiring Zaifa berjalan, bayangan nya mengarah pada masa lalu dimana ia harus meninggalkan Zaifa dan ketika kembali Zaifa telah di miliki oleh orang lain. Hingga kemudian Zaifa bercerai dan bukan nya bersatu kembali dengan Raihan, Zaifa justru menghilang dan akhirnya, akhirnya Raihan bisa mempersunting Zaifa pada hari ini.


begitu dengan Zaifa, matanya telah berembun, jika Zaifa berkedip maka air mata pasti akan terjatuh. Ia tak menyangka bahwa setelah perjalanan rumit dalam hidup nya ia tetap akan berjodoh dengan Raihan. Pria yang dulu terpaksa ia tinggal kan, namun tetap bertahan mencintai nya dan akhirnya pria itu juga yang mempersunting nya pada hari ini.


Tak hanya Raihan, bahkan sekarang ia telah memiliki keluarga kembali. Keluarga yang sangat menyayangi dirinya. Dan lihat lah, mata mereka bahkan berkaca-kaca seolah belum merelakan Zaifa menjadi milik Raihan. sang kakak dan sang mama yang berdiri di samping kanan Raihan tengah menatap nya dengan berkaca-kaca. Bahkan mama Niken sudah berkali-kali mengusap pipi nya.

__ADS_1


Raihan mengulur kan tangan nya dan Zaifa menerima uluran tangan itu, Zaifa mengecup tangan Raihan dengan hikmad. Hari ini ia telah resmi menjadi istri Raihan. Begitu pula Raihan yang mencium kening Zaifa lama, Zaifa sampai memejamkan matanya menikmati ciuman lembut dari Raihan meski hanya di kening.


Mata mereka beradu, saling berpandangan dengan air mata yang mengalir. Tak hanya mereka, bahkan para keluarga dan teman pun ikut terharu, terlebih mereka yang mengerti kisah cinta Raihan dan Zaifa.


__ADS_2