SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 57


__ADS_3

Karena insiden kedatangan tamu tak di undang dari rsj, akhirnya seluruh warga perusahaan terkena semprotan Raihan.


"apakah selama saya tidak ada keamanan kantor ini tidak di jaga dengan baik?" tanya Raihan dengan pandangan mengintimidasi seluruh karyawan nya dan juga security.


Mereka hanya menunduk dengan wajah ketakutan, wajah mereka pucat, tubuh mereka gemetar.


BRAK....


Raihan menendang bangku yang ada di samping nya, mereka yang ada di ruangan itu langsung terkejut dan semakin gemetar. Sungguh aura ruangan itu menjadi sangat panas.


"jika sampai saya menemukan bahwa kalian hanya leha-leha selama saya tinggal, saya tak segan-segan mengumumkan pemecatan massal"


Raihan berlalu setelah mengatakan itu, tinggal Alex yang ada di sana. Aura nya tak kalah tajam dengan Raihan sebab selama ini Alex selalu belajar dari Raihan, namun seperti nya sekarang ada yang ingin bermain-main dengan Raihan.


"semuanya boleh keluar, kecuali resepsionis dan pihak keamanan"


Mereka semua bubar, kecuali dua wanita dan dua pria yang saat ini sedang gemetar tak karuan.


"saya hitung sampai lima jika tidak ada yang berbicara maka besok kalian tak perlu datang kemari lagi" ucap Alex datar.


Mereka berempat menelan saliva dengan kasar. mereka tak menyangka kelalaian mereka akan berimbas pada pemecatan.


***


Raihan sampai di rumah nya pukul empat sore. Seharusnya ia makan siang bersama istri tersayang nya namun gara-gara hal yang kurang mengenakkan akhirnya Raihan melewatkan makan siang dan juga aksi bermesraan dengan sang istri.


Raihan memasuki kamar nya dengan wajah lesu. Zaifa yang sudah siap menyambut sang suami hanya menatap heran. pasti ada masalah di perusahaan, begitu pikir Zaifa.


"mas...." panggil Zaifa memeluk Raihan dari samping.

__ADS_1


Wajah Raihan terlihat begitu lelah, namun rasa lelah itu hilang saat bertatapan dengan manik mata Zaifa. Zaifa terlihat cantik dengan dress tanpa lengan bermotif bunga. Wajah nya juga terlihat fresh seperti baru saja mandi.


"mas Rai mau mandi atau Zaifa bikin kan minuman dingin?" tanya Zaifa lembut.


Zaifa justru menarik pinggang Zaifa dan langsung meluncurkan cumbuan penuh cinta pada bibir Zaifa. Ciuman itu semakin kasar dan semakin beringas hingga Zaifa sampai hampir kehabisan nafas. Zaifa memukul dada Raihan dan membuat Raihan menghentikan serangan nya.


"apakah ada masalah?" tanya Zaifa.


Raihan menghela nafas kasar.


"mandi lah dulu mas, aku akan menyiapkan minuman dingin dan juga makanan. Kau pasti lapar, nanti setelah perasaan mu lebih baik kau bisa bercerita padaku"


"baik lah"


Zaifa tersenyum, Raihan pun memasuki kamar mandi namun sebelum itu ia mencuri kecupan singkat pada bibir Zaifa. Zaifa hanya menggeleng kan kepalanya kemudian beranjak ke walk in closet untuk mengambilkan pakaian ganti Raihan. Setelah itu ia ke dapur dan menyiapkan jus jeruk serta nasi dengan lauk dan sayur yang ia masak tadi siang. sebelum itu Zaifa memanaskan nya terlebih dahulu.


Zaifa meletakkan nampan berisi sepiring nasi serta lauk dan juga jus di atas meja yang ada di balkon kamar nya. Ia menunggu sang suami selesai berganti baju sembari berdiri memandang pemandangan sore dari atas balkon.


"kau ingin kesana?" tanya Raihan memeluk Zaifa dari belakang.


"aku hanya merasa anak-anak itu begitu beruntung"


Raihan mencium pundak Zaifa, ia mengerti perasaan istri nya itu. Masa kecil nya di renggut paksa. Di pisah kan dari orang tua kandung dan mendapat kekerasan fisik serta tekanan mental pasti membuat Zaifa merasa bahwa dirinya adalah anak yang tersakiti. Meskipun itu benar, dan banyak sekali kasus serupa di negri ini. Dimana sang ibu tega menyakiti anak nya karena merasa stres atau pun kelelahan.


Mungkin sebagian orang tua lupa bahwa anak adalah anugerah dari Tuhan yang sudah seharusnya mereka beri kehidupan yang layak, atau minimal kasih sayang yang cukup agar anak itu tak merasa iri pada anak lain.


"aku hanya berharap bahwa kelak ketika aku menjadi seorang ibu aku akan bisa menyayangi anak ku dengan sebaik mungkin" ucap Zaifa.


Raihan tersenyum, berbicara tentang anak ngomong-ngomong dirinya juga sudah sangat menantikan kehadiran seorang bayi di tengah-tengah mereka. Kabar kemarin yang ia dapat Boby sudah akan menjadi calon ayah. Mungkin sebentar lagi kabar baik itu akan di miliki oleh Raihan juga. Semoga.

__ADS_1


"ayo makan dulu mas, jangan sampai perut ku sakit"


Zaifa menggandeng tangan Raihan dan mendudukkan di kursi kemudian ia duduk di sebelah nya. Raihan meminum jus jeruk terlebih dahulu kemudian mengambil makanan dalam piring. Ia mulai memasukkan sesendok demi sesendok makanan itu hingga habis.


"kau suka mas?" tanya Zaifa.


"tentu saja. Apapun yang kau masak sayang, aku pasti suka"


Zaifa tersenyum, lagi-lagi ia merasa di hargai. Dahulu ia tak pernah merasakan pujian dari masakan yang telah ia masak.


"tadi siang mama menelpon ku, katanya Diva nyariin aku" ucap Zaifa.


"kenapa?"


"entah lah, kata mama Diva ingin memakan makanan yang aku masak. Diva ngidam katanya"


Sebenernya Zaifa ingin memasakkan makanan keinginan Diva. Hanya saja tadi siang ia merasa sangat emosional karena teringat dengan perlakuan suami masa lalu nya. Jika saja imam tak memberikan obat pencegah kehamilan mungkin Zaifa sudah memiliki seorang putra atau putri saat ini.


Raihan menggenggam tangan Zaifa, saat Zaifa menoleh ternyata Raihan sudah duduk berjongkok di hadapannya.


"kita juga pasti akan segera menerima kabar baik itu sayang" ucap Raihan mencium punggung tangan Zaifa.


"semoga mas" ucap Zaifa dengan mata berkaca-kaca.


Ia merasa insecure, sebab terakhir ia periksa rahim nya hampir kering sebab terlalu banyak mengkonsumsi obat pencegah kehamilan. Obat itu biasa di gunakan sebagai obat keluarga berencana, namun karena dosis yang di minum oleh Zaifa melebihi aturan jadi efek nya berimbas pada kesuburan rahim nya.


Air mata menetes tanpa di komando oleh Zaifa. Raihan langsung membawa Zaifa ke pelukan nya. Ia merasakan kesedihan itu. Apa yang belum ia dengar dari penderitaan Zaifa di masa lalu. Raihan merutuki kebodohan mantan suami Zaifa. Jika tak menginginkan seorang anak kenapa bukan ia yang memakai pengaman. Kenapa harus membahayakan Zaifa.


"aku takut mas"

__ADS_1


"sssttt,,, semua pasti baik-baik saja sayang" ucap Raihan menenangkan.


__ADS_2