SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 67


__ADS_3

"halo, benar ini dengan saudara Shila?" tanya suara dari sebrang sana.


"be-benar, ini nomer bapak Rama kan?" tanya Shila, sekretaris Niel.


"ya, betul. kami ingin mengabarkan bahwa tuan Rama baru saja menjadi korban kecelakaan dan terluka. saat ini beliau sedang di tangani oleh dokter Nana"


badan Shila terasa lemas, ada apa ini Tuhan? Mereka harus melakukan meeting rapat tapi ada musibah yang menimpa bos nya. Sedangkan dua klien sudah menunggu mereka di ruang meeting. gadis berkacamata itu bingung hendak melakukan apa. Akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Niel. Meskipun CEO utama nya itu sudah mewanti-wanti agar jangan di ganggu. tapi ini urgent.


"ada apa Shil?" tanya Niel.


Shila menghembuskan nafas lega, setidak nya Niel mengangkat telponnya.


Sedangkan Niel yang kebetulan sedang menemani Zaifa menikmati es krim di salah satu toko es krim yang ada di mall merasa ada sesuatu sebab seharusnya meeting sudah berjalan sekarang tapi sekretaris nya menelpon dirinya.


"Shila?" panggil Niel lagi.


"gawat pak, baru saja saya dapat kabar kalo pak Rama kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit. gimana ini pak sama meeting nya" ujar Shila dengan suara bergetar.


Niel terkejut, tapi ia sekaligus panik dan khawatir. Rama adalah salah satu pemegang saham tertinggi di perusahaan nya.


"Shila, tenang ya. Tarik nafas, atur dirimu dan katakan dengan klien kita agar meeting nya di tunda. Ucap kan dengan kerendahan hati untuk meminimalisir agar klien kita tidak marah"


Di sebrang sana Shila menyanggupi, mau tak mau gadis itu harus melakukan apa yang di katakan oleh bos nya.


"ada apa kak?" tanya Zaifa setelah Niel kembali.


memang di saat Niel mengangkat telpon, ia berlalu agak jauh dari Zaifa.


"tak apa, apakah kau tak merasa dingin dek? Ini masih pagi"


"enggak kok, ini terasa enak. Kakak mau?" tawar Zaifa menawarkan es krim rasa vanilla milik nya kepada Niel.


Niel menggeleng, bagaimana ia akan makan es krim sementara saat ini sahabat nya sedang ada di rumah sakit.


Shila membalikkan badannya hendak menemui klien di ruang meeting. Ia menuju lift karena ruang meeting ada di lantai tiga perusahaan. Namun ketika lift terbuka Shila terkejut mendapati kedua klien nya yang keluar dari dalam lift.


"maaf tuan-tuan, saya tinggal terlalu lama sebab ada insiden yang membuat tuan Rama tidak bisa menghadiri rapat. Mohon tuan-tuan tidak membatalkan kerja sama ini" ujar Shila dengan nada suara rendah dan membungkuk kan badannya sebagai tanda hormat dan permintaan maaf.


"tak apa sekretaris Shila, meeting hari ini kita tunda dulu. Sebab putri saya saat ini sedang ada di rumah sakit. Jadi kami akan kesana sekarang" jawab salah satu dari klien itu.


"baik tuan, hati-hati di jalan"


Mereka pun berlalu meninggalkan Shila. Shila hanya memandang punggung mereka sampai tak terlihat.

__ADS_1


Tunggu. Mereka akan ke rumah sakit? Putri nya masuk rumah sakit, dan tuan Rama?


Jangan-jangan....


Shila langsung berlari ke arah luar dan mengendarai motor matic nya menuju rumah sakit Medika.


***


luka Rama sudah di bersihkan, beruntung Rama hanya mendapat luka kecil di dahi nya. Meskipun banyak mengeluarkan darah namun tak sampai membuat ia hilang ingatan atau geger otak.


Pintu ruangan nya terbuka, dan tampak lah seorang perempuan yang dalam ingatan Rama adalah perempuan yang membawa nya ke rumah sakit. perempuan itu terlihat menunduk tak berani menatap Rama.


"maaf kan saya tuan" ucap perempuan itu pelan.


Rama mengernyit, bukan kah ia yang salah karena mengendarai mobil sampai lewat dari jalur yang seharusnya. kenapa perempuan ini yang meminta maaf. Dan bukan kah katanya tidak ada perempuan yang mau mengaku salah sekalipun memang salah.


"tak perlu nona, dalam hal ini saya lah yang bersalah. Saya justru berterima kasih sebab nona mau membawa saya ke rumah sakit" jawab Rama.


Perempuan itu mendongak dan menatap Rama sembari tersenyum tipis.


ceklek.


Pintu kembali terbuka, Rama dan perempuan yang belum di ketahui nama nya oleh Rama itu menoleh.


"papa!" seru perempuan itu.


Rama melihat ke arah dua pria yang baru masuk. Tampak salah satu di antara mereka jalan tergesa menghampiri perempuan tadi.


"kau tak apa-apa nak?" tanya pria setengah baya itu.


"tidak apa pa, justru tuan ini yang terluka sebab menabrak pohon di pinggir jalan" jelas perempuan itu.


pria setengah baya itu menoleh dan terkejut, "bukan nya ini tuan Rama? Perwakilan dari Prasditya grup?" tanya pria itu.


"betul pak. Saya Rama" jawab Rama.


"iya tuan Rama. Maaf, apakah tuan Rama tertabrak oleh putri saya?"


"ini putri bapak?"


"iya, dia baru saja belajar mengendarai mobil setelah bertahun-tahun menolak belajar."


"papa" seru sang putri merajuk.

__ADS_1


Gadis cantik itu malu, terlebih ketika Rama terkekeh setelah mendengar ucapan sang papa.


"tidak apa pak Hadi, ini murni kesalahan saya. Justru saya yang seharusnya minta maaf sebab karena saya yang terlambat meeting kita jadi tertunda dan saya hampir membuat putri bapak dalam bahaya sebab saya teledor dalam menyopir mobil" jelas Rama.


"tak apa tuan Rama. Meeting itu bisa kita mulai kapan saja. Yang terpenting adalah tuan Rama sembuh dulu"


"terima kasih pak"


Mereka pun melanjutkan dengan obrolan ringan, sebab meskipun Rama hanya terluka di bagian dahi tapi ia belum di perbolehkan pulang agar dokter mudah mengontrol luka nya.


Selang beberapa menit pintu kembali terbuka, dan kini sekretaris Niel yang datang. Gadis itu terlihat ngos-ngosan, mungkin karena berlari.


"tuan Rama, maaf saya baru datang" seru Shila.


"loh, sekretaris Shila kesini juga?" tanya pak Hadi.


"eh pak Hadi. Salam pak," ucap Shila menunduk hormat.


"maaf pak, tuan Rama. pak bos Niel belum bisa datang kesini sebab nona Zaifa masih belum mau di tinggal dan meminta pak bos Niel menemani nya seharian. Mungkin tuan Raihan yang akan kesini." jelas Shila.


"biar kan Shil, lagi pula sore nanti aku juga sudah boleh pulang" jawab Rama.


"baik lah kalau begitu, kami permisi dulu tuan Rama. Semoga luka anda lekas sembuh" ucap pak Hadi.


Pak Hadi, bersama sang anak dan sekretaris nya pun keluar dari ruangan itu. Shila langsung duduk di kursi yang ada di samping Rama dan itu tak luput dari tatapan anak pak Hadi. Perempuan itu menatap dengan tatapan yang sulit terbaca hingga kemudian benar-benar keluar.


"eh, siapa nama gadis itu tadi ya?" gumam Rama.


"apa pak?" tanya Shila.


"putri pak Hadi, siapa nama nya?"


"saya juga ngga tau pak. Heee" jawab Shila. Rama hanya mendengus.


brak....


Rama dan Shila menoleh ketika pintu di buka dengan kasar.


"apa yang terjadi Ram?!" seru pelaku penendang pintu yang tak lain adalah Raihan.


"aku hanya terluka sedikit saja" jawab Rama.


"Shila, kau boleh pergi. urus kantor Niel. Biar sama aku yang urus"

__ADS_1


"baik pak. saya permisi"


Akhirnya Shila pun kembali ke kantor di saat jam makan siang sudah tiba. Ia kemudian mampir di rumah makan terlebih dahulu. Dan tanpa sepengetahuan Shila, ada seseorang yang mengikuti dirinya.


__ADS_2