SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 62


__ADS_3

Dani menatap kepergian pria itu dengan perasaan lega, sekarang sudah tak ada lagi penghalang kisah cinta nya dengan Fatma. pria tadi sudah menjanjikan bahwa keluarga nya tidak akan menuntut Fatma.


Dani berdiri dan berbalik, namun ia terkejut ketika mendapati Fatma berada tak jauh dari dirinya. Ia menatap Fatma yang berjalan ke arah nya. Sejak kapan Fatma berada di sana, batin Dani bertanya-tanya.


"kau disini?" tanya Dani.


"ya, aku tak menyangka akan bertemu dengan mu?"


"kau sudah lama?"


"belum juga, kau bertemu dengan siapa?" tanya Fatma berbohong.


Gadis tomboy itu sengaja tak berkata jujur sebab ia tahu Dani menemui pria itu secara diam-diam. Dani ingin berbicara secara gentle dengan pria yang sudah memiliki ikatan dengan Fatma itu. Fatma bukan nya tak mau bertanya hanya saja ia menunggu Dani sendiri menyampaikan kabar bahagia ini.


"kau sudah makan?"


Fatma menggeleng, ia baru saja pulang dari rumah sakit setelah ibu nya di nyatakan boleh pulang. Ia keluar sejenak untuk menghirup udara segar sebelum nanti malam ia akan bekerja di restoran terkenal. restoran yang sebenarnya milik Niel, sahabat Dani.


"kau mau makan siang dengan ku?"


"kau belum makan siang?" tanya Fatma heran.


"aku hanya baru saja bertemu dengan seseorang, belum sempat makan dan hanya minum segelas kopi hitam saja"


"kurang-kurangi lah konsumsi kopi Dan, sebab itu tak baik untuk lambung mu"


"ya baik lah tuan putri" jawab Dani mengusap lembut pucuk kepala Fatma hingga membuat pipi gadis itu bersemu merah.


Di luar sana, seorang pria yang tadi telah keluar ternyata belum benar-benar pergi. Ia menyaksikan bagaimana Fatma tersenyum tulus kepada pria bernama Dani, padahal dengan nya yang terlihat hanya senyum Fatma yang di paksakan.

__ADS_1


"mungkin ini memang yang terbaik Fat, kau memang mencintai nya" gumam pria itu kemudian pergi.


Ia tak sanggup melihat kedua sejoli yang sedang duduk di bangku yang tadi ia duduki. hatinya seperti di tusuk beribu jarum. ternyata selama ini cinta nya bertepuk sebelah tangan.


***


"kau sudah lama San, Raf?" tanya Zaifa dengan suara lemah.


Zaifa baru saja beranjak dari ranjang setelah beberapa jam beristirahat. Tentu saja Raihan ada di dekat nya, sebab ketika Raihan beranjak dari ranjang maka Zaifa akan kembali mual dan muntah. Namun jika Raihan memeluk Zaifa maka Zaifa akan tertidur lelap.


Jadi nya Raihan duduk bersandar di kepala ranjang dengan tangan kanan yang selalu mengotak-atik laptop, sedang tangan kiri nya berada di pelukan Zaifa.


"bagaimana keadaan mu mbak?" tanya Santi.


"aku sudah lebih baik"


"mbak, aku membawakan beberapa kue dan buah untuk mbak. Kami dengar mbak Zaifa belum makan apapun sama sekali, semoga mbak Zaifa suka dengan kue yang aku bawa"


Zaifa menatap kue itu dengan pandangan biasa. Meskipun perut nya lapar tapi ia sama sekali tak berminat mengambil kue yang selama ini menjadi favorit nya.


"mas, aku ingin buah jeruk itu" ucap Zaifa.


Raihan pun mengambil kan satu buah jeruk berwarna oranye yang terbungkus plastik. Raihan kemudian membuka plastik nya dan mengupas kulit nya. Setelah itu membersihkan serabut pada jeruk itu dan memberikan nya kepada Zaifa.


"ambil kan juga kue bolu loyang itu mas, aku ingin satu iris"


"apakah perlu aku iris kan di atas piring mbak?" tawar Santi.


"tak perlu San, aku ingin suami ku yang melakukan nya"

__ADS_1


Mendengar itu Raihan berdiri dan berlalu ke dapur, beberapa saat kemudian ia kembali sembari membawa pisau dan sebuah piring. Raihan memotong kue itu dan meletakkan di piring beberapa bagian. Kemudian meletakkan di pangkuan Zaifa. Setelah nya semua yang ada di situ tercengang dengan apa yang di lakukan oleh Zaifa.


Zaifa memeras beberapa butir jeruk lalu air jeruk itu di letakkan di atas kue, setelah nya ia memakan itu dengan santai. Tak peduli dengan orang-orang yang menatap nya ngeri. Bagaimana tidak Santi sengaja membelikan jeruk dengan rasa masam atas pesanan mama Niken, dan air jeruk masam itu di campur dengan kue bolu yang memiliki rasa manis lembut, jadi apa rasanya?


"mas Rai mau?" tawar Zaifa.


Raihan menggelengkan kepalanya cepat, ia merasa ngilu melihat istri nya lahap. Namun ia juga bersyukur setidaknya perut Zaifa tak kosong lagi.


***


hari-hari berlalu, kisah cinta Dani dan Fatma sudah ada kejelasan dan sudah mendapat restu dari kedua pihak keluarga. keluarga Dani yaitu dokter Nana, sedangkan keluarga Fatma hanya ibu nya. Dani memang sudah yatim piatu sejak bertahun-tahun lalu, dan keluarga satu-satunya saat ini adalah dokter Nana.


Saat ini keduanya sedang menyiapkan acara pernikahan setelah pertunangan mereka dua Minggu uang lalu.


Berbeda dengan Dani yang sibuk menyiapkan acara pernikahan nya Minggu depan, hari ini di rumah Raihan juga sedang di sibukkan untuk acara tiga bulanan Zaifa.


dapur mewah itu sudah ramai dengan para ibu-ibu yang telah di minta untuk memasak dan menyiapkan makanan untuk malam hari nanti. Di halaman rumah Raihan yang luas di dirikan tenda untuk acara doa nanti malam. rencana nya selain mengundang para kerabat, teman dan tetangga mereka juga akan mengundang anak-anak yatim yang ada di komplek itu dan juga anak-anak dari panti asuhan.


Bukan kah semakin banyak yang berdoa semakin banyak kebaikan yang di dapat. Baik untuk yang mendoakan maupun yang di doakan.


Hari semakin beranjak, acara syukuran itu akan di laksanakan pada malam hari bakda sholat Maghrib. Setelah sholat berjamaah di musholla Raihan, Bram, dan Niel berdiri di halaman rumah untuk menyambut para tamu undangan. Tak lama, kyai, ustadz dan para tetangga telah datang. Tak ketinggalan para teman-teman Raihan juga datang. Mereka duduk di kursi plastik yang telah di sediakan.


Dua mobil minibus yang membawa anak-anak dari panti asuhan telah datang. Anak-anak itu di persilahkan masuk ke ruang tamu bersama anak yatim yang di undang. Setelah para tamu undangan hadir acara doa pun di laksanakan dengan khidmat.


Sedang Zaifa dan mama Niken, Santi juga Diva sedang menyiapkan hampers untuk tamu undangan yang hadir. Terhitung ada 500 hampers yang telah tersedia. Selain untuk para tamu undangan hampers itu juga akan di bagikan kepada ibu-ibu yang telah memasak.


Meskipun para ibu-ibu itu telah di bayar, tapi Zaifa ingin memberikan hampers sebagai hadiah.


Acara doa telah selesai di gelar, para bapak-bapak dan anak panti pun di persilahkan memakan makanan yang telah di sediakan. Setelah itu Raihan, Niel dan Bram membagikan hampers itu kepada bapak-bapak yang hendak pulang. Khusus untuk anak yatim dan anak dari panti Raihan telah menyiapkan amplop untuk mereka.

__ADS_1


Zaifa turut memberikan amplop kepada anak yatim, suasana haru pun menyelimuti sebab ucapan terima kasih dari mereka para anak yatim sangat tulus terlihat. Mereka juga mendoakan yang terbaik untuk Zaifa dan untuk bayi dalam kandungan Zaifa.


__ADS_2