SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 55


__ADS_3

Diva dan Boby speechless melihat layar monitor yang di tunjuk oleh seorang dokter kandungan. Saat Diva pingsan tadi Boby langsung bergegas membawa nya ke rumah sakit. Setelah di periksa ternyata itu adalah gelaja yang wajar menurut dokter sebab saat ini Diva di prediksi hamil.


"ini gambar calon anak bapak dan ibu, memang pada usia kehamilan dua Minggu calon adik bayi masih sebesar kacang hijau"


"calon anak kita bee" ucap Diva.


Mata mereka berdua berkaca-kaca, setelah beberapa bulan akhirnya harapan mereka terkabul.


"saya sudah menulis kan resep obat agar ibu tidak mengalami lemas dan mual yang berlebihan. Sebab pada usia kehamilan awal sampai usia tiga bulan calon ibu pasti akan mengalami mual dan pusing, bahkan terkadang lemas sampai tidak memiliki tenaga untuk bangun saat tidur. Obat ini akan membuat ibu tidak terlalu pusing dan mengalami mual" jelas dokter.


"terima kasih dok. Kalo begitu kami permisi"


Diva dan Boby pun keluar ruangan, Diva duduk di kursi roda sebab Diva masih merasa lemas. Jika harus di gendong oleh Boby itu akan sangat memalukan lebih baik duduk di kursi roda saja.


"oh ya bee, aku dengar pak Dani di rawat di rumah sakit ini juga kan" ucap Diva.


"iya, kamu mau jenguk? jangan sekarang bee, sebab Dani sudah ada yang menunggu" jawab Boby.


"siapa?" tanya Diva mendongak.


"kamu ngga perlu tau" jawab Boby mengecualikan kening Diva.


Sementara di ruang rawat Dani. Dani di kejutkan dengan kunjungan gadis pujaannya pagi ini. Awalnya setelah kepergian Rama dan Niel, Dani memutuskan untuk rebahan sampai dokter Nana kembali memeriksa nya dan anak buah utusan Niel akan menjemput dirinya. Tapi, hal itu gagal sebab Fatma datang berkunjung.


Fatma tak kalah terkejut, awalnya gadis itu mengira bila Dani masih tertidur pagi ini. Tapi ternyata pria itu sudah melek dan melihat kedatangan nya. Mau kabur pun tak bisa, mau tak mau Fatma tetap melangkah maju menghampiri Dani.


"hai, Dani..." sapa Fatma kikuk.


"pagi" jawab Dani datar.


Meskipun semalam ia bermimpi Fatma datang dan mencium nya tapi itu hanya lah mimpi. fakta nya gadis itu telah memiliki seorang kekasih, dan itu yang membuat Dani harus di rawat di rumah sakit. walaupun sebenarnya itu bukan benar-benar mimpi, tapi mungkin akan lebih baik jika Dani tak tau.


"udah sarapan?" tanya Fatma.


Dani tak menjawab hanya menggeleng kan kepalanya. sebab ia memang masih menunggu dokter Nana membawakan nya sarapan dan obat.


"kebetulan sebelum kesini aku sempet mampir ke tukang bubur. Kamu mau?" tawar Fatma.


Dani diam, antara iya dan tidak. Ia ingin menolak tapi perut nya sudah meronta. Ingin menerima tapi ia gengsi, sebab ia masih ingat betul wajah cantik di depan nya ini telah mempermainkan perasaan nya.


tunggu! Mempermainkan?

__ADS_1


Dani jadi berpikir apakah seperti ini rasanya di permainkan. Apakah begini rasanya kecewa dan di kecewakan oleh orang yang di sayangi. Tiba-tiba Dani merasa sangat bersalah pada wanita-wanita yang dulu selalu menjadi objek permainan nya. Rasanya ingin meminta maaf, tapi tentu saja Dani gengsi.


"kok ngelamun? Ayo makan" ucap Fatma membuyarkan lamunan Dani.


Dani melirik ke arah Fatma dan melihat ke arah sendok yang sudah ada di depan mulut nya. Dani pun menerima suapan itu dan mengecap rasa bubur yang terasa nikmat di lidah nya.


***


"sayang, sepertinya kita harus pindah deh dari sini. kita ke rumah pribadi milikku aja ya" ajak Raihan.


Zaifa mengernyit kan kening nya heran. Lalu kemudian ia terkekeh ketika ingat kejadian tadi pagi di saat Niel baru saja pulang dari rumah sakit.


"ha ha ha.. Apakah suami ku ini malu?" tanya Zaifa.


Raihan mendengus. Ia kira Niel akan di rumah sakit sampai sore. Ternyata pagi-pagi buta pria itu sudah pulang ke rumah.


Kejadian tadi pagi...


"sayang...." panggil manja Raihan.


"apa?" jawab Zaifa.


"di rumah ngga ada orang, kita coba sensasi baru yuk"


"si mbok udah tak suruh ke pasar beli sesuatu, Rafli juga langsung nganter mama ke butik setelah nganter Santi. Niel juga paling nanti sore pulang nya"


"kamu mau apa?" tanya Zaifa.


"kita coba disini yuk, di sofa" ajak Raihan.


"malu, kalo tiba-tiba kak Niel atau si mbok pulang gimana?"


"enggak deh"


Raihan langsung menarik pinggang Zaifa dan ******* bibir ranum itu. Zaifa hanya mengikat permainan Raihan. semakin lama ciuman itu semakin dalam dan membangkitkan naf*su keduanya. Hingga disaat jangan Raihan mulai aktif menjelajah dan birahi nya sudah di ubun-ubun. Tiba-tiba...


"ekhem"


Mereka langsung menghentikan aktivitas mereka dan menoleh ke arah Niel yang entah sejak kapan sudah berdiri di sana.


"minimal tau sikon dong bro," ejek Niel.

__ADS_1


Raihan langsung membawa Zaifa ke kamar tanpa memperdulikan wajah Niel yang datar. karena menuntaskan keinginan nya lebih penting.


Kembali ke saat ini...


"ya, aku hanya tidak enak saja sayang. Jika di rumah pribadi kita, kita akan bebas melakukan apapun tanpa takut di ganggu" elak Raihan.


"itu hanya alibi mu sayang, kau sebenarnya ingin bebas bercinta di mana saja kan tanpa gangguan siapa pun"


"ha ha... Ternyata kau tau rencana ku"


"baik lah. Aku nurut pada mu mas. Aku adalah istri mu, aku akan ikut kemana pun kau membawa ku" ucap Zaifa.


"kalo gitu nanti sore setelah mama pulang lebih baik kita langsung pamit saja agar saat malam kita bisa langsung ke rumah"


"dan langsung bisa bercinta di tempat yang kau inginkan" lanjut Zaifa.


"benar!" jawab Raihan cepat.


Mereka pun kemudian tertawa bersama. Hingga Raihan menatap Zaifa yang akhir-akhir ini terlihat sangat cantik. Ia pun menarik tubuh Zaifa lebih dekat hingga tubuh polos Zaifa menempel pada Raihan.


"mas"


Raihan langsung menyerang Zaifa tanpa ampun, namun Zaifa mengelak setiap sentuhan Raihan.


"kenapa?" tanya Raihan sendu.


"aku lapar mas, kau lupa aku belum sempat sarapan tadi sebab saat kau sarapan aku masih tertidur"


"kau memang putri tidur"


"heii,, jangan lupakan siapa yang membuat ku begadang tadi malam dan akhirnya aku harus tertidur lagi selepas subuh"


Raihan terkekeh, tadi malam ia memang menggempur habis-habisan istri nya ini. Meski begitu pagi ini mereka juga sudah bercinta dua ronde. Zaifa sampai heran mengapa Raihan begitu kuat. padahal dirinya sudah sangat lemas.


"mari kita mandi dan langsung sarapan, aku akan mengajak mu ke suatu tempat"


"aku akan mandi dulu" teriak Zaifa dan berlari ke kamar mandi.


"dia begitu manis" ucap Raihan gemas.


Di dalam kamar mandi, Zaifa memegang dadanya dan mengucap syukur sebab ia bisa terbebas saat ini. Ia harus berterima kasih pada rasa lapar nya sebab jika tidak mungkin akan di gempur lagi oleh sang suami.

__ADS_1


Zaifa menghidupkan shower dan mulai membasuh tubuh nya. Menaburkan sabun dan memakai body care agar tubuh nya tetap halus terawat dan wangi. Dan mungkin juga hal ini lah yang membuat Raihan candu pada Zaifa, bahkan rela absen ke kantor hanya untuk bercinta.


__ADS_2