SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 93


__ADS_3

hari-hari berganti, sudah dua bulan berlalu dengan begitu cepat. Usia Rara sudah 8 bulan. Bocah bayi itu kini sudah mulai bisa tengkurap dan mengoceh. Ia juga sudah bisa bercanda dengan sang papa. Kadang-kadang bayi perempuan itu selalu membuat drama di pagi hari apalagi ketika sang papa hendak berangkat kerja.


berbeda lagi dengan Niel dan Wulan yang sedang panik sebab Niel terus muntah sedari pagi. Tadi malam pun Niel tak tidur karena mata nya tak mau terpejam entah kenapa.


Hueekkk


Wulan memijat tengkuk Niel yang sedang memuntahkan cairan bening di wastafel dapur. Padahal niat Niel ingin berduaan dengan sang istri sembari membantu istri nya menyiapkan sarapan pagi. tapi ketika hidung nya mencium aroma nasi yang hendak ia ambil dari rice cooker tiba-tiba ia merasa mual.


"Niel kenapa nak?" tanya dokter Wulan yang baru turun. Wanita setengah baya itu sudah rapi dengan pakaian kerja nya.


"masuk angin ma, semalam begadang" jawab Wulan.


Dokter Nana membuatkan minuman hangat untuk Niel. Wulan membantu Niel berjalan dan mendudukkan Niel di kursi makan.


"aku ambil minyak angin dulu ya mas" ucap Wulan.


Niel hanya mengangguk, ia merasa tubuh nya begitu lemas.


"minum dulu nak, siapa tau perut mu kembung karena begadang"


Niel mengambil air hangat yang sudah di campur madu oleh sang mama mertua. Niel meminum nya setengah dan meletakkan kembali gelas nya. tak lama Wulan datang membawa minyak angin di tangan nya.


Wulan meneteskan beberapa tetes minya angin di telapak tangan nya kemudian menggosokkan di telapak tangan Niel. Setelah itu ia melakukan hal yang sama namun di gosokkan di perut Niel dengan menyingkap sedikit kaus yang di kenakan oleh Niel.


Niel menghirup aroma minyak angin yang terasa harus di hidung nya. Seketika ia merasa lebih baik.


"sayang, tolong ambilkan hp mas ya di atas meja"


Wulan mengangguk, ia kembali berlalu untuk mengambil ponsel sang suami.


"kamu di rumah aja Niel, biar kerjaan di handle sama sekretaris kamu. nanti biar Wulan temani kamu"


Niel mengangguk, tak lama dokter Nana pun berpamitan berangkat ke rumah sakit.


"mama berangkat dulu, nanti bilang ke Wulan kalo nggak usah ke rumah sakit"


"iya ma"


Dokter Nana pun berlalu, setelah itu Wulan turun dengan membawa hp Niel.


"mama udah berangkat mas?" tanya Wulan.


"udah yang, baru aja"


Niel langsung memeluk tubuh Wulan ketika Wulan sudah duduk di sebelahnya. Niel meletakkan kepalanya di lekukan leher Wulan kemudian menghirup aroma tubuh Wulan.

__ADS_1


"mas...." panggil Wulan.


"aku lemas banget dek" ucap Niel.


Wulan pun tak memiliki pilihan lain selain membiarkan suami nya bersandar padanya sementara masakan untuk sarapan belum selesai.


"ehh,, bibik nggak sengaja masuk non" ucap perempuan baya yang baru saja masuk ke dapur melalui pintu belakang.


Wulan tersenyum kikuk, ia merasa malu sebenarnya namun Niel tak mau melepaskan dirinya.


"kita ke kamar aja mas" bisik Wulan.


Niel mengangkat kepalanya kemudian tersenyum tipis ke arah si mbok.


"mbok, nanti tolong lanjutin masakan Wulan ya. belum selesai soalnya" ucap Wulan.


Wulan memapah tubuh Niel dan membawa nya naik ke lantai atas. Sementara si mbok melanjutkan masakan Wulan yang tertunda.


***


"dimana Niel Shil?" tanya Rama yang berada di ruangan Niel.


"hari ini pak bos Niel ngga berangkat pak. karena lagi sakit" Jawab Shila.


Rama mengangguk mengerti, ia pun segera mengambil alih tugas Niel dan mulai mengerjakan nya.


***


"kita ke sana aja ma. Lagipula udah hampir seminggu loh kak Niel ngga kesini. Tadi Zaifa sempat mau video call kak Niel tapi ngga di angkat sama kakak" jawab Zaifa.


"ya udah, kamu siap-siap gih. Mama mau ngomong sama Rafli dulu"


Zaifa mengangguk, Zaifa menggendong Rara kemudian menuju kamar nya.


"Rafli..!" seru mama Niken.


Rafli yang sedang duduk mengobrol sembari membantu tukang kebun pun menoleh dan segera menghampiri mama Niken.


"kamu ngapain?" tanya mama Niken.


"eh, saya bantuin pak Mamat nya. Daripada saya diam aja ngga enak"


"ooohh.. Saya mau minta tolong anterin saya sama Zaifa ke rumah dokter Nana ya" ucap mama Niken.


"siap nyonya. Saya siapin mobil nya dulu"

__ADS_1


Rafli pun menuju garasi mobil dan mengambil mobil yang hendak di pakai untuk di panasi terlebih dahulu.


Mama Niken pun kemudian masuk ke rumah dan menuju kamar nya untuk berganti pakaian.


Sepuluh menit kemudian, Zaifa dan mama Niken selesai bersiap. Mereka pun ke luar rumah dan tampak Rafli yang sudah siap menunggu mereka.


Rafli membuka kan pintu untuk mama Niken, mama Niken masuk dan di susul oleh Zaifa.


Zaifa menciumi pipi sang putri karena merasa gemas dengan putri nya yang tak berhenti berceloteh sejak tadi. Bayi perempuan itu seperti merasa senang dan mengerti jika dirinya akan di ajak mengunjungi sang paman.


"baaa... Ngomong apa sih sayang...." seru Zaifa bahagia.


Zaifa menciumi leher Rara membuat Rara terkikik merasa geli. Bayi kecil itu memasukkan jari-jari tangan nya ke dalam mulut sembari mulut nya terus berceloteh tidak jelas.


"mampir di toko buah dulu ya Raf"


"iya nya"


Tak lama mobil berbelok ke pelataran sebuah minimarket. Zaifa dan mama Niken keluar dari mobil. Sementara Rafli menunggu mereka sembari bersandar di pintu mobil.


selang 15 menit, mama Niken dan Zaifa sudah kembali dengan membawa parcel buah. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan setelah masuk ke dalam mobil.


20 menit kemudian mobil sampai di rumah dokter Nana. Pak security langsung membuka kan gerbang ketika melihat Rafli membuka kaca mobil.


"terima kasih pak" ucap Rafli.


Pak security itu mengangguk kemudian menutup kembali gerbang. Rafli membuka kan pintu dan Zaifa serta mama Niken keluar dari mobil.


"kayak nya mereka di rumah deh ma. Mobil kak Wulan aja di rumah"


"seperti nya iya"


Rafli yang melihat sang nyonya sudah hendak masuk ke rumah pun menghampiri security tadi untuk mengobrol.


Tok tok tok


Mama Niken mengetuk pintu, tak lama pintu pun terbuka. Namun, mama Niken langsung memekik kaget ketika melihat Niel sedang di bopong oleh Wulan serta si mbok.


"ya ampun Niel...!!" teriak mama Niken.


Parcel buah yang di bawa oleh mama Niken terjatuh. Rafli yang mendengar teriakan mama Niken langsung berlari menghampiri padahal ia belum sempat duduk.


"kenapa nya?" tanya Rafli panik.


"tolong bawa Niel ke rumah sakit Raf"

__ADS_1


Rafli melihat ke arah Niel, ia langsung mengambil alih membopong tubuh Niel dan membawa nya ke mobil. Wulan membuka kan pintu kemudian menyusul Niel. Sementara mama Niken duduk di depan di sebelah Rafli.


__ADS_2