SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 66


__ADS_3

"mas Rai...." panggil Zaifa.


Zaifa menuruni tangga dan menuju ruang kerja sang suami.


"mas Rai..." panggil Zaifa ketika pintu sudah terbuka dan melihat ruang kerja sang suami kosong.


"ini masih jam enam pagi, engga mungkin mas Rai udah berangkat ke kantor kan?" gumam Zaifa.


Zaifa keluar rumah dan mendapati sang suami rupa nya sedang duduk di gazebo rumah itu bersama sang mama dan kakak nya.


"mas Rai..." panggil Zaifa.


Mereka bertiga menoleh, tersenyum hangat menatap ibu hamil yang sangat mereka sayangi.


"kau sudah bangun sayang?" tanya Raihan dan di balas anggukan oleh Zaifa.


Zaifa langsung memeluk Raihan posesif, entah mengapa ia sangat merindukan sang suami padahal setiap hari bersama dan tidur bersama. Namun ketika membuka mata tadi ia tak melihat sang suami tiba-tiba ia merasa sangat rindu.


"aku rindu sekali sama mas Rai" ucap Zaifa membuat Niel melongo. Sedangkan mama Niken hanya terkekeh.


dan Raihan tersenyum kemudian mengecup kening sang istri. sudah pasti hari ini akan ada drama larangan berangkat ke kantor sebab Zaifa dalam mode manja.


"kenapa pagi-pagi sekali sudah duduk di sini. Kenapa mas Rai nggak bangunin aku tadi"


"ya mas Rai sengaja mengajak mama dan Niel duduk di sini untuk menikmati suasana pagi di sini sembari menunggu sarapan selesai di masak"


Zaifa mengangguk kan kepalanya mengerti, ia kemudian menatap Raihan lama. Entah mengapa tiba-tiba pagi ini suami nya terlihat sangat tampan. Rasanya Zaifa ingin seharian di kamar bersama sang suami.


"mas Rai sangat tampan" ucap Zaifa mengecup seluruh wajah Raihan.


"tentu saja aku tampan"


"ya, kau sangat tampan"


Niel mendengus sebal, ia menyesal tidak pergi saja tadi. Akhirnya ia harus menyaksikan keromantisan sang adik. Membuat iri saja. tapi tiba-tiba ia membayangkan wajah seorang wanita yang akhir-akhir ini selalu memenuhi pikiran nya.


Akan sangat indah jika kelak dirinya dan perempuan itu menikah dan bisa memamerkan keromantisan mereka di hadapan adik nya ini.


"Niel?" panggil mama Niken.


Niel mengerjap dan melihat hanya tinggal mama nya dan dirinya.

__ADS_1


"kemana Zaifa dan Raihan ma?" tanya Niel bingung.


"kau melamun makanya tidak melihat adik mu merengek minta di buat kan nasi goreng keju oleh Raihan"


"hah?"


"apa yang kau lamun kan pagi-pagi begini. Dan mama lihat tadi kau senyum-senyum juga" ucap mama Niken menggoda.


"apa sih ma, mama salah lihat mungkin" elak Niel dan langsung beranjak dari gazebo itu.


Mama Niken tersenyum lebar, sungguh ia baru tau bahwa putra nya yang dingin bisa malu-malu seperti itu, apalagi pipi nya yang bersemu merah.


Niel sampai di dapur dan melihat sang adik tengah menikmati makanan yang berbau dan bau itu sampai di hidung Niel. Bau nya seperti jengkol, tapi membuat air liur Niel hampir menetes. Apalagi ketika melihat adik nya begitu lahap makan.


"apa yang kau makan dek?" tanya Niel.


Zaifa melirik ke arah Niel yang duduk di samping nya.


"ini adalah semur jengkol buatan bik Surti" jawab Zaifa kemudian melanjutkan makan nya.


"kakak boleh minta?"


Zaifa mendekatkan mangkuk yang berisi semur jengkol yang masih hangat-hangat itu. Melihat adik nya lahap Niel mengangkat tangan nya bermaksud mengambil barang satu biji saja jengkol yang terlihat menggoda karena berwarna merah dan aroma nya yang pekat. tapi Zaifa mengetahui niat sang kakak dan memukul punggung tangan kakak nya.


"mama,, kakak gangguin aku makan" adu Zaifa saat melihat mama nya menghampiri mereka.


"jangan ganggu Niel, biar kan adik mu makan"


Niel mendengus, ia melihat ke arah Raihan yang baru turun tangga dan sudah rapi dengan setelah jas nya.


"mas Rai mau kemana?" tanya Zaifa.


"mas boleh ke kantor ya sayang, hari ini ada pertemuan penting sama klien dari luar kota. Mereka ingin bertemu dan mengadakan meeting langsung bersama mas." jelas Raihan dengan lembut.


"ya, mas Rai boleh berangkat. tapi sarapan dulu ya"


Raihan tersenyum lebar, ia pun duduk dan mengambil nasi goreng ayam suwir buatan bik Surti. Beruntung ada semur jengkol yang bisa mengalihkan perhatian Zaifa dari nasi goreng keju yang tak jadi di buat.


"ayo sarapan dengan nasi goreng ini saja Niel, kau bisa makan semur jengkol itu jika adik mu sudah selesai"


"Hem, baik lah"

__ADS_1


Mau tak mau Niel memakan nasi goreng itu, tapi ketika mencecap nasi goreng ayam suwir itu ia terdiam dan menyuap kan lagi. Rasanya sangat enak.


"aku udah selesai" ucap Zaifa.


Niel menoleh dan matanya melebar ketika melihat semangkuk semur jengkol yang ia nanti sisa nya ternyata sudah habis tanpa sisa.


"kau tak menyisa kan untuk kakak dek?" tanya Niel dengan wajah memelas.


Zaifa hanya menggeleng kan kepalanya, ia beranjak tanpa mempedulikan sang kakak. Zaifa hanya ingin mandi dan akan berbelanja.


"kakak jangan pulang ya, hari ini aku mau di temani sama kakak seharian penuh pokok nya" ujar Zaifa.


Niel menatap Raihan, Raihan pun tersenyum lebar.


"he he, kau akan merasakan bagaimana jadi aku Niel" ejek Raihan.


Mama Niken yang mendengar itu hanya menggeleng kan kepalanya.


***


Rama melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, tadi malam ia lembur sampai dini hari dan akhirnya ia bangun terlambat. Padahal hari ini ia akan melakukan meeting di kantor Niel. Namun, meskipun sudah ngebut tetap di pastikan bahwa ia terlambat. Sebab sekarang jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih, dan pertemuan itu di lakukan pukul setengah sembilan.


"sial! kenapa bisa kesiangan!" seru Rama.


handphone Rama berdering, bisa di pastikan bahwa itu pasti Niel. Ia sempat membaca pesan dari Niel bawah hari ini pria itu akan menjadi bodyguard sang adik. Oleh sebab itu meminta Rama menangani meeting di kantor nya sebab Rama juga memiliki beberapa saham di kantor Niel.


Rama berusaha mengambil handphone nya yang ada di dashboard mobil. Namun hp itu malah terjatuh dan ketika Rama berusaha mengambil nya. terdengar klakson dari depan dan ketika Rama menoleh. Ia melihat mobil melaju di depan nya. Rupa nya Rama telah melewati jalur seharusnya. Dan akhirnya Rama membanting setir dan..


Braak....


Mobil Rama menabrak pohon besar di pinggir jalan, kepala Rama menatap stir mobil dan terluka hingga mengeluarkan darah. Orang-orang segera berkumpul dan membantu Rama keluar dari mobil.


"bawa masuk ke dalam mobil saya saja pak" seru seorang perempuan yang mengenakan setelan kemeja dengan rok span di bawah lutut.


Ia membuka pintu mobil nya dan mempersilahkan satu orang menemani Rama. Ia pun melajukan mobil nya ke rumah sakit terdekat.


di kantor milik Niel, sekretaris Niel tengah mondar-mandir di depan lobby. Meeting akan berlangsung lima menit lagi tapi perwakilan bos nya belum datang juga. Ia merasa takut terjadi sesuatu sebab ia mengenal bahwa Rama bukan orang yang suka terlambat untuk meeting.


Tiba-tiba handphone nya berdering dan tertera nama Rama. Ia segera mengangkat panggilan telepon itu tapi bukan suara Rama yang ia dengar melainkan seorang wanita yang mengaku sebagai perawat.


Deg.

__ADS_1


__ADS_2