SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 65


__ADS_3

"sayang,,, bagaimana jika aku buat kan sekarang donat nya?" tanya Raihan lembut.


Zaifa menggeleng kan kepalanya, "tak perlu, aku sudah tak mau" jawab Zaifa.


"jangan begini sayang, kau belum makan apapun"


"aku hanya ingin donat, dan kenapa mas Rai tidak membuat kan aku? Padahal harus nya mas Rai membuat kan aku donat terlebih dahulu saat aku tidur. baru mas Rai melakukan pekerjaan mas Rai" ucap Zaifa terisak.


Raihan menghela nafas, ini memang salah nya. Tadi di ruang kerja hanya sedikit pekerjaan yang ia kerja kan dan sebenarnya ia lebih banyak melamun memikirkan akan seperti apa calon anak nya kelak. Apakah mirip dengan nya atau kan mirip dengan istri nya. Memikirkan hal yang seru membuat Raihan lupa waktu hingga akhirnya Zaifa masuk ke ruang kerja nya dan menanyakan perihal donat.


Tadi siang, ketika melihat Zaifa tertidur Raihan memang sengaja mengurungkan niatnya untuk membuat donat sebab ia belajar dari pengalaman ketika Zaifa meminta sesuatu dan kemudian tertidur maka ketika bangun tidur Zaifa akan lupa dengan permintaan itu. Namun ternyata sore ini tidak, Zaifa begitu gencar ingin memakan donat manis itu dengan di campur topping saus tomat pedas.


Tok tok tok


Pintu di ketuk dari luar, Zaifa yang masih duduk meringkuk di atas sofa tak bergeming. Raihan melihat ke arah pintu dan menatap kembali ke arah Zaifa. Raihan berharap bantuan akan datang kepada nya.


Raihan beranjak dan membuka pintu, terlihat mama mertua dan kakak ipar nya yang berkunjung. Di tangan mama Niken ada bag berlogo martabak paling enak di daerah komplek mama Niken.


"syukur lah mama datang" ucap Raihan senang.


"kenapa?"


"putri mama merajuk"


"siapa yang merajuk" sahut Zaifa yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Raihan.


Zaifa mendorong tubuh Raihan agar dia bisa keluar, Zaifa langsung memeluk sang mama dan tak lama terdengar suara isakan kecil. Raihan dan Niel saling tatap. Drama apa lagi yang akan di buat oleh calon bayi di dalam kandungan Zaifa.

__ADS_1


"ada apa sayang?" tanya mama Niken lembut.


"Zai pengen makan donat ma" jawab Zaifa dengan mata berkaca-kaca.


"lalu?"


"tapi mas Rai ngga mau bikinin aku donat nya"


Mama Niken tersenyum, putri nya ini rupa nya sedang mengidam. Mama Niken melirik ke arah sang menantu, Raihan hanya memalingkan wajahnya sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


"sekarang mau mama buat kan?"


"enggak mau, Zaifa pengen nya tadi siang. Dan ternyata mas Rai lebih memilih di ruang kerja dan ngga mau bikinin aku donat. Mas Rai lebih sayang kerjaan nya daripada aku ma" rengek Zaifa.


Raihan menggeleng, apa yang di katakan Zaifa sama sekali tak benar. Ia sangat sangat dan sangat mencintai istri nya itu. sungguh, Raihan harus memupuk kesabaran lagi karena drama yang selalu di lakoni oleh Zaifa. tapi lagi dan lagi Raihan sadar bahwa perubahan mood Zaifa di sebabkan kehamilan nya. Dan Zaifa hamil karena perbuatan Raihan, jadi Raihan mempunya stok sabar yang tak terbatas.


"bagaimana jika sekarang kakak mu yang akan membuat kan donat nya? Bersama Raihan pasti mereka bisa bekerja sama membuat donat sesuai keinginan mu" tawar mama Niken dengan suara yang sangat lembut.


Bagaimana pun juga berbicara dengan ibu hamil yang mood nya sedang labil harus ekstra sabar dan nada bicara yang rendah dan lembut.


Sementara Niel langsung melotot mendengar ucapan sang mama. sedangkan Raihan hanya terkekeh kecil. Akhirnya ia akan memiliki teman di dapur. Meskipun ada kesalahan setidaknya Zaifa tidak hanya akan marah padanya.


Zaifa terdiam. Ada benar nya apa yang di katakan oleh mama Niken. Zaifa melirik ke arah Niel dan Raihan. Zaifa kemudian tersenyum miring, dan senyuman itu terlihat mengerikan bagi Niel dan Raihan.


"baik lah. Aku setuju dengan mama" ucap Zaifa yang ajaib nya langsung terlihat ceria.


mama Niken tersenyum, ia hendak masuk ke rumah sebelum kemudian sadar bahwa martabak yang tadi di tangan nya telah tiada. Ia melirik ke arah sang putra namun tak ada. Dan ketika ia masuk ke dalam ia melihat sang putri tengah menikmati martabak coklat itu sembari duduk di sofa. Mama Niken pun menghampiri sang putri dengan wajah gemas. entah kapan Zaifa mengambil martabak itu dari tangan nya.

__ADS_1


Raihan merangkul bahu Niel dan menarik paksa sang kakak ipar ke dapur. Ia melewati Zaifa yang sedang asyik mengunyah martabak sembari menonton animasi kesukaan nya. Zaifa bahkan tak menoleh ketika Raihan lewat di depan nya. Raihan hanya mampu mengelus dada melihat kelakuan sang istri.


Raihan mengeluarkan satu per satu bahan yang di beli nya tadi siang. Dengan di bantu oleh Niel mereka membuat donat dengan panduan video tutorial dari internet. Meskipun agak bingung dan keadaan dapur sudah amburadul tapi mereka tetep berusaha membuat kan donat untuk kesayangan mereka.


Selang dua jam mereka telah selesai dengan pekerjaan nya. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Donat baru selesai di goreng, dengan wajah yang cemong tepung Niel dan Raihan menuju ruang keluarga dengan membawa sepiring donat hasil kerja keras mereka.


Di saat mereka tiba di ruang tamu, mereka di buat gemas oleh Zaifa sebab ternyata ibu hamil itu sudah tidur dengan nyaman sembari memeluk guling di sofa tidur yang ada di ruang keluarga.


"alamat kerjaan kita akan sia-sia bro" lirih Raihan dan di angguki oleh Niel.


sementara mama Niken yang sedang menonton film action hanya terkekeh. Mereka berdua duduk di samping mama Niken, mereka bertiga pun menonton film bersama sembari memakan donat yang rasanya tidak terlalu buruk. Mereka asyik menonton film hingga tanpa sadar donat dalam piring itu hanya tersisa satu kemudian di ambil oleh Raihan.


Raihan menikmati donat terakhir dalam piring, di tangan nya hanya tersisa satu gigitan lagi dan kemudian.


"huaaa...."


Mereka bertiga terkejut mendengar suara teriakan. Mereka kompak menoleh dan mendapati Zaifa tengah terduduk dan menatap piring kosong di atas meja. Raihan yang tersadar langsung melotot. Ia melirik ke arah tangan nya yang masih tersisa donat sedikit kemudian memandang Zaifa.


"donat ku ..." ucap Zaifa penuh drama.


"sayang...." ucap Raihan pelan. Ia menelan Saliva nya kasar.


"tenang dek, kakak ada sisa kan satu piring buat kamu kok" sahut Niel mengelus pucuk kepala Zaifa.


"kakak memang terbaik" seru Zaifa memeluk erat sang kakak.


Raihan pun menghela nafas lega , setidaknya ia tidak akan menghadapi drama sang istri lagi. Raihan pun melahap donat terakhir di tangan nya dan belum sampai ke mulut nya donat itu sudah berpindah tangan dan di lahap oleh Zaifa.

__ADS_1


__ADS_2