SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 82


__ADS_3

Patricia duduk di kursi ayunan gantung yang ada di balkon kamar nya. di tangan nya segelas susu berwarna coklat terlihat masih sedikit mengepulkan asap. Patricia berulang kali menghela nafas kemudian menyesap sedikit susu manis itu.


Kepalanya menyandar pada ayunan itu, kedua kaki nya pun di angkat. Segelas susu itu sudah di letakkan di meja yang ada di samping nya. Gadis itu memeluk lutut sembari memikirkan apa yang di ucapkan oleh Niel tadi pagi.


Flashback tadi pagi...


"sebenarnya Rama memiliki trauma tersendiri terhadap wanita. Rama bahkan memiliki prinsip bila tak ada wanita yang setia dan tulus di dunia ini. Prinsip hidup nya tak akan menikah seumur hidup. itu yang membuat Rama tak pernah dekat dengan wanita mana pun. Hanya kau satu-satunya wanita yang bisa membuat Rama gamang dengan prinsip hidup yang sudah hampir 20 tahun ia pegang" jelas Niel.


Wulan dan Patricia yang mendengar itu tercengang. pria tampan dan sukses sekelas Rama memiliki prinsip tak akan menikah seumur hidup?


"tapi pasti ada penyebabnya dong?" ucap Patricia.


Wulan pun ikut mengangguk, rupa nya tak salah ia ikut Niel pagi ini karena ada pembahasan menarik disini.


Niel tampak menghela nafas, ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kemudian menatap lurus ke depan seperti sedang menerawang sesuatu.


"memang ada... Dan itu terjadi tepat 20 tahun lalu ketika kami sama-sama berusia 14 tahun"


"ceritakan lah Niel..."


"saat itu, Rama baru saja pulang ke rumah. Rumah megah yang selama ini menjadi tempat paling nyaman untuk Rama hari itu menjadi rumah yang seperti neraka. Waktu itu kami berempat berencana menginap ke rumah Rama karena kebetulan besok hari adalah hari Minggu.


Ketika kami sampai di depan pintu terdengar suara benda pecah dari dalam rumah. Rama mengintip sedikit untuk mengetahui apa yang terjadi. Tapi tak terlihat sebab jendela itu tertutup rapat oleh gorden. Tapi ketika Raihan membuka pintu ternyata pintu tak di kunci.


Dan disitu lah kami bisa melihat mama dari Rama tengah menggandeng seorang pria lain sedangkan papa dari Rama terduduk di lantai. melihat kami masuk, mama Rama pun pergi dengan menggandeng pria itu tanpa mempedulikan Rama atau pun suami nya.


setelah papa Rama tenang, kami pun bertanya apa yang terjadi. Dan ternyata di hari itu perusahaan milik papa Rama mengalami krisis dan hampir bangkrut. Kami yang belum mengerti apapun tak bisa membantu. Tapi Raihan mengupayakan meminta tolong pada om Bram. Om Bram bersedia membantu.


Tapi, belum sempat perusahaan di selamat kan papa Rama mendadak sakit. Kata dokter papa dari Rama itu mengalami stress dan depresi. Hingga kemudian tubuh nya melemah dan harus di rawat di rumah sakit. Mama Rama sempat di hubungi. tapi bukan nya datang berkunjung mama Rama justru mengirim surat cerai dan membuat papa Rama terkena serangan jantung dan akhirnya papa Rama pun.. Meninggal.


Rama sangat marah saat itu, mungkin jika mama nya tak egois meninggalkan mereka papa nya masih hidup hingga saat ini. Dan ketika Rama sedang berduka atas kepergian papa nya. Mama nya justru menikah dengan pria saat itu.


Saat itu lah Rama berprinsip bahwa tidak ada perempuan yang tulus. Rasa kecewa dan marah pada sang mama membuat Rama tak mempercayai satu wanita pun kecuali Zaifa yang menjadi gadis periang bagi Raihan dan bagi kelompok kami. namun akhirnya, itu terkecuali juga untuk mu Pat"

__ADS_1


Niel memandang ke arah dua gadis di depan nya. tampak kedua nya mengusap air mata. siapa yang tak terharu mendengar kisah Rama. pria yang selalu tersenyum nyata nya menyimpan duka yang begitu dalam.


Flashback off.


"apa yang kau pikirkan sayang?" tanya tuan Hadi menghampiri sang putri.


"papa belum tidur?" tanya Patricia.


"bagaimana bisa papa tertidur sementara putri papa masih termenung sendirian disini"


Patricia bangkit dari ayunan gantung itu dan menghampiri sang papa yang duduk di sofa panjang tak jauh dari sana.


"lihat lah su*u nya sudah mendingin"


Patricia tersenyum tipis. Ia bersandar pada bahu sang papa. Ia harus bersyukur setidaknya perpisahan antara kedua orang tua nya karena maut bukan karena perceraian. dan sampai kini pun sang papa tak berkeinginan untuk menikah lagi.


"aku boleh tanya sesuatu pa?"


"kenapa papa tak menikah lagi?"


Tuan Hadi termenung. Ia kemudian menatap sang putri dan mengelus pipi nya.


"karena papa sangat mencintai mama mu, sampai kapan pun tidak ada yang bisa menggantikan posisi mama di hati papa"


Patricia terharu, ia memeluk sang papa dari samping. Ia berharap bahwa ia bisa menjadi seperti sang papa.


***


Seminggu berlalu, hari ini tepat hari ke empat belas kelahiran putri kecil Raihan dan Zaifa. mereka akan mengadakan syukuran sekaligus aqiqah untuk sang putri. Meskipun seharusnya aqiqah anak perempuan adalah satu kambing. tapi Raihan membeli tujuh kambing.


Satu kambing untuk tujuan aqiqah sementara kambing lainnya untuk sedekah dan berbagi pada mereka yang membutuhkan. Rumah mewah itu telah ramai oleh suara-suara ibu-ibu yang di minta membantu memasak.


Di samping rumah ada banyak bapak-bapak yang sengaja di minta untuk membersihkan daging kambing. Raihan, Niel, dan tuan Bram hanya memperhatikan sebab kata warga yang mereka undang tuan rumah tak harus membantu.

__ADS_1


"ukuran daging nya di buat seberapa mas?" tanya salah satu bapak kepada Raihan.


"di buat umum nya bagaimana pak. jangan terlalu kecil dan terlalu besar"


"siap mas"


Tak lama mama Niken dan nyonya Adrin menghampiri para bapak dengan membawa nampan berisi kopi panas dan beberapa piring camilan.


"jangan lupa di minum dan di makan ya bapak-bapak hidangan nya"


"iya Bu, terima kasih"


Mama Niken dan nyonya Adrin pun berlalu kembali. Sedang di lantai atas, Zaifa sedang bermain bersama sang putri. Meskipun belum bisa melakukan apapun tapi melihat wajah nya adalah kebahagiaan untuk Zaifa.


"sayang...." panggil mama Niken membuka pintu kamar sang putri.


"iya ma"


"makan dulu ya, mama bawain makan siang"


Mama Niken meletakkan nampan berisi sepiring nasi dengan sayur kangkung tumis dan ikan gabus goreng. Tak lupa susu kedelai kesukaan Zaifa.


"makasih mama"


Zaifa mengambil piring itu dan mulai makan dengan tenang. Sementara mama Niken menggendong sang cucu yang terlihat membuka mata.


***


Malam telah tiba, semua tamu undangan sudah hadir termasuk anak yatim dan anak panti asuhan. Teman-teman dan rekan Raihan pun banyak yang datang termasuk Rama.


Di dalam rumah para wanita sedang menyiapkan souvernir yang akan di berikan kepada para undangan. Semua teman Zaifa hadir termasuk Patricia.


Ketika Rama hendak izin ke kamar mandi karena kebelet. Disaat itu juga Patricia hendak keluar untuk mengambil kekurangan souvernir di kamar si kecil. Hingga tanpa sengaja mengajak bertabrakan dan sesaat kemudian mereka saling pandang.

__ADS_1


__ADS_2