
Akhirnya waktu dua jam berlalu dengan cepat. Saat ini Wulan sudah siap dengan gaun berwarna putih yang terlihat pas membalut tubuh nya. Dia sudah di dandani oleh MUA yang di undang dokter Nana.
Sementara di rumah mama Niken, rombongan dari Niel yang terdiri dari saudara dan teman sudah hadir. Sementara Dani dan Fatma akan menyambut mereka di rumah dokter Nana sebagai keluarga Wulan.
"udah siap semua kan?" tanya mama Niken.
Semuanya mengangguk, semua hantaran sudah di bawa masuk ke dalam mobil yang akan di kendarai oleh Rafli dan Santi. Sementara mama Niken, Raihan dan Zaifa satu mobil dengan sopir nya Jack.
Sedang Niel sendiri menaiki mobil Rama bersama Boby, Diva dan si kecil yang kini berusia 6 bulan.
"gugup?" tanya Rama.
"sedikit" jawab Niel.
"calm down bro, itu ngga menakutkan kok" sahut Boby yang duduk di bangku tengah.
Diva mencebik. "Dulu juga kamu gemetar mas" ledek Diva.
"sayang...." tegur Boby.
Rama terkekeh, ia tak menyalahkan Boby juga tak meledek Niel. Ia sendiri sudah pernah mengalaminya ketika melamar Patricia kemarin. Padahal itu bukan lamaran resmi tapi ia sudah merasa gugup, takut jika Patricia di tolak.
"tenang bro. kalian saling cinta, udah pasti semua akan lancar" ucap Rama.
"semoga" ucap Niel berdoa.
Iring-iringan mobil itu telah sampai di rumah minimalis dengan tingkat dua itu. Dani dan Fatma sudah berdiri di halaman rumah untuk menyambut rombongan Dani.
"heii bro" sapa Rama menepuk pundak Dani.
"Patricia enggak ikut?" tanya Fatma.
"Cia bukan nya di dalem ya"
"eh emang iya. Nggak tau sih, aku juga baru dateng belum sempat masuk"
"Cia di kasih kabar tadi jam 7, untung aja dari siang udah aku kasih tau makanya dia ngga terlalu buru-buru" ucap Rama.
__ADS_1
"memang agak lain anak muda satu ini" ledek Dani sembari melirik Niel.
"sia*an" sungut Niel.
"mari masuk semuanya, Tante Niken sudah menunggu di dalam"
rombongan itu pun masuk ke dalam rumah. acara lamaran ini cukup sederhana sesuai permintaan Wulan. Karena Wulan bukan gadis yang suka glamor jadi ia berharap pertunangan ataupun pernikahan mereka nanti tak perlu di adakan secara wah dan mewah.
Niel duduk di tempat yang telah di sediakan. sedang beberapa hantaran di tata di depan dekorasi agar nanti ikut terfoto.
Mama Niken duduk bersebelahan dengan dokter Nana.
"duh,, maaf ya Ken, acaranya kayak gini. Hidangan nya juga cuma begitu soalnya mendadak banget" ucap dokter Nana merasa sungkan.
"aduh Na, itu udah cukup. Aku ngga nyangka loh kamu bisa nyiapin semua ini dalam waktu singkat. memang anak-anak kita itu beda ya. Acara lamaran aja orang tua nya di kasih tau secara mendadak" jawab mama Niken gemas dan membuat dokter Nana terkekeh.
Perwakilan dari rombongan Niel mengucapkan tujuan mereka kemari. Setelah sedikit berbasa-basi akhirnya tiba saat nya pertukaran cincin. dokter Nana meminta tolong kepada Fatma agar memanggil Wulan di kamar.
Sementara di kamar, Wulan meremat kedua tangan nya karena gugup. Sementara Patricia yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
"tarik nafas hembus kan pelan-pelan. Lakukan beberapa kali sampai perasaan kamu tenang Lan" nasihat Patricia.
"Wulan, kamu udah di suruh turun" ucap Fatma.
"duuhh Cia... Aku rasanya pengen pingsan"
"ya jangan dong, kan ngga aesthetic kalo calon pengantin pingsan padahal masih acara lamaran" gurau Patricia.
"yuk turun, kamu pegang tangan aku sama Fatma untuk mengurangi rasa gugup kamu"
Wulan menarik nafas nya, setelah sedikit tenang ia pun mengangguk dan tersenyum.
Di lantai bawah, Niel terpaku memandang ke arah Wulan yang sedang menapaki tangga dan berjalan turun. Wulan terlihat begitu cantik dengan balutan gaun berwarna putih tulang itu. Riasan wajah yang tak terlalu tebal menambah aura kecantikan Wulan.
Tak berbeda dengan Niel, Rama tak berkedip memandang Patricia yang ada di sebelah Wulan. Gadis nya begitu cantik dengan warna gaun yang senada dengan Wulan.
Patricia mengantar Wulan untuk duduk di sebelah Niel. setelah itu Patricia duduk di samping Fatma. entah sengaja atau tidak tapi ternyata Patricia duduk berhadapan dengan Rama. sehingga Rama bisa dengan mudah memandang lekat wajah kekasih yang begitu cantik.
__ADS_1
"mereka cantik ya?" tanya Santi berbisik di telinga Rafli.
berada di antara orang-orang kaya seperti ini membuat Santi berkecil hati. Apalagi jika ingat dengan asal usul nya. Rafli menggenggam tangan Santi. Ia tersenyum teduh ke arah gadis di samping nya yang sedang merasa sedikit rendah diri.
Padahal di mata Rafli, Santi adalah satu-satunya wanita yang sangat cantik malam ini.
Tak berbeda dengan Santi, Zaifa yang sedang memandang ke arah Wulan dan Patricia berbisik di telinga Raihan.
"kak Wulan cantik ya mas" ucap Zaifa pelan.
Raihan yang memang sejak tadi hanya fokus bermain dengan putri kecil nya tak terlalu mempedulikan sang tokoh utama di depan sana yang terlihat cantik bak bidadari. Dan mendengar ucapan Zaifa, Raihan sedikit mendongak kemudian menatap lekat Zaifa.
Zaifa yang di pandang oleh Raihan sedikit malu, meskipun setiap hari Raihan selalu memandang Zaifa dengan penuh cinta tapi tetap saja masih ada rasa malu dalam hati Zaifa.
"kenapa ngeliatin aku?" tanya Zaifa.
"kamu cantik, kamu berkali-kali lebih cantik daripada mereka" tegas Raihan.
Zaifa tersenyum lebar. Ia pun memeluk lengan Raihan dengan manja. sedang tangan kanan nya terulur menyentuh pipi sang putri.
"bagaimana bisa di keramaian seperti ini dia tertidur" ucap Zaifa.
Raihan terkekeh, mungkin Zaifa lupa jika putri nya masih nya bayi berusia 3 bulan.
"dia masih bayi sayang, wajar jika suka tidur. Lagipula jika kelak ia sudah besar dan ia masih suka tidur. bukan kah itu menurun pada sifat mu" gurau Raihan.
Zaifa yang mendengar itu pun cemberut, membuat Raihan mengecup pipi Zaifa karena gemas.
Di depan sana, kedua tokoh utama malam ini sedang saling bertukar cincin. Wulan memasangkan cincin di jari manis Niel, begitu pun sebaliknya. Mereka tersenyum lega dan bahagia. Akhirnya setelah sekian lama perjalanan kasih mereka, mereka akan segera menuju ke hubungan yang sesungguhnya.
Pernikahan.
"kamu mau di posisi yang sama seperti mbak Wulan?" tanya Rafli.
"maksudnya?"
"kamu siap di lamar? Tabungan ku udah cukup untuk melamar kamu San"
__ADS_1
Santi terdiam, memiliki hubungan serius dengan Rafli adalah impian nya sejak lama. sejak setahun yang lalu. tapi untuk saat ini ia belum siap.
Minimal setelah ia sudah bertemu sang ibu baru.