SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 47


__ADS_3

"aku tidak mau tau bewok, pokok nya kau harus mencari Santi sampai ketemu! Aku sudah membayar mahal untuk acara ini, tapi kau malah membuat ku malu" teriak pak Bala marah.


Ia langsung pergi dan di ikuti oleh kedua istri nya dan anak buah nya. Kedua istri pak Bala saling lirik kemudian tersenyum lebar, bahagia rasanya karena tidak jadi memiliki saingan. jika suami mereka berhasil menikahi Santi maka sudah bisa di pastikan mereka pasti akan di abaikan sebab wajah mereka tak bisa di banding kan dengan wajah cantik Santi.


***


"capek?" tanya Raihan pada Zaifa.


Zaifa mengangguk kan kepalanya, pesta pernikahan mereka baru saja usai. Di aula hotel masih ada beberapa kerabat dan teman yang tinggal dan mereka akan menginap di hotel. Namun kedua pengantin baru itu sudah masuk ke dalam kamar sebab merasa sangat lelah.


"gimana dengan Santi ya mas" tanya Zaifa cemas.


Raihan memeluk tubuh Zaifa dari belakang, ia mencium pipi Zaifa dari samping kemudian memandang wajah cantik Zaifa yang sudah polos tanpa make up melalui cermin besar yang ada di depan mereka.


"dia pasti akan baik-baik saja" ucap Raihan tenang.


"aku harap begitu"


Mata mereka saling menatap melalui cermin, Raihan membalik wajah Zaifa kemudian menatap nya dalam. Terlihat ada kesedihan di sana, tapi Raihan yakin kesedihan itu tidak akan bertahan lama.


Raihan mencium kening Zaifa, Zaifa memejamkan matanya menikmati. Raihan berpindah ke kedua mata Zaifa, kedua pipi dan terakhir adalah bibir manis itu.


Zaifa membuka matanya, menatap netra tajam milik Raihan. Takdir begitu indah menyatukan mereka meskipun harus menunggu waktu yang lama dan melewati beberapa hal menyakitkan.


Raihan kembali mengecup bibir manis Zaifa, semakin lama semakin menjadi ******* yang menuntut. hingga beberapa menit kemudian Zaifa memukul dada Raihan karena kehabisan nafas.


"hah hah.... Kau keterlaluan mas" ucap Zaifa.


"bibir mu terlalu manis sayang, bagaimana bisa aku melepas kan nya" ucap Raihan mengusap bibir Zaifa yang basah.


Zaifa langsung memeluk Raihan dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Raihan. Raihan hanya tersenyum kecil sembari mengelus rambut hitam Zaifa dan sesekali menciumi nya.


***


"keterlaluan sekali mereka, teman-teman nya masih disini mereka udah ngamar" sungut Dani yang masih duduk di kursi tamu undangan.


"kau jomblo, mana mungkin paham" sahut Boby.


sebagai pria yang sudah menikah dan menikmati indah nya dunia pernikahan terlebih indahnya berdua di dalam kamar bersama sang istri. Sudah pasti ia memaklumi sikap Raihan.


Dani tak menjawab hanya melempar bungkus snack ke arah Boby namun tidak mengenai Boby dan itu membuat Dani semakin jengkel.

__ADS_1


"hei bung, jika kau merasa patah hati disini bukan tempat yang tepat untuk melampiaskan nya" seru Rama.


"sial*an kau bang*at" seru Dani marah.


"ha ha,,, apakah playboy kita ini tengah patah hati" ejek Niel.


"ku rasa ini karma untuk mu Dan" lanjut Rama.


"bagaimana bisa?" tanya Dani.


"ya, bukan kah kau sering mempermainkan perasaan wanita. Sekarang saat kau benar-benar menyukai seorang wanita kau justru balik di permainkan" jelas Niel.


"sial*an memang kalian. Temannya patah hati bukan nya di hibur malah di jadikan bahan candaan"


Mereka terkekeh mendengar ocehan Dani.


"semangat kawan, seorang tuan muda Dani tak mungkin berhenti begitu saja kan. percaya lah gadis itu menolak mu karena ingin kau membuktikan bahwa kau benar-benar hanya mencintai mu. Siapa tak tau sepak terjang mu? Gadis itu hanya tak ingin jika hatinya menjadi salah satu pelarian mu saja" ucap Boby menepuk pundak Dani.


"kau mau kemana?" tanya Rama.


"aku? Tentu saja aku ingin menemui istri ku, membuat anak dan saling memberikan kehangatan. untuk kaum jomblo seperti kalian mana paham. Ha ha ha...." ucap Boby tertawa puas.


Sementara ketiga temannya masih bengong dengan ucapan Boby. Mereka saling pandang kemudian bersama-sama mengumpat Boby.


Mereka pun melanjutkan mengobrol santai membahas bisnis. Di aula itu hanya tersisa mereka saja sebab malam semakin larut. Namun, kebiasaan mereka lembut sampai dini hari tak membuat mereka mengantuk dan terbiasa begadang. Hingga disaat mereka hendak berlalu dari aula karena mereka akan beristirahat ke kamar masing-masing. Mereka melihat sesuatu.


Mereka saling pandang, mereka melihat empat orang yang menuju ke resepsionis hotel.


"bukan kah hotel ini sudah di boking sepenuhnya oleh om Bram, Ram?" tanya Niel.


"iya, aku ingat om Bram menyewa seluruh nya. tapi mengapa ada pengunjung?" jawab Rama heran.


"tapi, dua di antara mereka kayak nya ngga asing deh" ucap Dani memperhatikan wanita yang di gendong dan seorang pria yang ada di belakang.


Mereka menajamkan penglihatan kemudian matanya terbelalak.


"apakah mereka menculik pengantin dari desa?" tanya Dani.


Mereka tergesa menghampiri empat orang itu.


"hei...." Dani menepuk pindah Rafli membuat Rafli terkejut.

__ADS_1


"eh mas Dani" sapa Rafli.


"kenapa?" tanya Dani.


"kalian orang-orang Raihan kan?" tanya Niel kepada pria yang di depan Rafli.


Dua orang itu mengangguk sopan saat melihat kakak ipar dari sang bos.


"apa yang kalian lakukan? Apa kau menculik pengantin dari desa dan....."


"apa yang kau pikir kan!" seru Niel menoyor kepala Dani.


"kalian bawa gadis dan pria ini ke kamar nomer 508, di sebelah kamar itu adalah kamar Zaifa dan bos kalian"


dua pria itu pun mengangguk mengerti dan membawa Rafli menuju kamar yang di tunjuk.


"apa yang terjadi?" tanya Rama.


"besok saja bercerita, sekarang aku ingin beristirahat" ucap Niel meninggalkan kedua sahabat nya.


***


"ahh,, ah"


Suara desa*an menggema di kamar di 509 itu, kamar sang pengantin baru. Meskipun awalnya mereka merasa lelah, namun entah mengapa mereka tetap melakukan hal yang wajar itu. Hingga kemudian tubuh mereka ambruk setelah menyelami kenikmatan bersama.


"kau sangat cantik" ucap Raihan mencium kening Zaifa yang berkeringat. "terima kasih sayang"


Zaifa mengangguk kemudian memejamkan matanya, rasanya ia sangat lelah hari ini. Niat hati ingin segera beristirahat setelah selesai acara tapi apa saya sentuhan Raihan membuat Zaifa terbakar dan akhirnya mereka melakukan hal yang seharusnya di lakukan.


Bukan hanya kedua pengantin baru yang berbagi peluh, nyatanya Boby dan Diva pun juga sedang berjuang untuk saling memberi kehangatan.


hingga Diva dan Boby sama-sama mengerang panjang, tubuh mereka bergetar bersamaan seiring dengan kenikmatan yang datang.


"semoga di sini segera hadir Boby dan Diva kecil" ucap boby mengecup bibir Diva.


"semoga saja mas. Aku sangat ingin menimang seorang bayi" jawab Diva.


"tidur lah" ucap Boby menyelimuti tubuh polos Diva.


Tak lama mereka pun terlelap dengan nyenyak nya. Begitu juga di kamar masing-masing, Niel, Rama dan Dani pun sedang menikmati mimpi indah mereka masing-masing.

__ADS_1


Hanya ada yang berbeda, Dani terlihat gelisah dan terlihat setetes air mata jatuh di pipi nya.


__ADS_2