SETELAH DI CERAI

SETELAH DI CERAI
bab 86


__ADS_3

"sayang...." ucap Fatma menggoyang lengan Dani.


Dani menatap lekat wajah istrinya, ada sebuah harapan agar Dani mengabulkan permintaan nya. Namun ketika Dani melirik jam dinding rasanya ia ingin menolak permintaan itu. tapi lagi-lagi ia tidak tega dengan sang istri.


setelah menghela nafas dalam, Dani mengambil ponsel nya. Ia hendak menghubungi Raihan terlebih dahulu.


Tuuut


Tuuut..


Panggilan nya tersambung tapi belum ada jawaban. Sedang Raihan yang di hubungi masih asyik bergelung di dalam selimut sembari memeluk erat tubuh sang istri. Tak ia pedulikan ponsel yang bergetar karena memang tak mendengar nya. pasal nya setelah Niel keluar dari kamar mereka, Rara belum juga mau memejamkan matanya. baru 30 menit lalu akhirnya Rara tertidur dan Zaifa juga Raihan pun menyusul tidur.


"Raihan masih tidur kayak nya yang" ucap Dani.


'pasti juga semua orang masih tidur' lanjut nya dalam hati.


"padahal aku pengen banget" ucap Fatma cemberut sembari tangan nya mengelus perut nya yang terasa sangat lapar.


Dani memperhatikan itu dan merasa tak tega. tapi untuk datang ke rumah mama Niken dan mengganggu istirahat mereka menjelang pagi rasanya juga tak mungkin.


"kalo mas Dani ngga mau nurutin permintaan ku yang pengen makan nasi kuning. Maka aku ingin permintaan yang lain" ucap Fatma.


Dani mengangguk, waktu sudah hampir subuh dan Dani berharap permintaan istrinya bukan yang aneh-aneh.


"aku pengen es krim" seru Fatma.


"oke, aku ambil kan dulu ya"


Dani langsung beranjak dari kasur, ia memang memiliki stok es krim di dalam kulkas untuk berjaga-jaga jika Fatma meminta es krim di tengah malam.


"tapi bukan es krim yang ada di dalam kulkas" seru Fatma menghentikan langkah kaki Dani.


"lalu?" tanya Dani yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Mamas sini deh"


Dani menurut. Fatma pun menurunkan kaki nya di ranjang dan membawa Dani lebih mendekat ke arah nya.


"aku pengen es krim ini"


Dani melotot, tapi perasaan nya berbinar. Tak berlama-lama Dani langsung mengangguk dan sedetik kemudian ia tersenyum melihat ekspresi wajah istrinya yang sedang menikmati es krim milik nya.


***


"selamat pagi mama!!" sapa Niel yang baru turun dari lantai atas.


"pagi..." jawab mama Niken.


"semalem mama kayak denger suara kamu manggil-manggil mama, kenapa?" tanya mama Niken sembari mengoles roti tawar dengan selai kacang.


"mama denger?"


"samar-samar"


"aku mau melamar Wulan ma"


Khukk... Khuukk... Suara mama Niken tersedak.

__ADS_1


"mama, pelan-pelan" ucap Niel menyerahkan segelas air kepada sang mama.


"kamu serius?" tanya mama Niken.


"iya, semalem Wulan ngomong"


"kamu ngga maksa dia kan?"


"enggak lah ma"


"kapan?"


"nanti malem"


Khuukk khuuk...


"mama..." rajuk Niel.


Mama Niken terkekeh, padahal ia benar-benar tersedak bukan karena ingin menggoda putera nya itu.


"mama kaget nak. Kenapa mendadak?"


"ya kan Wulan baru ngomong semalem ma"


Mama Niken menggeleng, tak habis pikir dengan mereka anak muda.


"kenapa ma?" tanya Zaifa yang turun dari lantai atas.


"kakak kamu minta mama buat melamar kan seorang gadis untuk nya. Mana mendadak lagi" ucap mama Niken tersenyum jail pada Niel.


"kak Wulan?" tanya Zaifa.


"deeekk!!!" seru Niel.


"mama kamu nak, memang suka gitu" ucap Raihan mencium pipi Rara.


"cucu Oma udah bangun ternyata" seru mama Niken ketika Rara menghadap ke arah nya. sedang bayi itu hanya tersenyum.


"em, mama hari ini sibuk enggak?" tanya Raihan.


"kenapa Rai?" tanya mama Niken.


"jelas sibuk Rai, mama mau nyiapin hantaran buat lamaran kakak mu nanti malem" jawab mama Niken.


"emm,,, sebenarnya Dani udah perjalanan ke sini"


"udah biasa dia kan Dateng kesini pagi-pagi" sahut Niel.


"katanya si Fatma pengen makan nasi kuning buatan mama" ucap Raihan.


"hah!!" ucap Niel dan Zaifa bersamaan.


"mingkem" seru Raihan menyodorkan sepotong roti di mulut Zaifa. Dan tentu saja langsung di kunyah oleh Zaifa.


Mama Niken hanya menggeleng melihat tingkah para anak-anak nya.


"boleh, sepertinya si Fatma lagi ngidam ya. hari ini biar mama di rumah aja. kita sekalian buat nasi kuning buat acara tiga bulanan Rara ya sayang" ucap mama Niken.

__ADS_1


"kan masih Minggu depan ma" jawab Zaifa.


"berhenti ngunyah, kakak belum makan!" seru Niel merebut toples berisi selai kacang dari tangan Zaifa.


"mama...!!" seru Zaifa.


"Niel..."


"huh, dasar tukang ngadu" sungut Niel sementara Zaifa hanya menjulurkan lidah meledek Niel.


"aku buat ini untuk suami aku kok. Emang kakak ngga ada yang buatin" ejek Zaifa.


Niel mencoba acuh dan menikmati roti selai milik nya. Sementara Zaifa yang kesal hanya bisa cemberut sembari menyuap kan roti kepada sang suami.


"makasih sayang" ucap Raihan lembut.


"sama-sama sayang" jawab Zaifa.


"alay" sahut Niel.


"iri bilang bos" ledek Zaifa.


Mereka melanjutkan acara makan itu dengan sedikit tidak tenang karena Niel dan Zaifa yang saling meledek. Sedang mama Niken memperhatikan anak-anak nya dengan pandangan sayang. Tak menyangka bahwa kini ia sudah memiliki seorang menantu dan cucu. dan sebentar lagi menantu nya akan bertambah.


'mas, seandainya kau masih disini'


***


Dani sampai di rumah mama Niken sesaat setelah keluarga itu selesai sarapan. Raihan dan Zaifa sudah duduk di bangku taman sembari memperhatikan bapak pekerja yang sedang membersihkan rumput.


"hei bro..." sapa Dani.


Raihan menoleh, ia tersenyum. Sembari menggendong Rara, Raihan menghampiri Dani. sedang Zaifa menghampiri Fatma kemudian kedua wanita itu cipika-cipiki. tak lama mereka mengajak pasangan yang baru datang itu.


Di dalam rumah, mama Niken sedang duduk santai di ruang keluarga sembari menyaksikan berita di tv. Ia menoleh ketika mendengar suara langkah kaki.


"eh, udah Dateng. yuk sini, duduk dulu" ucap mama Niken ramah.


"Niel ke kantor Rai?" tanya Dani.


Raihan mengangguk. Dani melihat bayi kecil Raihan yang tertidur. kenapa setiap kali ia datang kesini putri kecil itu selalu saja tidur.


"mas Rara bawa ke kamar aja. biar mas Rai bisa ngobrol sama kak Dani. Aku mau lihat mama bikin nasi kuning nya"


Raihan mengangguk, ia pun membawa Rara ke lantai atas.


"yuk kita ke dapur. Sekalian Tante juga mau bikin nasi kuning buat acara tiga bulan Rara"


Fatma dan Zaifa pun mengangguk, kedua wanita itu mengekor di belakang mama Niken. Tak lama Raihan kembali turun dan duduk di samping Dani.


"seperti nya benih mu sudah tumbuh" ucap Raihan.


"benih?" tanya Dani bingung.


"mungkin saja istri mu sedang ngidam"


Dani mengernyit, benar juga. kenapa ia sebagai suami tak kepikiran dengan hal itu. padahal sudah beberapa hari ini istrinya selalu meminta sesuatu yang aneh.

__ADS_1


"huueeekk..."


terdengar suara orang muntah dari arah dapur.


__ADS_2